KUPANG, RANAKANEWS.com – Youth Advisory Sikka merupakan sebuah wadah orang muda dampingan Yayasan FREN, bagian dari Indonesia Youth Advisory (IYA) yang didukung oleh ChildFund International di Indonesia dan mitranya. Sebagai bentuk inisiatif dan peran bermakna orang muda dalam pembangunan, orang muda diharapkan memiliki inisiatif untuk melakukan gerakan terhadap isu/masalah yang dapat berpengaruh terhadap kesejahteraan mereka.
Kegiatan Workshop Penyusunan Proposal Youth Advisory Group dilakukan pada Sabtu (30/8/2025) untuk memberikan wawasan serta praktik bagi orang muda Youth Advisory dalam membuat proposal kegiatan sehingga memperluas jejaring dan dampak di wilayahnya.
Kegiatan ini, melibatkan 6 kelompok orang muda di Kabupaten Sikka, diantaranya Youth Advisory Sikka, Youth Voice Now Sikka, OSIS SMA Negeri 1 Maumere, OSIS SMA Negeri 2 Maumere, OSIS SMK Yohanes XXIII, OSIS SMK Tawa Tana Kewapante, dan Orang Muda Desa Munerana. Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua Yayasan FREN, dan BAPPERIDA Sikka yang diwakili oleh Hironimus Laja, Kabid PPM sebagai narasumber materi Peran Orang Muda dalam SDGs dan perencanaan pembangunan Kabupaten Sikka yang dapat dilakukan/dikolaborasikan oleh orang muda.
“Melalui wadah (Indonesia Youth Advisory) IYA orang muda memiliki kesempatan pengembangan diri untuk lebih peka melihat isu sosial, anak, lingkungan, mendiskusikan dalam kelompok, membuat design solusi, membuat prototype, mengadvokasi bahkan kesempatan untuk membuat proposal.” ungkap Rafael Ola Keraf, Koordinator Program Yayasan FREN mitra ChildFund International di Indonesia.
Melalui workshop ini, dihasilkan proposal kegiatan orang muda Youth Advisory Sikka yang mengangkat isu Climate Action dan Health sebagai isu yang sangat berpengaruh terhadap kesejahteraan mereka di masa yang akan datang.
“Manfaat yang saya dapatkan adalah saya lebih tahu apa itu SDGs dan prosedur pembuatan proposal yang baik.” ungkap Theresia Rivanty, Ketua Youth Advisory Sikka.
“Harapannya workshop ini, dapat memberikan inspirasi bagi orang muda di Kabupaten Sikka untuk mau berkreativitas dan menggapai impiannya baik secara pribadi maupun kelompok agar dapat berperan aktif serta bermakna bagi pembangunan daerah.“ ungkap Anna Maria Selviana, pendamping Youth Advisory Sikka.
Proposal kegiatan yang telah dihasilkan ditujukan untuk pihak sekolah, pemerintah desa, hingga ke perusahaan atau organisasi sosial yang memiliki pendanaan dan menyuarakan isu-isu lokal hingga global berhubungan dengan SDGs.
Melalui aksi kecil dan bermakna, orang muda Youth Advisory Sikka siap untuk bekerjasama dengan segala lini yang legal untuk mencapai tujuan SDGs dan untuk kesejahteraan mereka di masa yang akan datang. (*)










