KUPANG, RANAKA-NEWS.com- Unit Pelaksana Teknis Daerah Latihan Kerja (UPTD LK) Dinas Koperasi, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) terus membekali masyarakatnya berbagai keterampilan dibidangnya masing-masing, untuk siap ditempatkan dimana saja, baik di wilayah NTT, maupun diluar NTT termasuk ke luar negeri.
“Terkait kesiapan Sumber Daya Manusia (SDM) itu, dari tahun ke tahun UPTD LK terus melakukan pelatihan tenaga kerja bagi masyarakat di NTT, khususnya mereka-mereka yang masih berusia produktif dari 19-35 tahun dan berpendidikan minimal Sekolah Dasar (SD), kata Kepala UPTD LK Dinas Koperasi, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi NTT, Charles B. M. Foeh kepada media ini di ruang kerjanya, Selasa (1/12/2020).
Menurut Charles, tugas UPTD LK menyiapkan skillnya. Tugasnya tidak saja hanya memberikan pelatihan kepada masyarakat, tetapi untuk menghasilkan manusia yang hebat dalam keahliannya perlu dilakukan uji kompetensi bagi mereka yang sudah dilatih.
“Tahun ini dari bulan januari sebelum covid-19 itu, ada pelaksanaan pelatihan. Yang sudah dilaksanakan ada 9 paket yang sumber dananya dari dana APBD dan 8 paketnya dari dana APBN. Sedangkan setelah Covid-19 itu ada lagi pelaksanaan pelatihan yang kini sementara berjalan. Dan sisa empat kelas yang masih berjalan dari sepuluh paket pelatihan yang masih berjalan. Tanggal 3 Desember 2020 itu penutupan dua kelas. Setelah itu nanti tanggal 7 dan 8 Desember 2020 lakukan kompetensi terhadap 9 kejuruan yang pendanaannya bersumber dari Lombok Timur, dalam hal ini dari Lombok Timur itu ada 400 orang. Total target yang kita sudah latih tahun 2020 itu dari dana APBN sebesar 2.2M tambah yang dari APBD itu 900 juta untuk tahun 2020 ada 7 paket sekitar 80an orang pelatihan,” jelas Charles.
Ia mengatakan, mereka yang lulus tes kompetensi itu akan diberikan sertifikat yang dikeluarkan dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), sebuah lembaga Independen yang dibentuk pemerintah untuk melaksanakan ketentuan pasal 18 ayat (5) Undang-Undang (UU) Nomor: 13 Tahun 2003 tentang ketenagakerjaan dari berbagai bidang, seperti pelatihan otomotif jurusan mekanik junior mobil, pelatihan pengelasan, (sistem pengelasan 3G), pelatihan kecantikan kulit dan rambut, pelatihan basic office (pelatihan yang berbasis computer,red), pelatihan pembuatan roti dan kue dan pelatihan anyaman semuanya dipusatkan di UPTD LK yang saat ini sementara dalam tahap pembekalan.
Kata Charles, rencana kedepannya, tidak saja hanya memberi pelatihan, tetapi juga disiapkan bantuan stimulant kepada para peserta yang sudah mengikuti pelatihan sebagai modal awal untuk memulai usahanya sekaligus memberi motivasi kepada peserta.
“Proses selanjutnya, kita akan tetap memantau mereka dilapangan. Kendala yang kita hadapi juga sekarang ini, saya harus akui bahwa akibat pandemic covid-19 lapangan pekerjaan kita memang masih belum baik, tetapi kita berharap dengan pelatihan ini mereka bisa berusaha,” pungkasnya. (MD)










