KUPANG, RANAKA- NEWS.com- Hari Ulang Tahun (HUT) ke-9 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 7 Kota Kupang, 26 Maret 2021, menjadi momen istimewa karena hari bahagia itu diperingati di tengah pandemi Coronavirus Disease (Covid-19).
Semangat peringatan HUT ke-9 SMKN 7 Kota Kupang dengan tema ‘Berprestasi Dan Berintegritas Di Tengah Pandemi’.
Tema tersebut menyiratkan makna bahwa segenap guru dan karyawan perlu bekerja lebih optimal dan efisien sehingga dapat memberikan pendidikan terbaik kepada seluruh peserta didik SMKN 7 Kupang. Selain itu, optimis mewujudkan sekolah sebagai tempat yang nyaman dan menyenangkan untuk seluruh warga SMKN 7 dalam aktivitas mengajar, bekerja dan belajar.

Peringatan HUT SMKN 7 Kupang tahun ini yang dihadiri oleh guru-guru, perwakilan siswa-siswi, Pengawas Pembina Pendidikan SMK Dinas Provinsi NTT Maksi Gurang, Komite Sekolah Abas Lapaleng Ahmad dan Pdt. Yandri Manobe, dilaksanakan dengan sederhana dan singkat.
Dalam Khotbahnya, Pdt. Manobe mengajak seluruh komunitas SMKN 7 Kupang untuk hidup selalu Ora et Labora (Berdoa dan bekerja).
“Hari Ulang Tahun SMKN7 tahun ini menjadi lebih istimewa sebab tahun ini kita buktikan untuk bisa melewati masa Pandemi covid-19 ini. Tuhan begitu baik menyertai perjalanan lembaga pendidikan kita ini, menyertai kita semua dalam mengemban tugas mulia di lembaga ini. Kepada lembaga ini, para alumni dan kepada siapa saja yang berkehendak baik yang dengan setia memberikan perhatian, cinta, pengorbanan demi eksisnya lembaga tercinta ini,” ajaknya.

Kepala SMKN 7 Kota Kupang, Dra. Yeftasina M.A. Nitti menjelaskan bahwa SMKN 7 adalah Lembaga Pendidikan vokasi di bidang kemaritiman berstatus negeri yang ada di kota kupang. Lembaga Pendidikan ini didirikan tanggal 26 Maret 2012.
“Sejak berdiri sampai saat ini, SMKN 7 Kota Kupang telah dipimpin oleh dua orang Kepala Sekolah, Drs. Lukas Willa, M.Pd ( Maret 2021 sampai November 2014), dan Dra. Yeftasina M.A . Nitti (November 2014 sampai sekarang ). Dalam perjalanan usia sekolah yang ke-9 tahun , SMKN 7 Kupang telah berhasil menamatkan peserta didik atau alumni sebanyak 184 orang,” sebut Kepsek Yeftasina.
Lebih lanjut Ia mengatakan, walaupun lokasi sekolah SMKN 7 Kupang strategis, tetapi tidak dilalui jalur kendaraan umum atau angkutan kota, kira-kira 300 meter dari jalan utama terletak di daerah pemukiman penduduk, minat masuk peserta didik semakin meningkat, hal ini terbukti dengan jumlah peserta didik Tahun pelajaran 2020/2021 sebanyak 338 orang, dan jumlah guru dan pegawai sebanyak 42 orang.
“Lembaga pendidikan ini hadir untuk melatih, membina dan mendidik para peserta didik, taruna-taruni menjadi manusia karya berkarakter,” ujarnya.
Mengisahkan, Rencana untuk syukuran ulang tahun ke-9 SMKN 7, awalnya sudah kami rencanakan sejak tahun lalu, tapi karena pandemic Covid-19 sehingga tidak sempat kami laksanakan ibadat syukuran bersama dengan anak-anak, padahal kami sudah bentuk panitia waktu itu. Dan dukungan dari teman-teman akhirnya mereka bilang, Mama, apapun tahun ini kita harus ibadat walaupun sederhana kita harus ibadat tanpa semua siswa dan orangtua. Karena memang masih dalam pandemic Covid.
“Dan niat kami ini sebetulnya banyak yang kami harus buat, dalam arti melibatkan masyarakat pendukung sekolah ini, tetapi karena kondisi sehingga kami tidak mengadirkan atau mengundang mereka. Jadi, hanya perwakilan- perwakilan saja yang hadir. Dan puji Tuhan teman-teman juga sangat antusias. Dengan dukungan teman-teman, sehingga luar biasa hari ini bisa laksanakan dengan baik karena itu semua atas campur tangan Tuhan,” ucapnya dengan penuh syukur.
“Dan juga kami minta terima kasih dengan kehadiran sekolah ini ada yang meletakan dasar. Para teman-teman yang pendahulu khususnya salah satu teman sudah almarhumah dan juga teman mantan kepala Sekolah Bapak Lukas Wila waktu itu yang meletakan dasar juga dukungan dari pemerintah sehingga sampai saat ini sekolah ini ada,” ungkap Yeftasina penuh rasa haru.
Lebih lanjut Ia mengatakan, Program kami untuk sekolah ini kedepan, harapan-harapan dari kami untuk dukungan dari pemerintah khususnya program jurusan kemaritiman. Jadi program Bapak Presiden Jokowi salah satunya ialah kemaritiman. Sekolah kami masih banyak kekurangan. Banyak sarana- prasarana dan juga tenaga ahli untuk menangani khususnya jurusan pelayaran ini masih dalam keterbatasan khususnya tenaga pendidik.
“Sehingga harapan kami kedepan Pemerintah bisa melihat ini dan mendukung kami dengan bantuan-bantuan dan juga tenaga ahli khususnya guru-guru kejuruan khususnya Nautika Kapal Niaga. Sekolah yang memiliki 4 kompetensi ini yaitu, Nautika Kapal Niaga, Nautika Penangkap ikan, Teknika penangkap ikan dan Teknik Komputer Jaringan. (TKJ), dengan tenaga pendidik,” sebut Yeftasina.
“Kami sebagai pimpinan, atas nama seluruh warga sekolah mengucapkan terima kasih kepada bapak/ibu guru, karyawan, siswa, alumni SMKN 7, orangtua siswa, komite sekolah, warga sekitar sekolah di Penkase Kecamatan Alak, Pengawas Pembina SMKN 7 atas dukungannya sehingga kita diberi kesuksesaan dan bisa menjalankan amanah yang diberikan oleh Pemerintah dan masyarakat kepada kita semua untuk mengapdi di SMKN 7 Kota Kupang,” tutupnya.

Sementara Pengawas Pembina Pendidikan SMK Provinsi NTT, Maksi Gurang menegaskan tentang praktek. Memang disini pertama sekali menyangkut PTK (Pendidikan Tenaga Kependidikan).
“Disini ada 4 kompetensi keahlian yaitu Nautika Penangkap Ikan, Teknika Kapal Penangkap Ikan, Nautika Kapal Niaga dan Teknik Komputer Jaringan,” sebut Maksi.
Kata Maksi, yang kurang disini tenaga kependidikan bidangnya, bidang Nautika Kapal Niaga. Pertama, Faktor pembatasnya adalah di Nusa Tenggara Timur (NTT) tidak ada universitas LPTK (Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan) yang menghasilkan tenaga itu, sehingga sulit kita untuk mendapatkan tenaga yang ahli dibidangnya.
Kedua, formasi. Formasi untuk guru-guru Nautika jarang sekali ada. Dulu ada program dari pemerintah pusat lewat direktorat pendidikan kejuruan, siswa yang terbaik dari sekolah itu dikirim ke pusat P4TK terkait, untuk pertanian di Cianjur, Tehnologi di Malang dan Medan, untuk pariwisata di Sawangan, dan Teknologi juga di Bandung. Dan mereka mengikuti pendidikan selama tiga tahun pulang jadi guru. Yang terbaik itu. Tapi sekarang tidak ada lagi program itu.
Sehingga menurutnya, sekolah harus selalu memberikan usulan kepada kepala dinas pendidikan untuk bisa diinformasikan, karena formasi inikan ke BKD, dari BKD ke Menpan FB Jadi tidak bisa mengangkat sesuka hati guru apalagi guru kejuruan.
“Terus terang guru kejuruan memang sangat kurang. Beda dengan guru Matematika, Bahasa Indonesia, Bahasa inggris itu selalu ada. Di UNIKA ada, Undana, Muhammadyiah, UNKRIS ada. Kalau yang kejuruan itu agak susah terutama disini Nautika,” urainya.
Terkait dengan praktek-praktek mereka, “Saya berharap bisa bermitra kerja. Bekerjasama dengan dinas perhubungan, SART, PT Flobamor, Pelabuhan. Karena sekolah kejuruan itu wajib hukumnya bekerjasama sehingga pemenuhan prakteknya bisa berjalan. karena kita tidak punya kapal sendiri. Untuk itu harus bermitra,” tegasnya.

Sementara itu, Komite Sekolah Abas Lapaleng Ahmad mengatakan, “Saya sebagai Komite Sekolah itu kan juga salah satu pendukung tulang punggung untuk maju mundurnya sekolah juga tergantung dari pada komite,” ungkapnya.
Komite juga mewakili orangtua murid dan guru. Paling tidak harapan-harapan kedepan itu kan juga bahwa pemerintah lebih memperhatikan lagi kemajuan sekolah ini. Karena sekolah ini kan salah satu potensi untuk pengembangan SDM bisa lapangan anak-anak kita yang ada di Nusa Tenggara Timur.
Selama ini kelihatannya Pemerintah kepeduliannya sangat kurang di sekolah ini. Padahal banyak hal-hal yang perlu ditambah, diperbaiki, dilengkapi karena selama ini juga banyak alat-alat praktek yang sangat kurang.
“Oleh karena itu, Kami sebagai komite mengharapkan dukungan penuh pemerintah Provinsi dan Pemerintah kota Kupang,” ungkap Abas.
Pantauan media setelah ibadat syukur dilanjutkan dengan acara pemotongan tumpeng oleh kepala sekolah yang didampingi Pengawas Pembina Pendidikan SMK, Komite Sekolah, bersama guru-guru, kemudian dilanjutkan dengan makan bersama. (MD/Tim)










