KUPANG, RANAKANEWS.com- Memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) Tahun 2022, Anggota DPR RI, Julie Sutrisno Laiskodat sebagai Bunda Baca dan Bunda PAUD Nusa Tenggara Timur (NTT), menghadiri upacara puncak perayaan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang digelar di Alun-alun I.H Doko, Jumat (13/5/2022).
Berbalut pakaian adat Manggarai, Julie Laikodat yang akrab disapa Bunda Julie didampingi Pelaksana tugas (Plt) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTT, Henderina S. Laiskodat sebagai pemimpin upacara mengikuti upacara puncak perayaan Hardiknas tingkat provinsi NTT dengan khidmat.
Pada puncak perayaaan Hardiknas tingkat provinsi NTT itu, Bunda Julie Laiskodat juga memberikan dana pembinaan bagi sekolah yang menjuarai lomba mars dan yel-yel Restorasi Pendidikan.
Dimana dalam lomba mars restotasi pendidikan dijuarai SMAN 2 Kupang yang berhak atas dana pembinaan sebesar Rp5 juta, juara dua SMA St Yoseph Maumere dan berhak atas hadiah sebesar 3 juta dan juara 3, SMAN 3 Kupang Timur dengan hadiah sebesar Rp2 juta.
Sedangkan lomba yel-yel restorasi pendidikan dijuarai SMK Syuradikara Ende, juara dua SMKN Waikabubak serta juara 3 yakni SMK Kusuma Atambua.
“Bagi juara lomba mars dan yel-yel diberikan dana pembinaan dari Bunda Baca, Bunda PAUD NTT, Ibu Julie Laiskodat,” kata pembawa acara, Zet Adoe.
Anggota DPR RI yang juga sebagai Ketua Dekranasda NTT, Bunda Julie Laiskodat memberikan apresiasi kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTT dengan inovasi yang luar biasa merayakan Hardiknas dengan menggunakan busana adat daerah.
“Saya apresiasi kegiatan hari ini dengan inovasi yang luar biasa,” katanya.
Namun dirinya berharap momen Hardiknas jangan hanya dirayakan secara formalitas, tapi bisa memberikan panggung bagi anak-anak untuk kembangkan potensi-potensi yang ada.
“Saya rasa tidak lagi siswa dihukum karena tuntutan ujian, tapi cari potensi masing-masing dilatih dan dikembangkan sehingga bisa berkarya,” harapnya.
Salah satu contoh, kata Julie, yakni tenun, dimana terdapat siswa disabilitas di Kabupaten Kupang dan TTS yang potensi menenun dengan karya yang luar biasa.
“Rencananya besok, saya akan melihat anak-anak disabilitas di dua kabupaten itu,” ujarnya.
Contoh lainnya, kata dia, saat dirinya diminta untuk menjadi juri dalam lomba mars dan yel-yel restorasi pendidikan menggunakan pakaian adat. Disitu terlihat potensi anak-anak di 947 sekolah dalam mengikuti lomba itu sangat luar biasa.
“Mars dan yel-yel sangat luar biasa. Potensi siswanya ada, tapi tidak ada panggung, sehingga disiapkan dinas pendidikan,” katanya.
Sementara itu, Pelaksana tugas (Plt) Kadis Pendidikan dan Kebudayaan NTT, Henderina Laiskodat mengatakan puncak perayaan Hardiknas tingkat provinsi NTT ini bernuansa pakaian adat daearah ini, dimaksudkan untuk melestarikan budaya NTT.
“Tujuan kami gunakan pakaian adat guna melestarikan budaya sebagai salah satu infokator dinas pendidikan dan kebudayaan,” tandasnya. (*/RN)












