Pasca Ditebang, Umat Stasi St. Agustinus Tabana Gelar Aksi Hijaukan Kembali Mata Air Ongan Bele

Kawasan Hutan Mata Air Ongan Bele, Tabana yang sudah ditebang dan kini dibangun Broancaptering dalam proyek air bersih ke Desa Pantai Oa

LARANTUKA, RANAKANEWS.com – Sebagai langkah nyata menyambut pekan panggilan Aksi Puasa Pembangunan (APP) Keuskupan Larantuka tahun 2023, yang bertemakan, ‘Keadilan Ekologis Sebagai Ekspresi Iman’ sekaligus jadi angin segar bagi umat stasi St. Agustinus Tabana, Paroki Watobuku, melakukan aksi tanam pohon di kawasan Mata Air Ongan Bele dan Bukit Bolan, yang sejak Bulan November 2022 ditebang pohonnya serta digusur bukitnya untuk proyek air bersih ke Desa Pantai Oa.

Aksi keadilan ekologis dengan menanam berbagai jenis kayu hutan oleh umat stasi St. Agustinus Tabana beserta masyarakat Adat Tabana ini juga sebagai bentuk protes terhadap keberadaan proyek air bersih ke Pantai Oa, yang justru merusak kawasan hutan yang selama ini dijaga dan dilestarikan warga Tabana.

“Iya, kami hari ini turun melakukan aksi puasa pembangunan sesuai thema ‘Keadilan Ekologis Sebagai Ekspresi Iman’ di lokasi mata air Ongan Bele, dan Bukit Bolan. Sekitar 200 umat Stasi Tabana yang turun.

Ada banyak jenis pohon yang ditanami yakni: Bayam, Kenari, Waru, Beringin, Enau, Rao, Bambu, Pinang, Kelapa, Pisang dan Jenis Kayu Rimba lainnya,” terang Laurensius Lau Tobi, Ketua Stasi St. Agustinus Tabana, sebagaimana rilis yang diperoleh media dari koordinator Masyarakat Adat Tabana (MAT), Antonius Dopi Liwu, SH.

Lebih lanjut dijelaskan, aksi ini merupakan bentuk keprihatinan gereja terhadap rusaknya ekologis hutan yang selama ini dijaga dan dilestarikan masyarakat Adat Tabana, pasca hadirnya proyek air bersih ke Desa Pantai Oa.

“Terus terang kami sangat kecewa dengan pengrusakan lingkungan hidup dan hutan di kawasan ini. Padahal, kawasan ini kami jaga dan selalu lakukan penghijauan setiap tahun,” tambahnya.

Sembari menandaskan, aksi yang sama akan terus dilakukan guna memulihkan kawasan ini kembali seperti dulu. Rencananya, Jumat pekan depan 31/03/2023, dilakukan penanaman lanjutan pada areal yang belum ditanami.

Sementara itu, Antonius Dopi Liwu, yang juga selaku koordinator Masyarakat Adat Tabana, kepada wartawan menegaskan, pihaknya bersyukur dan berterima kasih kepada pihak Gereja Stasi St. Agustinus Tabana yang telah merespons cepat kerusakan kawasan hutan adat di Bukit Bolan dan Mata Air Ongan Bele, lantaran proyek air bersih ke Desa Pantai Oa.

“Ini juga menandakan bahwa Gereja Katolik peduli dengan lingkungan hidup yang telah rusak di kawasan tersebut. Apalagi sangat cocok dengan thema APP Keuskupan Larantuka tahun ini, yakni Keadilan Ekologis Sebagai Ekspresi Iman,” tukasnya, mengingatkan.

Pihaknya, sebut Anton Liwu, merasa mendapatkan support yang luar biasa atas aksi ekologis ini.

“Semoga kerjasama yang baik ini terus dilanjutkan kedepan, demi mengembalikan kawasan hutan di Bukit Bolan dan Mata Air Ongan Bele, seperti sedia kala,” timpalnya, sengit.

Terkait agenda reboisasi tersebut, sesuai informasi lapangan yang diperoleh media saat tiba di Tabana, dimulai sejak pukul 07.30 Wita, hingga pukul 10.00 Wita. Warga begitu antusias melakukan aksi ekologis tersebut.

Aksi simpatik ini pula menyusul dua kali sidang adat antara masyarakat Adat Tabana dan Pemdes bersama masyarakat Desa Pantai Oa, terkait pengrusakan kawasan hutan adat di Bukit Bolan dan Mata Air Ongan Bele, yang hingga kini belum berjalan maksimal.

Sementara beberapa pihak yang diundang dalam aksi penghijauan Stasi St. Agustinus Tabana, yakni Camat Wulanggitang dan Kapolsek Wulanggitang, berhalangan hadir. (OLA)

error: Konten dilindungi!