Perseftim ke ETMC Rote Ndao, Matias Djawa Minta Penjabat Bupati Doris Rihi Sikapi

Tokoh Masyarakat Flotim, Matias Djawa mantan Anggota DPRD Flotim 1999-2024 dari Fraksi PDIP Perjuangan yang juga sebagai Ketua DPC PDI Perjuangan Flotim- Lembata (Dok: OLA/ranakanews.com)

LARANTUKA, RANAKANEWS.com – Penjabat Bupati Flores Timur Drs.Doris Alexander Rihi,M.Si dan Penjabat Sekda Drs.Petrus Pedo Maran,M.Si diminta segera mengambil sikap tegas menyelamatkan  tim sepak bola  kebanggaan Flores Timur, Persatuan Sepak Bola Flores Timur (Perseftim) untuk resmi berangkat ke turnamen liga 3 El Tari Memorial Cup (ETMC) 2023 di Kabupaten Rote Ndao.

Pasalnya, sebagai tim yang paling pertama menjuarai turnamen El Tari Cup tahun 1968, dan memenangkan piala asli dan tetap El Tari Cup, yang kini diubah menjadi  El Tari Memorial Cup (ETMC), akan sangat memalukan jikalau sampai batal berangkat ke ETMC 2023 Rote Ndao, lantaran tak bisa membayar denda Asprov PSSI NTT sebesar Rp50 juta.

Demikian pernyataan serius salah satu tokoh masyarakat Flores Timur, Matias Djawa kepada Wartawan saat ditemui dikediamannya, Hotel Rulles Larantuka, Minggu (06/08/2023) sore.

Menurutnya, akan menjadi hal yang sangat memalukan dan menjadi preseden buruk bagi dunia sepak bola di Flotim, dan juga dipertanyakan kemampuan Penjabat Bupati Flotim Doris Rihi dan Penjabat Sekda Flotim Pedo Maran dalam menyelamatkan muka Perseftim dikancah sepak bola Nusa Tenggara Timur (NTT).

“Olehnya, sebagai salah satu pemerhati dan pencinta Perseftim sejak dihelatnya gelaran ETMC di NTT, merasa sangat malu dan terusik jikalau sampai Perseftim batal berangkat ke ETMC 2023 Rote Ndao, hanya karena tidak bisa melunasi denda indisipliner suporter Perseftim di ETMC 2022 Lembata sebesar Rp50 juta.

Sehingga Saya minta Penjabat Bupati Flotim Doris Rihi dan Penjabat Sekda Flotim Petrus Pedo Maran, bersama lembaga Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) menyikapi secara serius dan segera mencari solusi terbaik menyelamatkan Perseftim untuk ikut ETMC 2023 Rote Ndao,” tegas Matias Djawa, yang juga mantan Anggota DPRD Flotim 1999-2004 dari Fraksi PDI Perjuangan dan juga sebagai Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Flotim-Lembata.

Ia mengingatkan Pemda Flotim, dan DPRD Flotim, juga Asosiasi Kabupaten Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (ASKAB PSSI) Flotim dan Komisi Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Flotim agar segera membangun komunikasi intensif untuk menyelesaikan denda Rp50 juta kepada Asprov PSSI NTT, sebelum pembukaan ETMC 2023 Rote Ndao, 10 Agustus 2023.

“Sekali lagi, Saya minta tolong Pemda Flotim DPRD Flotim, Askab Flotim dan KONI Flotim untuk bicarakan dengan baik-baik selamatkan Perseftim,” tegasnya, serius.

Lebih lanjut, Matias Djawa yang dikenal sangat vokal dan berani bersuara kritis saat masih aktif sebagai politisi PDI Perjuangan dan menjadi Anggota DPRD Flotim, menegaskan agar jangan karena ulah segelintir orang dan tak bisa membayar denda Rp50 juta ke Asprov PSSI NTT, lalu nama besar Perseftim dikorbankan.

“Ya, Saya kira mumpung masih ada waktu, segera rapatkan barisan untuk bisa membayar denda Rp50 juta ke Asprov PSSI NTT dan memastikan tim Perseftim bisa berangkat ke ETMC 2023 Rote Ndao,” ungkapnya.

Terpisah, hingga Minggu, 06 Agustus 2023 malam, sejumlah elemen masyarakat Flotim di Kota Larantuka, pencinta Perseftim terus berjuang menggalang dukungan berbagai pihak untuk bisa mendonasikan dananya agar Perseftim melunasi denda Rp50 juta ke Asprov PSSI NTT.

Sementara itu, Ketua Askab Flotim Yosef Tua Dollu dalam jumpa pers di Kantor Askab PSSI Flotim belum lama ini, menyatakan pihaknya memang telah berupaya mencari talangan dana untuk bayar denda Rp50 juta ke Asprov PSSI NTT, namun belum membuahkan hasil, termasuk berkoordinasi dengan pihak KONI Flotim.

Tetapi, jikalau berbagai elemen masyarakat yang peduli Perseftim bisa ikut membantu menyumbangkan talangan dana Rp50 juta untuk bayar denda ke Asprov PSSI NTT, pihaknya dengan senang hati menerima.

Ia juga memastikan terkait kesiapan pemain Perseftim, tidak ada kendala serius sesuai hasil konfirmasinya dengan Pelatih Perseftim Hengky Hallan.

Kendati demikian, hingga Minggu, 06 Agustus 2023 malam, belum ada informasi terbaru terkait nasib Perseftim, dengan upaya melunasi denda Rp50 juta ke Asprov PSSI NTT. (OLA/RN)

error: Konten dilindungi!