BETUN, RANAKANEWS.com– Bupati Malaka Dr.Simon Nahak, SH. M.H, menjelaskan maksud dan tujuan, kenapa selalu disampaikan untuk di implementasikan program 3K (Kandang, Kebun, Kolam) di berbagai kesempatan program yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, semisal sosialisasi, penyaluran bantuan pangan dan lain-lain.
Hal itu disampaikan Simon Nahak dalam kesempatan membuka kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Industri Kecil (IK) Pengolahan Sorgum di Kabupaten Malaka, yang bertempat di aula Kantor Desa Lakekun Utara kecamatan Kobalima, Kabupaten Malaka Provinsi NTT, pada Selasa (26/09/2023)

Kegiatan itu di prakarsai oleh Kementerian Perindustrian RK melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi NTT TA 2023.
Dalam kesempatan itu, Bupati Malaka Dr. Simon Nahak, SH.,MH, menyampaikan bahwa “Kegiatan ini sangat positif, punya relevansi terkait program yang selalu saya sampaikan saat berjumpa dengan masyarakat dalam banyak kesempatan”
Tentu, tambahnya ” pemerintah Kabupaten Malaka sangat mensupport kegiatan ini”
“Saya mensupport kegiatan yang bermanfaat bagi warga kabupaten Malaka, tidak ada satu daerah atau wilayah yang bisa maju ketika Sumber daya manusianya tidak memiliki keterampilan” Ungkap Bupati Simon

“Keterampilan ini kita butuhkan dan pengalaman juga sangat dibutuhkan, Karena Ilmu tanpa praktek bagaikan makan sayur tanpa garam, hambar rasanya” Ujarnya penuh bijak.
SN berharap Kepada peserta untuk mengikuti pelatihan bimtek ini secara serius, sehingga bila sudah punya kepandaian dapat ditularkan kepada keluarga teman dan dikembangkan
Selain itu, Simon Nahak juga mengajak semua untuk mengimplementasikan 3K yakni kebun, kolam dan kandang , kalau setiap keluarga punya Kebun Kolam dan kandang ternak, kebutuhan meningkatkan penghasilan dan gizi keluarga pasti terpenuhi juga mencegah terjadinya Stunting bagi anak dan cucu.

Tujuan dari program 3K ini untuk mengatasi Inflasi sehingga dapat membantu kemandirian pangan dari tiap keluarga, jelasnya.
“Konsep kemandirian ekonomi atau pangan adalah cita-cita luhur dari para pendiri bangsa Indonesia ini,” Kata Bupati Simom Nahak.
Sebelumnya Ketua panitia bimtek IK (industri Kecil ) pengolahan Sorgum, Justinianus R. Manbait, ST. dalam laporanya menyampaikan, terlaksananya kegiatan ini berdasarkan Peraturan Daerah Provinsi NTT Nomor 2 Tahun 2023 tentang Rencana Pembangunan Industri Provinsi NTT Tahun 2023- 2043
Bertujuan Meningkatkan kualitas, kreatifitas dan inovasi produk olahan sorgum serta memiliki nilai saing yang tinggi. Juga memberikan nilai tambah bagi sorgum agar dapat menjadi produk substitusi impor yang berkualitas tinggi dan diminati masyarakat, Ungkap Justinianus
Mendorong penggunaan produk sorgum lokal dalam mendukung proses mitigasi stunting di NTT, juga Mendorong berkembangnya industri pengolahan sorgum lokal sehingga menyerap tenaga kerja lokal.
Manfaat Bimtek ini lanjut Manbait, dimaksudkan untuk melatih 20 orang pelaku industri Pengolahan Pangan di Kabupaten Malaka tentang beragam cara pengolahan sorgum yang tepat dan berkualitas serta memiliki nilai tambah yang tingal
Diikuti oleh 20 orang peserta dan pengajar Rehany Susanna Christine Mooy Pimpinan IKM Smooth Moves Instruktur Rehany Mooy dan Nikanor Lada
Disampaikan Ketua panitia, Kegiatan bimtek ini berlangsung selama empat (4) hari, terhitung (26-29/09/2023.
Sementara Kepala Dinas Perindustrian Koperasi Usaha Kecil Menengah Kabupaten Malaka, drh. Rofinus Seran Bria menyampaikan terimakasih kepada penyelenggara, Karena ilmu yang direncanakan untu perbaikan SDM provinsi NTT tentunya tidak terlepas dari niat baik dari pemerintah pusat melalui mentri perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, M.Si, yang selalu berpesan disetiap acara, bahwa industri dibangun harus dengan SDM yang baik.
Ikuti dan dalami apa yang disampaikan selama kegiatan ini berlangsung, sehingga ada makna dan pengalaman yang dipetik, dan bisa bermanfaat untuk semuanya, pesan Rofinus.
Rofinus berharap, agar peserta yang mengikuti kegiatan ini, menjadi pelaku perindustrian di kabupaten Malaka.
Artinya, lanjutnya, setelah berlatih hari ini, ilmunya tidak hanya untuk diri sendiri tapi ditularkan kepada sesama di wilayah Desa, kecamatan atau di Kabupaten Malaka.
Ia berharap agar pelatihan ini menjadi momen yang baik sebagai motivasi bagi peserta yang hadir dan bertindak sebagai motor penggerak pembangunan perindustrian di kabupaten Malaka. (YB/RN)










