Sepekan Semburan Lahar Panas Lewotobi, Warga Nurabelen Akhirnya Mengungsi

Situasi Desa Nurabelen Kecamatan Ile Bura, Senin, 04 November 2024 sore pasca letusan hebat Gunung Api Lewotobi Laki-Laki, Minggu 03 November 2024 pukul 24.00 WITA, yang menghancurkan Desa Klatanlo, Hokeng Jaya dan Wulanggitang lainnya, juga Desa Dulipali Kecamatan Ile Bura: Foto (OLA/Ranakanews.com)

LARANTUKA,RANAKANEWS.com-
Sudah sepekan letusan besar Gunung Api Lewotobi Laki-Laki yang terjadi sejak Minggu, 03 November 2024 pukul 24.00 WITA, yang memuntahkan lahar panas dan menelan korban jiwa 9 warga hingga menghancurkan pemukiman warga di wilayah Wulanggitang dan Desa Dulipali Kecamatan Ile Bura, akhirnya mulai menjangkau wilayah lain di Kecamatan Ile Bura yakni Desa Nurabelen dan memaksa warga harus mengungsi ke tempat aman.

Lebih dari 800 warga Nurabelen ini menyusul warga Desa Nobo, yang terletak persis dibawah kaki gunung Lewotobi Laki-Laki, yang sudah lebih dulu mengungsi.

“Benar, Warga Desa Nurabelen saat ini sudah berada di Posko pengungsian Desa Konga, Bokang dan Lewolaga Kecamatan Titehena.

Mereka dijemput oleh Petugas setelah sebelumnya ada yang sempat mengungsi di Kantor Camat Ile Bura,”jelas Pelaksana Tugas Camat Ile Bura, Silvester Rape Lein,S.Sos saat dikonfirmasi Wartawan, Jumat, (8/11/2024) pagi.

Sementara, warga lainnya di Desa Riangrita, Lewotobi, Lewoawang dan Riangbura Kecamatan Ile Bura relatif masih aman di desa masing-masing,”tambahnya, lagi.

Meskipun, Kamis 7 November 2024 siang saat erupsi besar dengan tinggi kolom mencapai 8000 meter diatas puncak kurang lebih 3.584 mdpl, tertinggi sejak erupsi Gunung Api Lewotobi Laki-Laki terjadi, dengan guguran awan panas sejauh 3 Kilometer ikut mengancam wilayah Ile Bura, dari Nobo-Nurabelen-Riangrita-Lewotobi-Lewoawang hingga Riangbura.

“Saat ini terus dipantau perkembangan situasi di wilayah desa lainnya di Ile Bura,”tambah Silvester Lein.

Sementara itu, informasi resmi yang dirilis Pos Pengamatan Gunung Api Lewotobi Laki-Laki di Stasiun Vulkanologi dan Badan Geologi Desa Pululera, telah terjadi letusan disertai semburan api magma pada Jumat 8 November 2024 pukul 01.25 WITA, dengan kolom abu teramati kurang lebih 2000 meter diatas puncak Gunung dari ketunggian Gunung Api Lewotobi Laki-Laki 3.584 mdpl, berwarna kelabu berintensitas tebal condong ke utara timur laut, terekam di seismogram beramplitudo maksimum 47, 3 mm durasi sementara 2 menit, 2 detik.

Salah seorang warga Nurabelen yang saat ini berada di tenda pengungsian Lewolaga, Samson Nama Ola juga membenarkan peristiwa mengerikan Jumat 8 November 2024 dinihari tersebut.

“Sangat mengerikan saat melihat api lahar mengalir turun ke arah Dulipali, Nobo dan Nurabelen.

Untungnya, Kami sudah diungsikan ke Lewolaga menempati SDK Lewolaga dan SMP Lewolaga, saat ini,”ujarnya saat dikonfirmasi Wartawan.

Ia berterima kasih kepada Pemerintah yang telah bergerak cepat membawa mereka ke Lewolaga dan juga tempat lainnya yang aman.

“Iyah, semoga bantuan dari pemerintah dan pihak relawan kemanusiaan bisa disalurkan kepada warga Nurabelen yang saat ini berada di SDK Lewolaga dan SMP Lewolaga,”tuturnya, merendah.

Kepala BNPB Republik Indonesia Letjend TNI Suharyanto,S.Sos.,MM kepada Media saat berkunjung ke Pos Pengamatan Gunung Api Lewotobi Laki-Laki di Desa Pululera, kembali mengingatkan kepada seluruh warga dan berbagai pihak agar meningkatkan kewaspadaan saat berada di sekitar Gunung Api Lewotobi Laki-Laki.

Pasalnya, aktivitas vulkanis Gunung Api Lewotobi Laki-Laki sangat sulit diprediksi kapan meletusnya.

“Kami akan meminta para ahli untuk memetakan kondisi Gunung Api Lewotobi Laki-Laki dan juga memasang alat deteksi dini, untuk memberikan informasi detil keadaan gunung setiap saat, kendatipun sulit memastikan kapan Gunung Api Lewotobi Laki-Laki itu meletus.

Letjend TNI Suharyanto juga kembali menegaskan, selain memberikan bantuan warga di tenda pengungsian, pihaknya terus melakukan upaya agar desa yang berada dalam zona 4 Km harus siap direlokasi.

“Tidak usah khawatir direlokasi, karena tanah yang ada dalam wilayah desa-desa tersebut tetap jadi milik warga yang bersangkutan,”ujarnya. (OLA)

error: Konten dilindungi!