
LARANTUKA,RANAKANEWS.com-Puncak Gunung Lewotobi Laki-Laki dan Perempuan tampak cerah dan terlihat jelas dari simpang Nobo-Nurabelen-Lewotobi, Rabu 3 Februari 2026, siang, seperti sedang memberi restu saat umat Paroki Santu Yosef Lewotobi berjejal menyambut Sang Gembala Uskup Larantuka Mgr.Yohanes Hans Monteiro, Pr, di Desa/Stasi Nobo.
Langit yang saban hari mendung berkabut disertai hujan, hari ini cerah ceria menjadi saksi begitu antusiasnya ribuan pasang mata yang setia menanti dari pukul 10.00 WITA, walau terik menyengat hingga sekitar pukul 13.00 WITA, Sang Gembala tiba kembali ke rahim tanah yang membuka jalan panggilan imamatnya, ketika Mgr.Yohanes Hans Monteiro, Pr menjadi Frater Top di Paroki St.Yosef Lewotobi 31 tahun lalu, dari tahun 1995 hingga 1997.
Suasana riang gembira bercampur haru serentak membangkitkan rasa syukur penuh gelora dan bangga hati seluruh umat yang hadir.
Dimana, Seorang Frater Top bernama Yohanes Hans Monteiro, yang pernah menjadi pelayan umat pada masa-masa sulit, penuh keterbatasan di Paroki Santu Yosef Lewotobi, kini hadir nyata sebagai Uskup Larantuka, meski Lewotobi sedang dirundung nestapa bencana erupsi yang membawa banyak penderitaan.
Korban jiwa, hilang rumah, harta benda, mata pencaharian dan masa depan yang belum menentu.
Meski demikian, seperti mata air, saat Uskup Mgr.Yohanes Hans Monteiro, Pr dan rombongan tiba di pertigaan Desa Nobo,
sekitar pukul 13.00 WITA, setelah melewati perjalanan panjang dari Seminar Ritapiret, Maumere, kemudian disambut umat di Boru Wulanggitang, membawa kesejukan hati dan disambut penuh hangat, ribuan umat, tokoh adat, Pastor Paroki Santu Yosef Lewotobi, Romo Leo Lewokerore,Pr, Camat Ile Bura Anton Kowa Kleden serta para Kepala Desa Se Ile Bura dan Kepala Puskesmas Ile Bura.
Uskup Mgr.Yohanes Hans Monteiro, Pr, lantas diterima melalui suguhan ceremonial adat, sebelum diarak menuju rumah tuan tanah Desa Nobo Suku Bukan.
Uskup Mgr.Hans Monteiro, Pr, Jalani Masa Frater Top di Paroki St.Yosef Lewotobi 1995-1997
Mewakili umat, Ketua Dewan Pastoral Paroki (DPP) St.Yosef Lewotobi, Titus Temu dalam sapaannya dihadapan ribuan pasang mata, menyatakan rasa kagum atas kebesaran dan kemuliaan agung Tuhan yang telah mempersembahkan salah satu putra terbaiknya menjadi Sang Gembala bagi umat Keuskupan Larantuka, yang lahir dari rahim Gunung Lewotobi saat menjadi Frater Top tahun 1995 hingga 1997.
“Hari ini menjadi sebuah berkat istimewa dan kebanggaan seluruh umat Paroki St.Yosef Lewotobi, karena salah satu putra terbaik, yang pernah menjadi pelayan paroki sebagai Frater Top pada tahun 1995-1997, berjalan kaki dari Nobo ke Nurabelen, terus sampai di Lewotobi-Lewouran, kini datang kembali sebagai Uskup Larantuka.
Di rahim tanah yang serba susah saat itu. Jalan berbatu. Tanpa listrik dan sinyal, lalu dilanda bencana alam erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki hari ini, Tuhan memilih Mgr.Yohanes Hans Monteiro, Pr menjadi Uskup Larantuka.
Ini sebuah tanda berkat yang luar biasa dari Tuhan.
Karena itu, Kami patut bersyukur kepada Tuhan atas peristiwa sakral yang sangat membahagiakan ini.
Semoga berkat ini membawa terang dan cinta bagi seluruh umat, dan juga harapan baru berakhirnya penderitaan umat akibat bencana alam erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki,”pinta Titus Temu, penuh semangat.
“Iyah, dengan berkat Uskup Mgr.Yohanes Hans Monteiro, Pr, memberi kekuatan bagi Kita semua untuk mampu hidup sehari-hari dalam suasana penuh keterbatasan saat ini, dan selalu yakin bencana Gunung Lewotobi Laki-Laki segera berakhir,”tutup Titus Temu.
Mgr.Yohanes Hans Monteiro, Pr: Ini Sukacita Bersama Dibalik Bencana Gunung Lewotobi
Sementara itu, Uskup Mgr.Yohanes Hans Monteiro, Pr dengan wajah penuh bahagia dan rasa haru, saat memberikan sapaan singkatnya, mengucapkan terima kasih yang mendalam atas penyambutan yang luar biasa dari Pastor Paroki, Dewan Pastoral Paroki, Dewan Pastoral Stasi dan seluruh umat Paroki Santu Yosef Lewotobi.
“Ini adalah tempat Saya menjalani waktu praktek Pastoral dari tahun 1995 sampai 1997, yang penuh sederhana yang menempah Saya untuk kemudian menjadi seperti saat ini.
Terima kasih juga untuk semua pihak yang berpartisipasi dalam penyambutan Uskup baru Keuskupan Larantuka.
Saya juga memohon doa dan kehadiran semuanya dalam perayaan tahbisan Uskup Larantuka pada Rabu 11 Februari 2026, demi masa depan Keuskupan Larantuka yang lebih maju.
Saya tahu, Saya datang di tempat bencana, tapi suasana penyambutannya sangat luar biasa dan penuh antusias.
Ini adalah tanda kegembiraan dan sukacita Kita bersama dibalik penderitaan ini.
Sebab, sejatinya tidak ada penderitaan yang berkepanjangan. Tapi, ini hanyalah cobaan-cobaan sementara.
Tuhan akan memberikan kebahagiaan pada saat dan waktunya,”pesan Uskup Hans Monteiro, Pr , memberikan peneguhan.
Pada kesempatan itu, Uskup Hans Monteiro, Pr juga memberi salam sukacita khusus bagi tuan rumah bagi Charles Bukan, yang telah menerimanya dengan penuh kehangatan.
Bahkan, Uskup Mgr.Hans Monteiro, Pr juga sempat memperkenalkan Charles Bukan sebagai pemain musik organ dan gitar yang handal, serta memintanya bisa menghibur seluruh umat yang hadir saat jamuan makan siang bersama.
Meskipun, waktunya terbilang singkat, yakni hanya 30 menit, Uskup Mgr.Hans Monteiro, Pr tetap menyempatkan makan siang bersama, lalu memberikan salam jabat tangan dan berkat langsung bagi umat, sebelum bertolak ke Larantuka.
Sekitar pukul 14.00 WITA, rombongan Uskup meninggalkan Stasi/Desa Nobo.
Sepanjang jalan, rombongan Uskup bersama puluhan mobil, disambut antusias umat dengan bendera Putih-Kuning di tangan, mulai dari Desa Konga, Kompleks Huntara Konga hingga Desa Lewolaga.
Sebagaimana pantauan langsung Wartawan, tiba di depan jalan masuk Gereja Konga, Mobil Uskup Mgr.Hans Monteiro, sempat berhenti sekitar 10 menit disambut umat Stasi Konga bersama Conferia, juga anak sekolah yang telah menanti dengan penuh antusias.
Meski peluh keringat karena terik matahari siang, terlihat jelas di wajah Mereka.
Untaian doa pun tak henti dilakukan. Berkat dari Uskup Mgr.Hans Monteiro, Pr bagi semua yang hadir, juga terus diberikan sepanjang jalan.
Prosesi penyambutan kali ini pun berjalan lancar dan sukses.
Tak ada hujan dan angin kencang. Langit cerah ceria, hingga rombongan Uskup lepas dari Desa Lewolaga, sekitar pukul 14.30 WITA. (OLA)










