Kepala Desa Golo Wua, Romanus Gar ikut aktif dalam sekolah lapangan ( Foto: Yuvens J )
RUTENG, RANAKANEWS.com – Program Program TEKAD (Transformasi Ekonomi Kampung Terpadu) di Kabupaten Manggarai terus mendorong penguatan ekonomi desa melalui peningkatan kapasitas kelompok tani.
Salah satunya dilakukan melalui kegiatan sekolah lapang pembuatan pupuk bokashi dan pupuk organik cair yang digelar di Desa Golo Wua, Jumat (7/3/2026).
Kegiatan tersebut melibatkan Kelompok Penerima Bantuan (KPB) Golo Wua yang juga menerima dana demplot sebesar Rp100 juta untuk pengembangan usaha hortikultura.
Koordinator Kabupaten Manggarai Program TEKAD, Largus Ogot, mengatakan usaha hortikultura dinilai sangat potensial karena tingginya permintaan pasar, termasuk kebutuhan bahan pangan dari program Makan Bergizi Gratis.
“Usaha hortikultura saat ini sangat cocok dikembangkan karena permintaan pasar cukup tinggi, terutama dari kebutuhan dapur program MBG,” ujarnya.
Kepala Desa Golo Wua, Romanus Gar, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan apresiasi dan kegembiraannya atas pelaksanaan program TEKAD di wilayahnya. Ia bahkan ikut turun langsung mengikuti proses pembelajaran bersama anggota kelompok.
Menurutnya, program ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat desa melalui penguatan usaha produktif kelompok.
Ia juga menekankan pentingnya disiplin dan tertib dalam pengelolaan keuangan kelompok agar seluruh kegiatan dapat berjalan transparan dan akuntabel.
Sementara itu, Kader TEKAD Desa Golo Wua Leonardus Kanja menyatakan optimisme terhadap keberhasilan program tersebut. Ia mengajak seluruh anggota kelompok untuk serius mengikuti proses sekolah lapang agar kemampuan teknis dan manajemen usaha kelompok dapat meningkat.
“Kalau semua anggota serius belajar dan bekerja bersama, program ini pasti berhasil,” katanya.
Kegiatan sekolah lapang tersebut dipandu oleh Petugas Penyuluh Teknis TEKAD Yuvensius Janggat dan didampingi oleh Penyuluh Pertanian Lapangan dari Dinas Pertanian, Rudi.
Melalui kegiatan ini, anggota kelompok tidak hanya belajar memproduksi pupuk organik secara mandiri, tetapi juga didorong untuk meningkatkan produktivitas usaha hortikultura yang diharapkan dapat memberikan keuntungan ekonomi bagi kelompok dan masyarakat Desa Golo Wua.(WG)












