
LARANTUKA,RANAKANEWS.com – Erupsi Gunung Api Lewotobi Laki-Laki yang terus meningkat sejak Sabtu, 23 Desember 2023, telah membuat warga mengungsi dari rumahnya, selain terdampak abu vulkanis tapi juga karena panik.
Jumlah warga yang mengungsi pun terus bertambah dari hari ke hari, meski belum ada korban jiwa atau luka-luka akibat terkena abu panas vulkanis.
Hingga hari ke 13 penanganan yakni Kamis, (11/01/2024), dari berbagai sumber yang diperoleh Media, menyebutkan data jumlah pengungsi terus bertambah tembus 5.464 jiwa.
Rinciannya, Laki-laki 2.659 jiwa, Perempuan 2.805 jiwa, dari 1.016 Kepala Keluarga, dalam dua Kecamatan yakni Wulanggitang dan Ile Bura.
Adapun, dari jumlah pengungsi korban erupsi tersebut, yang masuk kategori kelompok rentan, mencapai 407 jiwa.
Diantaranya: Bayi 39 Laki-laki, 37 Perempuan. Bayi 174 Laki-laki, 138 Perempuan.
Ibu Hamil 23 jiwa, Ibu Menyusui 118 jiwa.
Para Lanjut Usia 280 Laki-laki, Perempuan 295. Difabel 6 Laki-laki dan 6 Perempuan.
Para korban erupsi Gunung Api Lewotobi Laki-Laki ini pun, selain tersebar di Kecamatan Wulanggitang dan Ile Bura, namun ada yang mengungsi secara mandiri di Kecamatan Titehena, Demonpagong dan Larantuka, serta Kecamatan Talibura Kabupaten Sikka.
Pelaksana Tugas Kepala Satlak Badan Penanganan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Flores Timur, Ahmad R.Duli,SE yang dikonfirmasi Media terkait data jumlah pengungsi korban erupsi Gunung Api Lewotobi Laki-Laki, belum memberikan penjelasan terkait penambahan jumlah pengungsi ini.
Dilain pihak, Penjabat Bupati Flotim Drs.Doris Alexander Rihi,M.Si sejak awal mengingatkan agar data pengungsi harus akurat dan benar.
“Saya minta Pak Plt.Kalak BPBD Flotim dan semua tim yang bekerja agar data pengungsi harus benar-benar akurat dan benar.
Jangan asal mendata, harus cek benar-benar ke lapangan juga, supaya data ini bisa dipertanggungjawabkan di kemudian hari.
Jangan sampai selesai urus ini bencana erupsi, muncul masalah lainnya,”ujarnya saat meninjau kesiapan Posko Penanganan Boru dan Konga, sebelum kunjungan kerja Penjabat Gubernur NTT Ayodhia Kelake.
Sejumlah pihak juga menyarankan Pemda Flotim agar akurat dan benar dalam mendata jumlah pengungsi korban erupsi Gunung Api Lewotobi Laki-Laki.
Pasalnya, peningkatan jumlah korban erupsi yang terus meningkat hingga 5.464 jiwa per Rabu, (10 Januari 2024), saat Warga Desa Nurabelen dievakuasi ke Desa Riangkaha, Kecamatan Ile Bura, seketika menimbulkan lonjakan jumlah pengungsi yang cukup siginifikan.
Termasuk dengan pembangunan Posko Penanganan Korban Erupsi di Perbatasan Larantuka-Maumere. (OLA)