Daerah  

BPD Sebut Kades Compang Deru Nakal Mengelolah Proyek DD

BORONG, RANAKA-NEWS.Com- Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Yustinus Darmoyuwono sebut Kepala Desa Compang Deru, Kecamatan Lamba Leda, Kabupaten Manggarai Timur Nakal Mengelola Proyek.
Pasalnya proyek lapisan penetrasi (Lapen) dikerjakan pada akhir tahun 2020 kemarin tanpa papan informasi proyek tersebut kini kembali rusak parah.
Badan Permusyawaratan Desa, Yustinus Darmoyuwono, kepada media ini melalui whatsapp pribadinya selas, (29/6/2020) mengatakan proyek lapisan penetrasi (Lapen) dikerjakan akhir tahun 2020 menghubungkan Sp Deru- kampung Cedeng kini kembali rusak.
Ia mengatakan proyek jalan Lapen ini bersumber dari Dana Desa (DD) Tahun Anggaran 2020, Namun Kepala Desa (Kades) Vitalis Merahasiakan pagu anggarannya kepada Badan Permusyawaratan Desa (BPD).
“Saat Rapat Musrenbang tahun anggaran 2021 BPD minta APBDes tahun anggaran 2020, tapi respon Pemerintah Desa (Pemdes) Compang Deru belum selesai dikerjakan” kata Dharma.
Lebih lanjut Dharma menjelaskan, setelah beberapa bulan kemudian tepatnya bulan April 2021 dirinya kembali meminta APBDes tahun anggaran 2020 kepada Pemerintah Desa Compang Deru di kantor Desa, melalui Sekertaris, Bela Ance dan Operator Desa, Anus Geong namun respon mereka sudah selesai dikerjakan akan diberikan kepada BPD dalam waktu dekat, tapi hingga kini belum diberikan kepada BPD. 
“Saya menduga Kades Vitalis, Sekertaris Bela Ance, dan Operator Anus, ada konspirasi anggaran tahun 2020 lalu, sehingga mereka Pemerintah Desa (Pemdes) Compang Deru enggan memberikan APBDes tahun Anggaran 2020 kepada BPD” ungkap Dharma
Dirinya meminta meminta kepada pemerintah daerah kabupaten Manggarai Timur melalui Dinas PMD dan Kasi PMD kecamatan Lamba Leda segera memanggil Kades, Sekertaris dan operator Desa Compang Compang Deru.
“Terkait lapen yang dikerjakan tahun 2020 yang kembali rusak parah tersebut, Saya mengharapkan Dinas PMD Kabupaten Manggarai Timur dan Kasi PMD kecamatan Lamba Leda segera turun diloksi untuk mengecek langsung kondisi Lapen ini” tutup Dharma. (TIM/RN)
error: Konten dilindungi!
Exit mobile version