SOE, RANAKANEWS.com – Bupati Timor Tengah Selatan (TTS), Egusem Pieter Tahun, ST, MM mengakui program yang digagas oleh Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat, ‘Tanam Jagung Panen Sapi’ menuai sukses di Kabupaten Timor Tengah Selatan. Hal itu disampaikan Bupati kepada media ini, Selasa (7/12/2021).
Dikatakan Bupati, selama 32 tahun ia mengabdi sebagai ASN dan menjabat beberapa posisi strategis namun belum sanggup membangun jalan.
“Saya kerja 32 tahun. Saya pernah menjabat sebagai Kepala Dinas PUPR. Tapi kami tidak sanggup bangun jalan sampai Pak Viktor Laiskodat baru bangun,” ungkap Bupati Epy Tahun.
Lanjut Bupati, sekarang kalau ke Nuapin dengan mobil apapun bisa jangkau.
“Dulu kita mau ke Oenlasi susah sekali. Ke Oenlasi 2 jam. Sekarang ke Oenlasi lambat- lambat 1 (satu) jam. Kalau kita terus sampai di Boking, kondisi sekarang 2 jam. Yang dulu kita bisa jangkau 3- 4 jam, itu mengenai jam. Saya akui program Gubernur untuk jalan sudah berhasil dan kita sudah rasakan,” tutur Bupati Epy Tahun.
Sedangkan Pariwisata, menurut Bupati, Destinasi Wisata khusus Fatumnasi sampai Pak Viktor baru terangkat kepermukaan, dan kita punya destinasi dikenal orang luar.
Dan disitu kata Bupati, sudah dibangun Home Stay dan Resto. Memang baru mulai tapi sudah berjalan baik. Sudah ada Pendapatan Asli Daerah (PAD untuk Pemerintah Daerah (Pemda).
“Sebagai Bupati Penanggung jawab Pemerintah Daerah ini, saya ucapkan terima kasih kepada Bapak Viktor, karena jalan ini sudah baik,” ujar Bupati.
Diakui Bupati Epy, Gubernur Viktor mendorong pihaknya untuk berjalan lebih cepat membangun TTS dengan suguhan program yang pro rakyat.
“Beliau dorong- dorong kita, dan kami punya motif dipakai oleh Bapak Presiden itu baru terjadi secara republik, seorang Presiden mengenakan adat TTS yang asalnya dari kampung saya. Dan kami sekarang mengenang hal itu, kami buatkan Patung Jokowi dan itu salah satu motivasi dari Pak Viktor dan juga Ibu Julie. Saya mengakui Ibu Julie cukup memberikan perhatian,” ungkapnya.
Tanam jagung Panen Sapi tambah Bupati, “Kita tidak pernah ekspor Jagung, tapi sampai Pak VBL kami ekspor Jagung dari TJPS. Terekspor tahun lalu yang terkafer resmi 1000 ton. Dan dari TJPS itu populasi ternak kami bertambah; Sapi, Ayam, Babi bertambah. Jadi, mendorong populasi ternak di daerah ini untuk terus meningkat,” tuturnya.
Lalu Kelor, kami tanam tidak terpusat. Tanam persial dimana- mana. Tapi masyarakat sudah rasakan.
Ada beberapa home industri mereka jual kelor dan kopi kelor, teh kelor, coklat dan sabun.
“Beberapa waktu yang lalu ada kunjungan Pangdam IX/ Udayana saya suguhkan kopi kelor, kemudian mereka minta oleh- oleh, jadi, kopi itu dijadikan souvenir termasuk teh kelor. Pangdam IX/ Udayana mengakui bahwa Kopi ini enak sekali,” tutur Bupati.
Terkait Listrik. Beliau mendorong kami untuk dapat paket CSR dari PLN. Dan sudah dilaksanakan disini ada 2 titik sambungan rumah gratis, ini bantuan dari Bapak Gubernur. Saya sebagai Bupati berterima kasih kepada Bapak Gubernur yang mendorong kita untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat lewat pemberdayaan atau kegiatan- kegiatan tersebut.
Terkait angka stunting kita tertinggi. Tapi begitu arahan dari Bapak Gubernur kita bergerak, kami turun drastis. Sekarang kami posisi di 13 ribu, dari sekitar 40 ribu angka stunting di daerah ini.
Angka kemiskinan di NTT, TTS terbanyak dan tertinggi. Sekitar 46 ribu KK miskin ekstrim. Setelah kami ferri file data kurang sekitar 11 ribu jadi lagi 35 ribu. Kami intervensi 23 ribu lebih. Jadi sekitar 12 ribu. Dari 12 ribu kami intervensi lagi kami bisa dapat 8 atau bisa di satu digit.
“Paling lambat 2023 kami harus tutup yang namanya angka kemiskinan ekstrim dan juga harus tutup stunting di daerah ini. Karena kemarin kami secara regional NTT kami turun paling tinggi kurang lebih 8,5 persen dari populasi yang ada. Jadi itu dorongan dan motivasi dari Bapak Gubernur,” ungkap Bupati.
Lanjut Bupati, terkait Sapi Wagyu. Selama ini kami hanya diberikan kuota 12 ribu, sedangakan populasi Sapi di TTS ada 210 ribu, sehingga didalam kepemimpinan Bapak Viktor saat ini, kami minta kuota sapi untuk TTS dinaikan.
Dirinya berharap kalau yang baiknya itu harus minimal 10.000 (10%), berarti seharusnya 20 ribu. Saya minta kepada Bapak Viktor agar dinaikan kuotanya. Kalau tidak diberikan kuota ini kami akan kesulitan bersaing dengan papalele.
Ketika ditanya terkait program Gubernur dan Wakil Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat dan Josef Nae Soi, Bupati mengatakan, “The Best,”.
“Beliau sangat baik untuk kita di TTS. Karena motivasi beliau arahkan, saya tinggal melanjutkan. Mengenai penyertaan modal ke Bank Pembangunan Daerah (BPD) kita dapatkan deviden untuk Pendapatan Asli Daerah (PAD) senilai 13 miliar. Semua ini atas motivasi Bapak Gubernur,” ungkap Bupati.
Dan saya mau menyampaikan bahwa kelebihan Bapak Viktor Laiskodat itu, Beliau mau datang ke desa- desa untuk melihat secara langsung setiap program yang beliau turunkan, menurut kami sangat bagus.
Saya sebagai orang TTS, ke depan kalau Beliau masih mau maju pasti saya dukung,” ungkap Bupati Epy Tahun. (TD)