WAIKABUBAK, RANAKANEWS.com– Bupati Sumba Barat Yohanis Dade,SH yang diwakili oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Drs Imanuel M.Anie,M.Si dengan resmi membuka kegiatan Musyawarah Cabang II dan Sumpah Profesi Ikatan Bidan Indonesia tahun 2022, Jumat (22/07/2022) di Gedung Alfa Omega Waikabubak.
Turut hadir Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan rakyat Drs Imanuel M.Anie,M.Si, Kepala Dinas Kesehatan drg Bonar B Sinaga,Ketua IBI Provinsi NTT Damita Palalangan, A.Md Keb, SKM, M. Hum,Ketua IBI Sumba Barat Hortensia Tefa, dokter RSUD Waikabubak,dokter RSK Lende Moripa
Kepala Puskesmas se- Kabupaten Sumba Barat,Ketua PPNI Sumba Barat Lukas Malo,Amd Kep Para bidan Se- Kabupaten Sumba Barat.
Ketua IBI Sumba Barat Hortensia Tefa periode 2017 – 2022 mengatakan bahwa Ikatan bidan Indonesia merupakan organisasi profesi bidan di Indonesia dan sebagai wadah para bidan dalam mencapai tujuan melalui kebijakan peningkatan profesionalisme anggota Keberadaan organisasi mendukung program pemerintah di Bidang Kesehatan terutama Pelayanan Kesehatan Ibu, Anak dan Kesehatan Reprodukasi. IBI terbentuk dikabupaten Sumba Barat pada Tahun 1996.
Jumlah anggota IBI saat ini: 149 Org dengan kualifikasi pendidikan
DI: 1 orang,D3: 127 orang D4: 18 Org. S1:3 orangPNS: 83 org TKD: 24 org Kontrak RS: 29 PIT: 3 Dirumahkan: 10 org Ucapan terimakasih kepada Pemerintah Daerah yang telah mendukung pengembangan Organisasi IBI di kabupaten Sumba barat dimana telah memberi kesempatan kepada para bidan untuk mengikuti pendidikan kejenjang yang lebih tinggi dan telah membuka lapangan /lowongan kerja bagi tenaga lulusa bekerja baik sebagai PNS maupun Tenaga Kontrak.
Harapan dari IBI PC Kabupaten Sumba Barat agar pemerintah te mendukung IBI dalam meningkatkan pendidikan D3 ke D4 atau S1, dan ST S2 dan juga tetap membuka lowongan penerimaan CPNS maupun Te Kontrak Bagi lulusan Pendidikan Bidan Bagi IBI Pengurus Daerah Pre TT untuk melakukan pembinaan berkelanjutan secara berkala demi kemajuan anggota IBI.
Kabupaten Sumba Barat dan seluruh anggota IBI Cabang Sumba Barat atas bekejasama membangun organisasi ini.
“Marilah kita bertekad dan saling mendukung membuat profesi ini menjadi tangguh di tengah masyarakat terutama dalam memberikan pelayanan yang berkualitas terutama pelayanan kesehatan Ibu dan anak dan pencegahan stunting Kabupaten Sumba Barat,” harapnya.
Ketua IBI Provinsi NTT Damita Palalangan, A.Md Keb, SKM, M. Hum menyampaikan bahwa kepada para bidan yang tergabung dalam IBI, untuk dapat berperan sebagai pendamping warga dalam mengatasi berbagai ancaman terhadap kesehatan, seperti penurunan angka stanting, gizi buruk, penyakit menular, perilaku kesehatan yang keliru, kejadian bencana, kedaruratan dan sejenisnya dengan memberdayakan potensi lokal secara gotong royong.
Dengan demikian para bidan dituntut untuk dapat mentransformasikan pengetahuannya kepada masyarakat, baik dalam kapasitas sebagai petugas maupun sebagai pribadi yang harus berinteraksi dengan lingkungan tempat tinggalnya.
Bupati Sumba Barat Yohanis Dade,SH diwakili oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejateraan Rakyat Drs Imanuel Anie,M.Si mengatakan Ikatan Bidan Indonesia (IBI) merupakan organisasi profesi bidan di Indonesia. Wadah Para bidan dalam mencapai tujuan melalui kebijakan peningkatan profesionalisme anggota guna menjamin masyarakat mendapatkan pelayanan berkualitas.
Bidan sebagai salah satu tenaga kesehatan strategis, yang memiliki tugas dan fungsi memberikan pelayanan untuk menurunkan angka kematian ibu dan anak.
Dalam meningkatkan derajat kesehatan, profesi bidan saling bahu membahu dengan organisasi lain, dalam memberikan pelayanan pada masyarakat. Selanjutnya pada sektor kesehatan, SDG’s meliputi masalah yang perlu di upayakan sebagai kelanjutan Millenium Development Goal (MDG’s) pada tahun 2015 lalu, seperti halnya penurunan prevalensi balita kurang gizi, stunting, penurunan angka kematian bayi dan balita, serta penurunan angka kematian ibu. Program tersebut sejalan dengan visi misi pembangunan daerah Kabupaten. (YB/RN)












