SOE, RANAKANEWS.com- Bupati Timor Tengah Selatan, Egusem Pieter Tahun, ST, MM mengatakan, untuk membawa Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) keluar dari kategori daerah tertinggal salah satunya adalah menggenjot pembangunan di Desa sesuai yang diprogramkan, terutama bidang pertanian dan peternakan yaitu program Tanam Jagung Panen Sapi (TJPS).
“Kami akan menggenjot pembangunan di Desa, diantaranya bidang pertanian yakni program Tanam Jagung Panen Sapi. Karena program TJPS ini potensinya sangat cerah untuk kemajuan ekonomi rakyat di pedesaan. Program lain di Desa itu akan dibenahi sesuai program yang ada,” ungkap Bupati Egusem Pieter Tahun, di Rumah Jabatan Bupati, Soe, Selasa (7/12/2021) .
“Kalau program TJPS ini terus digenjot, tentunya tidak mustahil ekonomi mereka (Masyarakat) membaik. Kalau ekonomi sudah membaik tentunya kami akan keluar dari status desa tertinggal,” tegas Bupati.
Saat ini lanjut Bupati, Pemerintah TTS berhasil menekan angka stunting dan kemiskinan. Saat ini penderita stunting di Kabupaten TTS berada di angka 13 ribu dari 40 ribu. Menggenjot pembangunan di Desa Kami optimis bisa menurunkan angka kemiskinan di angka belasan persen. Begitupula dengan stunting. Kalau ini dilaksanakan serius, saya yakin saatnya kami keluar dari status dari daerah tertinggal,” ungkap Bupati Epy Tahun.
Terkait Program yang digagas oleh Bapak Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat, Tanam Jagung Panen Sapi menuai sukses. Juga jalan di TTS, sampai Pak Viktor baru dibangun.
“Saya kerja 32 tahun. Saya pernah menjabat sebagai kepala dinas PUPR. Tapi kami tidak sanggup bangun jalan sampai Pak Viktor Laiskodat baru bangun,” ungkap Bupati Epy Tahun.
Lanjut Bupati, Sekarang kalau ke Nuapin dengan mobil apapun bisa jangkau. “Dulu kita mau ke Oenlasi susah sekali. Ke Oenlasi 2 jam. Sekarang ke Oenlasi lambat- lambat 1 (satu) jam. Kalau kita terus sampai di Boking, kondisi sekarang 2 jam. Yang dulu kita bisa jangkau 3- 4 jam, itu mengenai jam. Saya akui program Gubernur untuk jalan sudah berhasil dan kita sudah rasakan,” tutur Bupati Epy Tahun.
Sedangkan Pariwisata, menurut Bupati, Destinasi Wisata khusus Fatumnasi sampai Pak Viktor baru terangkat kepermukaan, dan kita punya destinasi dikenal orang luar.
Dan disitu kata Bupati, sudah dibangun Home Stay dan Resto. Memang baru mulai tapi sudah berjalan baik. Sudah ada PD untuk Pemda.
“Sebagai Bupati Penanggung jawab Pemerintah Daerah (Pemda) ini, saya ucapkan terima kasih kepada Bapak Viktor, karena jalan ini sudah baik,” ujar Bupati.
“Beliau dorong- dorong kita, dan kami punya motif dipakai oleh Bapak Presiden itu baru terjadi secara republik, seorang Presiden mengenakan adat TTS yang asalnya dari saya punya kampung. Dan kami sekarang mengenang itu, kami buat patung Jokowi dan itu salah satu motivasi dari Pak Viktor dan juga Ibu Julie. Saya mengakui Ibu Julie cukup memberikan perhatian,” ungkapnya.
Tanam jagung Panen Sapi tambah Bupati, “Saya kerja 32 tahun. Kita tidak pernah ekspor Jagung, tapi sampai Pak VBL kami ekspor Jagung dari TJPS. Terekspor tahun lalu yang terkafer resmi 1000 ton. Dan dari TJPS itu populasi ternak kami bertambah. Sapi, Ayam, Babi bertambah. Jadi mendorong populasi ternak di daerah ini untuk bertambah,” tuturnya.
Lalu Kelor, kami tanam tidak terpusat. Tanam persial dimana- mana. Tapi masyarakat sudah rasakan.
Ada beberapa home industri mereka jual kelor dan kopi kelor, teh kelor, coklat dan sabun.
“Beberapa waktu yang lalu ada kunjungan Pangdam IX/ Udayana saya kasih ini kopi kelor. Mereka minta kopi. Jadi kopi itu dijadikan souvenir. Kopi dan Teh. Pangdam IX/ Udayana bilang bapa ini enak sekali. Siap nanti kalau bapa berkenan kami kasih. Beliau minta kita kirim kesana,” tutur Bupati.
Listrik. Beliau mendorong masyarakat untuk kami dapat paket sasaran dari PLN. Banyak program yang dibuat Gubernur. Saya sebagai Bupati berterima kasih.
Terkait angka stunting kita tertinggi. Tapi begitu arahan dari Bapak Gubernur kita bergerak kami turun drastis. Sekarang kami posisi di 13 ribu, dari sekitar 40 ribu turunnya drastis sekali angka stunting.
Angka kemiskinan di NTT, TTS terbanyak dan tertinggi. Sekitar 46 ribu KK miskin ekstrim. Setelah kami ferri file data kurang sekitar 11 ribu jadi lagi 35 ribu. Kami intervensi 23 ribu lebih. Jadi sekitar 12 ribu. Dari 12 ribu kami intervensi lagi kami bisa 8 bisa di satu digit.
“Paling lambat 2023 kami harus tutup yang namanya angka kemiskinan ekstrim dan juga harus tutup stunting di daerah ini. Karena kemarin kami secara regional NTT kami turun paling tinggi kurang lebih 8,5 persen dari populasi yang ada. Jadi itu dorongan dan motivasi dari Bapak Gubernur,” ungkap Bupati.
Lanjut Bupati, Sapi Wagyu. Ketika Beliau naik ini dorong untuk Sapi Wagyu. Beliau target untuk NTT Tahun 2024 sebanyak 50 ekor. Sekarang kami sendiri 2023 itu sudah 40 ekor. Jadi kami di TTS, Sapi Wagyu yang harganya yang miliaran rupiah. Jadi target paling sedikit itu 200- 300 juta, itu untuk Sapi Wagyu. Dan juga kami di TTS, kepemimpinan Pak Viktor ini, kami kuota Sapi yang dikasih ke TTS, kami minta kuota dinaikan. Karena populasi Sapi di TTS itu 210 ribu. Mereka hanya kasih kami kuota sekitar 12 ribu.
Dirinya berharap kalau yang baiknya itu harus minimal 10.000 (10%), berarti harus 20 ribu. Saya minta kepada Bapak Viktor agar dinaikan kuotanya. Kalau tidak kasih kami kuota ini papalele main harga.
Ketika ditanya terkait program Gubernur dan Wakil Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat dan Josef Nae Soi,” “The Best,” ungkap Bupati.
“Beliau masih baik untuk kita di TTS. Karena motivasi beliau arahkan saya tinggal lanjuti. Penyertaan modal kita dapat. Mengenai deviden PAD, BPD kita dapat. Kita dapat 13 miliar. Nah ini motivasi dari Gubernur,” ungkap Bupati.
“Saya sebagai orang TTS, kedepan kalau beliau masih mau maju pasti saya dukung. Dan saya mau bilang kelebihan Pak Viktor itu, datang ke desa-desa dan semua Program dari beliau sangat bagus,” tutup Bupati Epy Tahun. (TD)