Bupati Yohanis Dade Buka Kegiatan Konsultasi Publik Studi Amdal Instalasi dan Pengoperasian Kabel Bawah Laut

WAIKABUBAK, RANAKANEWS.com- Bupati Sumba Barat  Yohanis Dade, SH membuka kegiatan Konsultasi Publik Studi Amdal Instalasi dan Pengoperasian Kabel Bawah Laut melalui Kepulauan Indonesia dan perairan Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, Bangka Belitung dan Kepulauan Riau, Jumat (05/11/2021) di Aula Kantor Bupati Sumba Barat Weekarau.

Turut hadir Bupati Sumba Barat Yohanis Dade,SH, Plt Sekda Sumba Barat Drs. Daniel B. Pabala, Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Sumba Barat, Direktur PT Suncable yang di wakili oleh Evi Pujiastuti, Tim Expert  Herry Kotta dan  Yahyah (UNDANA) PT ESC Eveironment Indonesia yang diwakili oleh Tim Esc  Deni Soeboer, Staf Ahli Bupati dan Asisten Sekda Kabupaten Sumba Barat, Pimpinan Perangkat Daerah/Unit Kerja Terkait Para Dandramil, Kapolsek dan Kapospol, Camat dan Kepala Desa, Tokoh Masyarakat.

Direktur PT Suncable yang di wakili oleh Evi Pujiastuti menyampaikan ucapan  terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Sumba Barat yang telah menerima kunjungan,Evi Pujiastuti juga sangat mengharapkan dukungan dari pemerintah Kabupaten Sumba Barat.Evi Pujiastuti juga meminta dukungan kepada seluruh masyarakat Sumba Barat terkait dengan pengoperasian kabel bawa laut,dengan adanya saran,tanggapan serta masukan dari masyarkat Kabupaten Sumba Barat sebagai bahan pertimbangan kami untuk membuat amdal,” ungkap Evi.

Sementara itu, Bupati Sumba Barat Yohanis Dade, SH dalam sambutannya mengatakan Konsultasi publik ini berhubungan dengan Proyek AAPL (Australia-Asia Power Link) terkait dengan rencana instalasi kabel listrik bawah laut dari Australia menuju Singapura melalui perairan laut Indonesia. Listrik yang bersumber dari pembangkit Listrik Tenaga Surya yang berlokasi di Nothern Territory, Darwin, Australia. Rute Kabel bawah laut AAPL yang akan melewati perairan Nusa tenggara Timur, yaitu wilayah perairan selatan Pulau Sumba dan perairan sekitar pulau Sabu Raijua.

Konsultasi Publik yang kita laksanakan hari ini merupakan salah satu tahapan awal dalam pelaksanaan proyek AAPL (Australia-Asia Power Link) yang dilaksanakan oleh PT. ESC Environment Indonesia adalah bertujuan untuk mengetahuai analisis dampak lingkungan dan sosial ekonomi bagi masyarakat di Pulau Sumba dan khususnya masyarakat pesisir selatan Sumba. Proyek kabel bawah laut ini bukan untuk kepentingan nasional, kepentingan Propinsi, maupun Kabupaten, namun hanya karena proyek pemasangan kabel bawah laut Australia-singapura ini melewati perairan Nusa Tenggara Timur khususnya di perairan selatan Pulau Sumba.

Sebelum rencana kegiatan instalasi dan pengoperasian kabel bawah laut HVDC berjalan, banyak hal yang harus di pertimbangkan salah satunya analisis dampak lingkungan terhadap ekosistem biota laut, maupun sosial ekonomi masyarakat pesisir yang harus serius diperhatikan, jangan sampai dikemudian hari timbul masalah baru di tengah masyarakat. Pemerintah daerah tidak ingin menghambat apalagi sudah mendapatkan dispensasi ijin-ijin yang ada dari pemerintah pusat.

“Tujuan dari kegiatan konsultasi publik hari ini adalah untuk mendapatkan input atau masukan-masukan dari peserta yang hadir sehingga apabila ada persoalan-persoalan menjadi catatan kepada pihak PT sun Cable melalui PT ESC environment Indonesia sebagai penyelenggara kegiatan analisis dampak lingkungan. Hal ini perlu dilakukan secara terbuka agar segala resiko dan dampak baik dan buruknye ketahui oleh masyarakat Apabila resikonya  atau kenguntungannya kepada masyarakat di Kabupaten Sumba Barat, Pemerintah Daerah pasti mendukung rencana ini, namun baiknya apabila berdampak buruk tentunya pemerintah daerah masih melakukan  pertimbangan- pertimbangan,” ungkap Bupati  Jhon Dade. (YB/T)

error: Konten dilindungi!
Exit mobile version