Camat Yohanes Sanak Bagikan Buku, Ini Alasannya

KEFAMENANU, RANAKA-NEWS. Com- Camat Bikomi Selatan,  Drs. Yohanes Sanak, MA mengunjungi  Sekolah Menengah Kejuruan Swasta (SMKS) Katolik St. Pius X Kefamenanu yang terletak di Jalan Yos Soedarso, Kelurahan Aplasi, Kecamatan Kota Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) pada Rabu, 4 Februari 2021.
Kepala SMKS Katolik St. Pius X Kefamenanu, Melania Hania, S. Pd menerima pemberian Buku dari Camat Bikomi Selatan TTU, Drs. Yohanes Sanak, MA.
Kunjungan Camat Yohanes Sanak ke SMKS Katolik Kefamenanu tersebut, kata dia, tujuannya untuk menyumbang buku hasil karyanya sendiri. Dan Buku tersebut diterima langsung oleh Kepala Sekolah, Melania Hania, S.Pd di ruang kepala sekolah, Rabu (4/2).

“Saya menulis buku tentang  sejarah sistem kebudayaan khususnya di bekas kerajaan  Bikomi, saya punya kepedulian untuk mendokumentasikan kebudayaan tersebut supaya tidak hilang di makan waktu. Proses pewarisan itu kita kan tidak mengenal aksara kemudian juga tidak mengenal sistem penghitungan waktu yang baik. Jadi dari tahun ke tahun itu proses pewarisan itu semakin berkurang, nah salah satu upaya yang kita buat, dengan menulis buku itu adalah dengan tujuan mewariskan kepada generasi-generasi muda dan generasi berikutnya.  Jadi meskipun buku yang saya berikan hanya satu eksemplar, tapi saya berharap bisa berguna untuk anak-anak didik di SMKS Katolik Kefamenanu atau yang dulu kita kenal SMEA. Dengan demikian setelah anak- anak membacanya bisa mengetahui sejarahnya  tentunya akan muncul rasa kecintaan kepada kebudayaan  lokal terutama untuk yang di Bikomi,” Jelas  Camat Yohanes Sanak, via telepon selulernya kepada Ranaka-News.com, Rabu (4/2).
Lanjut Yohanes menambahkan, sebenarnya bukan hanya SMKS Katolik Kefamenanu yang kita berikan buku ini, ada banyak sekolah yang akan kita berikan meskipun hanya satu eksemplar tapi berharap supaya orang membacanya untuk mengetahui kebudayaan lokal kita. Sebab puncak akhir dari seorang penulis itu bukan soal banyak eksemplar buku yang ia cetak tapi tentang seberapa banyak orang membaca karya kita.
Dijelaskan Camat Yohanes bahwa, tujuan diberikanya buku tersebut  untuk supaya generasi dapat pahami kebudayaan lokal, sebab hal lain yang menghambat adalah semakin memudarnya bahasa dawan (Uap Meto) semakin hari semakin sedikit orang yang masih mengenal bahasa itu, belum lagi degradasi nilai-nilai budaya lokal, jadi kita mulai menggerak dari siswa- siswi dulu sehingga dia mengenal dan belajar untuk mencintainya.
Camat Sanak juga membenarkan pernyataan dari Kepala Sekolah Melania Hania bahwa dirinya memang pernah satu tim di Komite Seedgrand Plan Area Timor pada tahun 2016–2018 dan “saya sendiri waktu itu di percayakan oleh teman- teman tim kala itu menjadi ketuanya, tutup Yohanes. (BB/T)
error: Konten dilindungi!