Dari Aula Desa ke Ladang Jagung: Harapan Baru BUM Desa Sina Rua Bersinar

Musyawarah Desa (Musdes) penetapan Peraturan Desa tentang pendirian BUM Desa Sina Rua Bersinar. ( Foto dok.desa )

MAUMERE, RANAKANEWS com – Jumat sore itu, 21/11/2925, Aula Kantor Desa Natakoli dipenuhi wajah-wajah penuh harapan. Perangkat desa, kelompok tani, tokoh masyarakat, hingga para pengurus BUM Desa duduk berdampingan, menyimak jalannya Musyawarah Desa (Musdes) penetapan Peraturan Desa tentang pendirian BUM Desa Sina Rua Bersinar.

Suasana terasa hangat. Wakil Ketua BPD, Yakobus Yufrinaldi, membuka musyawarah dengan nada tegas namun penuh semangat.

“Musyawarah Desa ini adalah forum penting, karena menjadi dasar hukum dan legalitas BUM Desa,” ujarnya.

Kalimat itu seakan menegaskan bahwa hari itu bukan sekadar rapat, melainkan tonggak sejarah baru bagi Natakoli.

Penjabat Kepala Desa, Marius Maryanto, SE, menyampaikan kabar gembira: pemerintah desa telah menyiapkan bekas bangunan Polindes di Dusun Wolomotong sebagai kantor BUM Desa.

“Mulai hari Senin, harap bapak ketua koordinasikan dengan anggota supaya segera berkantor,” katanya.

Bagi Maryanto, BUM Desa bukan hanya soal administrasi, tetapi simbol kerja sama.

“ Demi memajukan desa ini bukan saja pemerintah Desa, bukan saja BPD. Tetapi semua lembaga, semua stakeholder yang ada di wilayah Natakoli ini,” tambahnya.

Di antara peserta, kelompok tani tampak antusias. Program perdana BUM Desa adalah budidaya jagung di lahan seluas ±4 hektar.

Bagi mereka, ini bukan sekadar menanam, melainkan menanam harapan. Jagung yang tumbuh kelak diharapkan menjadi sumber ekonomi baru, membuka peluang kemitraan, dan memperkuat ketahanan pangan desa.

“Kalau sumber daya manusia kita sudah oke, nanti budidaya jagung akan berjalan baik, ekonomi kita ikut tumbuh,” ungkap Maryanto, menekankan pentingnya kualitas SDM.

Pendamping Desa, Silvester Moan Nurak, mengingatkan bahwa dokumen badan hukum BUM Desa disusun sesuai Permendes Nomor 3 Tahun 2021.

Forum Musdes pun menyepakati penambahan jenis usaha: peternakan kecil, unggas, kelautan, perikanan, hingga penyewaan. Semua itu lahir dari diskusi panjang, mencerminkan semangat gotong royong.

Ketika musyawarah ditutup, wajah-wajah warga Natakoli tampak lega. Ada rasa percaya diri bahwa BUM Desa Sina Rua Bersinar bukan hanya nama, melainkan cita-cita bersama. Dari aula desa hingga ladang jagung, dari dokumen hukum hingga kerja nyata, Natakoli sedang menulis babak baru dalam perjalanan ekonominya.

BUM Desa ini diharapkan menjadi cahaya kecil yang perlahan menyinari desa, membuatnya “bersinar” sesuai namanya.( TD )

 

error: Konten dilindungi!
Exit mobile version