
LARANTUKA,RANAKANEWS.com –
Permintaan Debitur Thomas Arif Wijaya untuk mendapatkan print out rekening koran miliknya bernomor 04.1.1000027 kepada Kreditur Kantor Bank NTT Cabang Larantuka, akhirnya bisa dipenuhi dengan diserahkannya bukti rekening koran print out kertas HVS biasa dihekter satu bundel sebanyak 11 lembar, yang isinya 9 lembar sudah tercetak tulisan huruf dan angka-angka, sementara 2 lembarnya kertas HVS kosong.
Lembaran print out biasa manual rekening koran Debitur Thomas Arif Wijaya dari tahun 2012 hingga 2016 ini ditandatangani Wakil Pemimpin Cabang Bank NTT Larantuka, Hans Utama A.Mbete.
Rekening koran tertanggal Rabu, 31 Juli 2024 ini kemudian diserahkan langsung Staf Bank NTT Cabang Larantuka, Jhevan di ruang kerja Wakil Pemimpin Cabang, Hans Utama A.Mbete sekitar pukul 12.30 WITA.
Serah terima rekening koran dalam bentuk print out manual HVS ini disaksikan Wakil Pemimpin Cabang Hans Utama A.Mbete, Salah satu Staf Bank NTT Cabang Larantuka, Debitur Thomas Arif Wijaya dan pendampingnya Matias Lidang Sabon.
Serah terima rekening koran ini berjalan lancar, diawali dengan Debitur menandatangani bukti tanda terima dan Kreditur menandatangani (paraf,red) seluruh dokumen rekening koran yang diserahkan tersebut.
Disaksikan Wartawan Ranakanews.com, yang turun langsung bersama Debitur Thomas Arif Wijaya, suasana di ruang kerja Wakil Pemimpin Cabang Bank NTT Larantuka, Rabu, 31 Juli 2024, siang itu agak sepi, karena tak ada tamu lain, hanya ada Debitur Thomas Arif Wijaya bersama Pendamping Matias Lidang Sabon, yang diminta menunggu sedikit waktu karena Staf yang membawa dan menyimpan print out rekening koran bernama Jhevan, masih turun melakukan penagihan di areal Waibalun.
Sebelumnya, saat tiba di Kantor Bank NTT Cabang Larantuka di Kelurahan Waihali, Debitur Thomas Arif Wijaya melapor diri dan diarahkan ke lantai dua untuk mengambil rekening korannya.
Namun, setelah naik ke lantai 2 dan menunggu sekitar 5 menit, Debitur Thomas Arif Wijaya diarahkan turun kembali ke lantai 1 untuk bertemu Wakil Pemimpin Cabang sekaligus mengambil rekening korannya.
Debitur Thomas Arif Wijaya pun kemudian turun lagi ke lantai 1, dan langsung diarahkan masuk ke ruang kerja Wakil Pemimpin Cabang.
Tiba di ruang kerja Wakil Pemimpin Cabang, tak sampai 10 menit Staf Bank NTT Cabang Larantuka bernama Jhevan pun tiba membawa print out rekening koran dan langsung menyerahkan ke Debitur Thomas Arif Wijaya.
Rekening koran yang diisi didalam map biasa berwarna kuning itu berisi 11 lembar HVS biasa yang telah diprint out manual, yang telah dijepit satu bundel yang telah ditandangani Wakil Pemimpin Cabang Bank NTT Larantuka Hans Utama A.Mbete, dengan isinya 9 lembar telah tercetak dan 2 lembar kertas HVS kosong.
Usai menerima rekening koran, Debitur Thomas Arif Wijaya pun berpamitan dan meninggalkan Kantor Bank NTT Cabang Larantuka sekitar pukul 13.00 WITA.
Thomas Arif Wijaya kepada Wartawan mengaku agak lega dan berterima kasih kepada Bank NTT Cabang Larantuka karena permintaannya telah dikabulkan.
Meski demikian, pihaknya akan mempelajari dengan seksama print out rekening koran ini apakah telah memenuhi standar ketentuan perbankan, termasuk rekening koran yang berbentuk HVS biasa dan print out manual, termasuk angka-angka perhitungan uang yang tertera didalam.
“Kami akan bersurat kembali ke Bank NTT Cabang Larantuka jika ditemukan adanya kejanggalan dalam print out rekening koran ini.
Rekening koran ini juga Kami akan kirim ke berbagai pihak yang berkompeten untuk dipelajari lebih lanjut dan disikapi nanti,”tutupnya.
Sementara Wakil Pemimpin Cabang Hans Utama A.Mbete juga menyampaikan terima kasih atas kedatangan Debitur Thomas Arif Wijaya.
Ia juga menyampaikan permohonan maaf karena udara di ruang kerjanya agak panas karena AC nya lagi rusak dan belum diperbaiki. (OLA)