Di Tengah Bencana, Harga Air Naik: Pemkab Manggarai Turun Tangan

Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Manggarai, Frumensius L.T.K.(Foto: Ist.)

RUTENG, RANAKANEWS.com — Pemerintah Kabupaten Manggarai turun tangan menyikapi keluhan warga terkait kenaikan harga air minum isi ulang di tengah situasi darurat pascagempa Flores.

Harga air galon Armada Reo yang sebelumnya Rp7.000 naik menjadi Rp10.000 per galon dikeluhkan warga yang masih mengungsi di Barangkolong, Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai.

Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Manggarai, Frumensius L.T.K., mengatakan pihaknya telah menegur dan mengingatkan pemilik usaha air minum isi ulang Armada Reo agar tidak menaikkan harga di tengah kondisi masyarakat yang masih terdampak bencana.

Menurut Frumensius, pemilik Armada Reo, Boby, telah menyatakan kesediaannya untuk mengembalikan harga air galon seperti semula.

“Kami sudah menegur dan memberitahukan kepada pemilik air minum isi ulang Armada Reo agar tidak menaikkan harga dalam situasi seperti ini. Boby juga akan menurunkan kembali harga air galon seperti harga semula,” kata Frumensius, Senin (24/8/2026).

Air Jadi Kebutuhan Penting Pengungsi
Keluhan warga muncul ketika kebutuhan air bersih menjadi salah satu kebutuhan mendesak di lokasi pengungsian.

Warga yang berada di Barangkolong dan sejumlah titik pengungsian di Kecamatan Reok masih membutuhkan pasokan air untuk kebutuhan sehari-hari.

Di tengah persoalan tersebut, pengusaha air minum isi ulang Sumber Sehat Reo justru mengambil langkah berbeda dengan membagikan air galon secara gratis kepada warga terdampak gempa.

Pengelola Sumber Sehat Reo, Philips, mengatakan pembagian air dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang sedang menghadapi kesulitan akibat bencana.

Air tersebut disalurkan ke sejumlah lokasi, di antaranya Golo Conggo, Posko Barangkolong, serta beberapa tenda mandiri di wilayah Kecamatan Reok. Bantuan juga disebut menjangkau warga terdampak di wilayah Manggarai Timur bagian utara.

“Dalam situasi seperti ini, kita juga harus bisa memberikan dari kekurangan yang kita miliki. Memang tidak semua warga bisa menikmati air galon isi ulang Sumber Sehat karena keterbatasan kami. Intinya, kami peduli terhadap sesama,” ujar Philips.

Menurutnya, bencana menjadi momentum bagi semua pihak untuk saling membantu sesuai kemampuan masing-masing, terutama dalam memenuhi kebutuhan dasar warga.

“Ini saatnya kita menunjukkan kepedulian bahwa hidup ini saling membutuhkan,” katanya.

Pemkab Ingatkan Pelaku Usaha
Sementara itu, Pemkab Manggarai terus mengingatkan para pelaku usaha agar memperhatikan kondisi masyarakat selama masa penanganan dan pemulihan pascagempa.

Kestabilan harga kebutuhan dasar dinilai penting agar masyarakat terdampak bencana tidak semakin terbebani.

Pengembalian harga air galon Armada Reo dan aksi pembagian air gratis oleh Sumber Sehat Reo menjadi bagian dari respons terhadap kebutuhan dasar warga yang masih mengungsi setelah gempa yang mengguncang Flores pada 15 Agustus 2026.

Di tengah bencana, kebutuhan dasar warga bukan untuk dipersulit, tetapi harus dipastikan tetap terjangkau.(WG)

error: Konten dilindungi!
Exit mobile version