LARANTUKA,RANAKANEWS.com-Aparat Kepolisian Resor Flores Timur Polda Nusa Tenggara Timur bergerak cepat meredam ketegangan antarwarga di wilayah Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur, Jumat (6/3/2026). Insiden tersebut melibatkan warga Dusun Bele, Desa Waiburak dan Dusun Lewonara, Desa Narasaosina, dipicu rencana pemanfaatan lahan di perbatasan kedua wilayah.
Demikian rilis Pers Kapolres Polres Flores Timur AKBP Adhitya Octorio Putra, S.I.K, melalui Kasie Humas AKP. Eliazer Kalelado, Jumat (6/3/2026) malam.
Dijelaskan, pasca insiden pecah, sekitar pukul 10.00 WITA, pihak kepolisian langsung turun ke lokasi untuk mengendalikan situasi serta mencegah konflik berkembang lebih luas.
“Personel Polres Flores Timur bersama Polsek Adonara Timur segera melakukan pengamanan di lokasi kejadian serta melakukan pendekatan persuasif kepada masyarakat agar situasi tetap kondusif,” ujar AKBP. Adhitya Octorio Putra.
Langkah pengamanan dilakukan dengan menempatkan personel di sejumlah titik rawan untuk mencegah pergerakan massa dari kedua kelompok.
Selain itu, Kepolisian juga melakukan komunikasi intensif dengan para tokoh adat, tokoh masyarakat, serta pemerintah desa guna meredam ketegangan.
“Kami mengedepankan pendekatan humanis dengan melibatkan tokoh adat dan tokoh masyarakat agar persoalan ini dapat diselesaikan melalui musyawarah,”terang Kapolres Octorio Putra.
Insiden ini mengakibatkan sejumlah warga terluka, dan langsung mendapatkan perawatan medis di Puskesmas Ile Boleng, Rumah Sakit Pratama Adonara, serta beberapa warga yang dirujuk ke RSUD dr.Hendrikus Fernandez Larantuka.
Sementara kerugian materiil, dari hasil pendataan sementara di lapangan, terdapat enam bangunan warga yang mengalami kerusakan, terdiri dari: 1 unit gudang kopra, 2 unit tempat usaha (cuci motor dan pangkas rambut) dan 3 unit rumah tinggal warga
“Selain data yang sudah dikumpulkan, data masih terus dikumpulkan personil Polres Flotim dan pemerintah desa di lapangan,”sambung AKP.Eliazer Kalelado.
Barang Bukti Diamankan
Aparat Kepolisian juga telah mengamankan sejumlah barang di lokasi kejadian, yang diduga digunakan saat ketegangan berlangsung, antara lain: Ketapel, Anak Panah, Senjata tajam jenis Parang dan beberapa alat rakitan yang diduga digunakan sebagai alat kejut
“Barang-barang tersebut saat ini telah diamankan oleh pihak kepolisian untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut,”ujar Kapolres AKBP. Adhitya Octorio Putra.
Ia mengimbau seluruh masyarakat agar menahan diri dan tidak melakukan tindakan yang dapat memperkeruh situasi.
“Kami mengajak seluruh warga untuk tetap menjaga keamanan dan ketertiban. Percayakan penyelesaian persoalan ini kepada aparat dan pemerintah daerah melalui jalur dialog dan musyawarah,” tegas AKBP Adhitya Octorio Putra.
Pihak kepolisian bersama pemerintah daerah berkomitmen terus memfasilitasi dialog antara kedua pihak guna mencari solusi yang adil serta menjaga situasi keamanan di wilayah Adonara Timur tetap kondusif,”tutupnya.
Di bagian lainnya, dari informasi yang diperoleh Wartawan, situasi di lapangan sudah terkendali dan terus mendapat pengamanan dari aparat gabungan Polri TNI.
Beberapa warga terluka yang sempat mendapat penanganan medis di RSP Adonara, sudah dipulangkan.
“Beberapa warga yang sempat dirawat di RSP Adonara sudah dipulangkan,”ujar Kepala RSP Adonara Doni Gunawan kepada Awak Media, Jumat (6/3/2026) siang.
Sedangkan beberapa warga terluka yang sempat dirawat di Puskesmas Ile Bolemg, dirujuk ke RSUD dr.Hendrikus Fernandez Larantuka. (OLA)










