Gubernur Melkiades Laka Lena Launching NTTMart ke 20 di Larantuka, Dukung UMKM Jual Produk Lokal

Gubernur NTT Melkiades Laka Lena : Foto (Doc.RN)

LARANTUKA,RANAKANEWS.com- NTT mart ke 20 resmi dilaunching Gubernur Melki Laka Lena di Larantuka Flores Timur, menandai kuatnya komitmen Pemprov NTT memacu geliat Pengusaha UMKM menjual produk lokal, untuk terus bersaing, dan meningkatkan perekonomian daerah.

“NTTMART di Larantuka yang dilaunching hari ini Kamis, 5 Februari 2026 adalah yang ke 20. Tinggal Kabupaten Alor dan Sabu Raijua, yang belum dilaunching,”terang Gubernur Melki Laka Lena dalam sambutannya.

Gubernur Melki Laka Lena menyambut gembira dukungan Pemda, melalui Dekranasda Flotim, yang telah menyiapkan acara launching NTTMart di Larantuka.

Apalagi, moment ini dihadiri langsung Dua Uskup Larantuka yakni Administrator Apostolik Keuskupan Larantuka, Mgr. Fransiskus Kopong Kung, Pr dan Uskup Larantuka Terpilih Mgr.Yohanes Hans Monteiro, Pr.

“Ini moment bersejarah mencatat dari 20 NTTMart yang dilaunching, hanya di Larantuka yang dihadiri dua Uskup.

Sebuah dukungan yang luar biasa. Semoga kedepannya NTTMart di Larantuka mampu menjadi pasar yang prospektif menggerakan produk lokal Flores Timur,”imbuh Gubernur Melki Laka Lena, saat memberikan sambutan.

Dalam kesempatan itu, Gubernur Laka Lena juga sampaikan, launching NTTMart di Larantuka jelang pentahbisan Uskup Larantuka, bisa dijadikan momentum pasar yang baik untuk menarik minat para tamu membeli produk lokal UMKM Flotim di NTTMART.

“Ada 3 (tiga) basis pasar NTTMart, yakni Satu Desa Satu Produk, Satu Sekolah Satu Produk dan Satu Komunitas Satu Produk.

Tinggal bagaimana Bupati mengaturnya, maka NTTMART bakal jadi pasar yang baik bagi Pengusaha UMKM untuk jual produk lokal yang terus berkembang dari waktu ke waktu,”sebut Gubernur Melki Laka Lena.

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Provinsi NTT, Dr.Drs.Zet Sony Libing,M.Si lebih jauh mengatakan, NTTMart sebagai implementasi kebijakan politik pembangunan bonum comune, merupakan rumah pengusaha UMKM, yang selama ini kerap mengeluh tidak ada pasar bagi produk lokal UMKM di Flotim.

“Nah, ini menjadi tempat untuk menjual produk lokal di Flotim, bak Fashion dan Kuliner.

Kami ajak ayo Pengusaha UMKM di Flotim untuk terus memproduk aneka produk dan perkenalkan ke publik dengan kemasan yang indah, menarik dan bercitarasa.

Jangan sampai Flotim dibanjiri produk dari luar. Meningkatnya defisit belanja sampai Rp51 Tryliun tahun 2025 karena belanja lebih banyak produk dari luar NTT.

Hadirnya NTTmart, selain untuk atasi kemiskinan, tapi juga untuk menekan defisit belanja.

Sehingga lewat pasar ini, Pengusaha UMKM bisa meningkat pendapatan untuk biaya kesehatan, pendidikan dan masa depan keluarga,”imbuhnya, lagi.

Saat ini, ada 31 UMKM di NTTMart, dengan 970 produk lokal yang siap dijual,”katanya.

Bupati Anton Doni Dihen mengapresiasi hadirnya NTTMart di Larantuka.

“Ini program nyambung dengan beberapa gagasan bertenaga seperti konsep sekolah industri beberapa sekolah, yang sedang dirancang.

Juga di bidang pertanian yang tengah dibahas Tim Simpul Indonesia terkait air.

Diharapkan terobosan bertenaga NTTMART bisa ungkit dunia UMKM di Flotim pasca program pelatihan di Bogor beberapa waktu lalu yang diikuti 20 pengusaha UMKM.

“Saya kira, apa yang dilakukan dalam pameran di Sarinah Jakarta, yang cukup menarik perhatian pada produk lokal tenun ikat dan VCO, mesti terus dikembangkan karena ada pasar di NTTMART.

Termasuk mendorong marketing online di NTTMart untuk menjual produk lokal di sektor pertanian seperti peternakan Sapi di Tanjung Bunga dan Ayam petelur di Got Hitam Adonara, yang sedang dikembangkan Pemda Flotim, walaupun Flotim sedang alami keterbatasan anggaran,”ujarnya.

Ia juga sampaikan, kawasan pertanian Otan di Solor Selatan seluas 500 hektar, yang sedang dibangun Pemda Flotim, dengan aneka hasil produk lokal, juga bisa untuk menunjang NTTMart

“Saya kira, produk lokal Flotim seperti  VCO, Kopi yang punya kemasan juga sdh bagus bergaya metropolitan, diharapkan benar-benar berkembang kedepannya,”tambahnya.

Gubernur Minta Bank Kucurkan KUR Bagi UMKM

Gubernur Melki Laka Lena  minta Perbankan di NTT seperti BRI, Mandiri, BNI, Bank NTT, juga Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Bina Usaha Dana (BUD) Flotim, juga Koperasi seperti Obor Mas untuk mengucurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR), khusus kepada pengusaha UMKM di Flotim, supaya punya modal usaha buat maju produknya.

“Saya minta dana Rp270 M lebih yang dialokasikan tahun 2025 di Flotim untuk KUR, mesti bisa diakses lebih banyak oleh Pengusaha UMKM di Flotim.

Saya kira, jika Rp270 M sampai Rp300 M KUR bergerak di Flotim, tentu ini buat geliat dunia UMKM di Flotim makin bersinar menjual produk lokal di NTTMart,”timpal Gubernur Melki Laka Lena.

Secara khusus Gubernur Melki Laka Lena juga meminta Bank NTT Cabang Larantuka, agar lebih proaktif berkomunikasi dengan Pimpinan Bank NTT Pusat di Kupang, agar plafon dana Rp1 T yang disiapkan nanti, Flotim juga bisa dapatkan kucuran dana yang besar.

“Apalagi, Menteri UMKM dan Koperasi Republik Indonesia, Maman Abdurahman juga berpesan bahwa Pemda bisa bersama Perbankan duduk tentukan skema penerima dana.

Sehingga jika dana Kita putar-putar di daerah miskin dengan uang sebanyak ini, tentu sangat membantu perputaran roda perekonomian.

Kedepannya, Pemda dan DPRD juga bisa duduk bahas agar dana pokok pikiran (Pokir) bisa dikucurkan melalui skema kredit berbunga tinggi 3-6 persen, supaya bisa tumbuh perekonomian di Flotim,”pungkasnya.

Selain itu, Gubernur Laka Lena  meminta Perbankan siapkan pendampingan dan melatih pengusaha UMKM dari literasi keuangan hingga tahap prosecing..

Pasalnya, orang NTT masih lemah literasi keuangan.

Urusan bisnis dicampur aduk dengan urusan sosial, akhirnya usahanya bangkrut, sebelum maju.

“Bayar bunga dan pokok, sisa sedikit, langsung dipakai habis untuk urusan sosial.

Akhirnya usaha hancur. Kita mesti belajar dari orang Cina, Bugis dan Padang. Mereka urus dagang dengan benar..

Dapat Bansos PKH, dari BRI ke rumah uang sudah habis di jalan..

Kemudian, aspek pemasaran juga harus jelas dan elegant bermartabat.

Iyah, barang kita masuk di Kios dan Toko susah, karena kita kalah kemasan. Orang kita sendiri susah beli produk kita. Ini yang harus dihindari,”tutupnya.

Acara launching NTTMart di Larantuka kali ini, yang dimulai pukul 17.00 WITA, meski tak dihadiri banyak pihak, namun cukup menyita perhatian publik.

Gubernur Melki Laka Lena pun tampak ceria penuh semangat saat mengunjungi rumah NTTMart yang berada di Taman Kota, jantung Kota Larantuka.

Bahkan, rumah NTTMart yang ukurannya tak terlalu besar itu sampai penuh sesak saat Gubernur dan Uskup Mgr.Fransiskus Kopong Kung, Pr dan Uskup Mgr.Yohanes Hans Monteiro, Pr serta para tamu masuk untuk melihat aneka produk lokal yang sudah diletakan di etalase.

Tinggal bagaimana Pemda Flotim dan Dekranasda Flotim menatanya agar lebih nyaman bagi pembeli yang datang untuk belanja, termasuk halaman parkiran kendaraan.

Termasuk promosi melalui layar Videotron milik Pemda Flotim supaya banyak pelanggan bisa mau datang beli. (OLA)

 

 

error: Konten dilindungi!
Exit mobile version