KUPANG, RANAKANEWS.com– Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Viktor Bungtilu Laiskodat mendorong masyarakat untuk melakukan budidaya tanaman kelor. Sebab, tanaman tersebut dinilai dapat memberikan banyak manfaat untuk kesehatan bagi warga yang rutin mengonsumsinya.
Menurutnya, kandungan gizi yang ada pada tanaman kelor lebih tinggi daripada susu. Dengan banyaknya manfaat yang terdapat dalam tanaman ajaib itu, Gubernur Viktor juga percaya program budidaya tanaman kelor yang dicanangkan bisa menjadi solusi untuk menekan kasus stunting di NTT.
Daun Kelor atau Moringa Oleifera adalah tanaman yang memiliki banyak manfaat kesehatan. Daun ini berasal dari tanaman bernama kelor, yang habitat aslinya berada di wilayah tropis seperti di Indonesia.
Hasil studi menunjukkan bahwa daun kelor dapat mencegah berbagai penyakit karena mengandung banyak nutrisi yang sangat penting.
Jika dilihat dari fungsinya secara tradisional, daun kelor telah banyak dipakai untuk jamu, hingga suplemen.
Tidak hanya itu, banyak pula orang-orang yang menggunakan tanaman ini untuk bahan makanan, terutama ibu menyusui untuk membantu meningkatkan produksi ASI.
Manfaat ini berasal dari aneka nutrisi yang ada di dalamnya dan diketahui baik untuk mata, seperti vitamin A, vitamin C, serta anti oksidan, seperti flavonoid, fenol, dan lutein. Selain itu, terdapat pula serat, vitamin B, fosfor, tembaga, zink, dan selenium.
Daun kelor juga mengandung asam amino, beta karoten, kalsium, dan zat besi. Melalui beragam aneka nutrisi ini, daun kelor pun diduga memiliki sifat anti radang, anti kuman, anti kanker, dan anti alergi.
Melansir dari berbagai sumber, berikut manfaat daun kelor untuk kesehatan
Pertama, Menangkal radikal bebas.
Fungsi utama dari anti oksidan yang terkandung dalam daun kelor, yaitu membantu menangkal radikal bebas pada tubuh. Kamu perlu tahu bahwa tingginya kadar radikal bebas pada tubuh akan mengakibatkan tubuh mengalami stress oksidatif, misalnya diabetes tipe 2 dan penyakit jantung.
Kedua, Mengobati mata merah
Mata merah atau konjungtivitis dapat terjadi akibat pandangan pada mata karena infeksi kuman atau alergi. Kondisi ini diduga mampu diatasi oleh daun kelor karena mengandung senyawa yang bersifat antiradang , antialergi, dan anti kuman. Dengan begitu, gejala mata merah akibat peradangan dapat kunjung reda.
Ketiga, Memelihara fungsi dan kesehatan otak
Selain membantu memerangi radikal bebas, kandungan antioksidan yang ada di dalam daun kelor ternyata juga memiliki peran dalam menjaga fungsi dan kesehatan otak. Asupan antioksidan yang terpenuhi bisa membantu menurunkan risiko tubuh dari ancaman penyakit Parkinson dan Alzhelmer. Daun kelor juga dipercaya bagus untuk menunjang tingkatan memori dan kerja otak.
Keempat, Melancarkan pencernaan
Kandungan vitamin B- nya yang tinggi membantu melancarkan pencernaan. Ini dapat membantu tubuh saat mengubah makanan menjadi energi, bukan menyimpannya sebagai lemak. Manfaat daun kelor dalam menurunkan berat badan ini bisa dicoba untuk yang sedang diet.
Kelima, Membantu menghambat tumbuhnya sel kanker
Ekstrak kulit batang dan daun kelor dikatakan efektif membantu menghambat tumbuhnya sel- sel kanker pada tubuh, termasuk kanker usus besar, pancreas, dan payudara. Manfaat ini didapat karena kandungan antioksidan yang memang sangat efektif dalam mencegah terjadinya kerusakan sel pada tubuh sebagai dampak dari radikal bebas.
Keenam, Mencegah Katarak
Selain mengobati mata merah, daun kelor juga dapat mencegah mata katarak, bagian akar dan batang pohon kelor juga dipercaya berkhasiat untuk mencegah dan mengobati katarak.
Manfaat ini diduga berasal dari kandungan vitamin A, vitamin C, Flavonoid, fenolik, dan karo tenoid yang dapat melindungi lensa mata dari bahaya oksidasi, menjaga kejernihan lensa mata, serta menurunkan risiko terkena penyakit katarak.
Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menyiapkan lahan seluas 100 hektare yang diatasnya akan dibangun perkebunan dan laboratorium kelor (Moringa Oleifera) pada tahun ini (2021). Lokasi perkebunan kelor disiapkan di Desa Raknamo, Kecamatan Amabi Oefeto, Kabupaten Kupang.
“Perkebunan Kelor itu akan menyiapkan bahan baku industri daun kelor kering” Industri tersebut akan menghasilkan tepung kelor untuk kepentingan ekspor.
Sedangkan Labolatorium akan menjadi tempat penelitian dan pengembangan kelor. Kelor sebagai komoditi unggulan daerah telah memberi manfaatnya bagi masyarakat dan dunia usaha.
Dalam budidaya, pengolahan dan pemasaran kelor, pemerintah bekerjasama dan memfasilitasi usaha bisnis kelor melalui perijinan dan sertifikasi, membantu promosi dan pemasaran berbagai produk kelor, antaralain dari perusahaan Dapur Kelor di Kota Kupang, Graha Kelor di Kabupaten Kupang, Bangkit Bersama di Kabupaten Kupang, Hawila Moringa di Kabupaten Kupang, Maspete Organis di Kabupaten Malaka, KWT Melati di Kabupaten TTU, dan La Moringa di Kota Kupang.
Perkebunan Kelor merupakan salah satu program Gubernur dan Wakil Gubernur NTT untuk mengatasi kekurangan gizi dan stunting di daerah itu, lantaran memiliki nilai gizi dan ekonomis tinggi.
Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat juga minta seluruh Bupati dan Wali Kota membangun perkebunan Kelor, sedangkan setiap keluarga diminta menanam kelor di halaman rumah mereka masing-masing. Harapannya kita punya akses yang dekat dengan kelor.
Dia mengatakan, saat ini beberapa perusahaan mulai memesan tepung kelor dari NTT termasuk dari jepang. Hanya permintaan itu belum mampu dipenuhi lantaran produksi yang masih terbatas.
“Kalau kita mengkonsumsi kelor secara rutin maka sesungguhnya kita tidak perlu lagi minum susu. Kelor di atas dari susu. Kelor harus kita propagandakan terus di NTT.
Tidak hanya kepada masyarakat, Gubernur VBL juga meminta pihak gereja di NTT untuk mendukung program tersebut. Caranya dengan menjadikannya sebagai salah satu prasyarat bagi warga sebelum menikah.
“Jadi kalau ada yang mau menikah. Para perempuannya harus makan kelor. Kalau mereka tidak makan kelor maka mereka tidak dapat restu dari pihak gereja,” ujar Viktor.
Sebagai bentuk keseriusannya, Pemprov NTT juga meminta Kabupaten Malaka untuk dijadikan sebagai model dalam melakukan budidaya tanaman kelor. Pasalnya, kondisi geografis di wilayah tersebut dianggap sangat mendukung untuk dijadikan sebagai lokasi budidaya terbaik di NTT. (TD)