
LARANTUKA,RANAKANEWS.com-
Polemik proyek ‘ambisius’ pembelian 5 mobil Fortuner senilai Rp3,12 M, yang disebut sebagai bentuk penghamburan yang negara, ditengah ekonomi Flotim yang terpuruk karena dilanda bencana alam panjang letusan Gunung Api Lewotobi Laki-laki terus bergulir kencang di jagat publik.
Bahkan, yang beredar paling deras dan agak ekstrim saat ini adalah desakan agar mobil Fortuner yang tiba di Flotim seperti siluman itu segera dilelang saja, daripada menjadi besi tua dan makin merugikan keuangan negara.
“Demi efisiensi dan jika memang mobil lama masih layak digunakan, maka jual kembali mobil baru. Kalau tidak lama-lama dipakai juga,”tulis Bobby Namang, dalam cuitannya di kolom Suara Flotim, Jumat (21/2/2025).
Demikian pula, dengan warga Flotim lainnya, Bernadhino Jackyson menulis “Kalo yang lama masih bagus, yang baru dilelang saja,”.
Hal yang sama dengan Stef Witak, meskipun hanya singkat tapi arahnya jelas. ,”dijual saja Om,”sebut Stef Witak, dalam komentarnya.
Sementara Benediktus Belang Niron dalam cuitannya menyampaikan, harusnya pengadaan aset didasari dengan kajian analisis kebutuhan. Ini kan sudah kategori pemborosan. Payah sekali,”lanjutnya.
Dan masih banyak lagi tanggapan publik Flotim terkait polemik 5 mobil Fortuner yang dianggap hanya hamburkan uang negara, apalagi Flotim sedang diperhadapkan dengan urusan bencana alam letusan Gunung Api Lewotobi Laki-laki, yang masih butuh lebih banyak dana untuk urus warga terdampak.
Publik rupanya lebih peduli dengan kondisi Flotim yang makin terpuruk, ketimbang soal urusan selera dan pilihan Bupati-Wakil Bupati Flotim mau pakai mobil lama atau baru.
“Saya kira, Bupati-Wakil Bupati Flotim terlantik Anton Doni Dihen-Ignas Boli Uran harus lebih peka dengan kondisi Flotim saat ini.
Apalagi, bencana alam Gunung Api Lewotobi Laki-laki, banjir jalan jembatan putus rusak juga banyak, kantor bupati dan DPRD Flotim saja makin buruk dan banyak program ADDIBU lompatan jauh yang harus dikerjakan.
Apalagi, jika proyek pembelian mobil Fortuner ini berpotensi pidana korupsi, karena unsur niat memperkaya diri, merugikan keuangan negara, dan melanggar aturan, maka sebaiknya dilelang kembali saja,”terang beberapa warga Flotvim lainnya, dalam sebuah obrolan bersama Wartawan, Jumat 21 Februari 2025 di Larantuka.
Dibagian lainnya, warga Pantai Selatan Kecamatan Wulanggitang, Anton Dopi Liwu dalam obrolan bersama Wartawan di sela-sela pembersihan badan jalan yang ditimbun material batu, kayu, tanah dan pasir yang dibawa banjir lahar dingin Gunung Lewotobi di Kali Waimuring dan Duang Desa Nawakote belum lama ini, juga mempertanyakan apa urgensi dari pembelian 5 mobil Fortuner yang baru, apakah betul-betul dibutuhkan Bupati-Wakil Bupati Flotim yang baru bersama Pimpinan DPRD Flotim saat ini, ataukah itu hanya sekedar kepentingan segelintir pejabat di Flotim untuk mendapatkan fee proyek dan juga mau beli mobil Fortuner lama saat dilelang dengan harga lebih rendah?
Pasalnya, pembelian 5 mobil Fortuner yang baru itu bukan kebutuhan urgen rakyat Flotim saat ini.
Apalagi, warga terdampak erupsi panjang Gunung Api Lewotobi Laki-laki seperti warga 5 desa di selatan Kecamatan Wulanggitang yakni Nawakote, Waiula, Hewa, Pantai Oa dan Odjandetun.
“Bagaimana Kami mau terima itu sikap Pemda Flotim beli 5 mobil Fortuner yang baru, sedangkan kami warga korban terdampak saja seperti Kali Waimuring dan Duang tidak pernah diperhatikan sampai dengan saat ini.
Sebagai rakyat sikap Kami jelas dan tegas tolak pembelian 5 mobil Fortuner yang baru, dan minta Bupati-Wakil Bupati Flotim Anton Doni Dihen-Ignas Boli Uran jngan pakai mobil Fortuner yang baru, dan tetap pakai mobil dinas Fortuner yang lama.
“Mobil Fortuner yang baru itu sebaiknya dilelang sekarang, mumpung masih baru,”pungkasnya, serius.
Diketahui, Pemda Flotim saat ini memiliki banyak kendaraan dinas yang berusia lebih dari 15 tahun, namun belum dilelang.
Kendaraan tua ini masih dipakai melayani kebutuhan para pejabat setiap hari.
Kendatipun, kerap rusak dan berusia sudah tua namun Pemda Flotim tak punya uang beli baru.
Karena itu, sikap Pemda dan DPRD Flotim membeli 5 mobil Fortuner baru dinilai sangat keterlaluan dan memalukan.
“Ini menunjukkan bobrok nya tata kelolah Pemerintahan di Flotim saat ini.
Para pejabatnya tak punya hati nurani. Beli 5 mobil Fortuner baru disaat rakyat menjerit kepanasan, kelaparan, kedinginan dan duka nestapa lainnya, karena rumah-rumah mereka dihancurkan letusan Gunung Api Lewotobi Laki-laki.
Ini memalukan dan tak boleh dibiarkan. Harus dilawan,”ketus Pengacara kondang Indonesia, Erles Rareral,SH.,MH dalam sebuah wawancara khusus belum lama ini. (OLA)