Daerah  

IJD di Matim Dukung Sektor Pertanian dan Swasembada Pangan Nasional

Papan informasi proyek IJD 2025 dengan ruas jalan Kisol-Mok-Pang Leleng-Mukun

MATIM, RANAKANEWS.Com-Program nasional melalui Instruksi Presiden Jaringan Daerah kini mendarat di Kabupaten Manggarai Timur-Propinsi Nusa Tenggara Timur.

Salah satu yang menjadi lokasi pengalokasian anggaran IJD 2025 adalah Kisol-Mok-Pang Leleng-Mukun. Kehadiran ruas jalan Inpres ini sangat mendukung sektor pertanian warga setempat, bahkan dapat mengatasi disparitas antarwilayah.

Selain itu, keberadaan ruas jalan IJD ini sangat mempermudahkan proses pelayanan kepada masyarakat, baik dari aspek kesehatan, pendidikan, serta pelayanan administrasi kepemerintahan lainnya.

” Membuka keterisolasian antarwilayah sehingga mengurangi kesenjangan ekonomi masyarakat” kata Berti Saman kepada media www.Ranakanews.com, Jumat 6 Februari 2026.

Tujuan mulia pemerintah pusat yang berkolaborasi dengan pemerintah daerah dengan harapan akan terciptanya bonum cummune atau kesejahteraan masyarakat di daerah itu.

Menurut Bertin, pengalokasian anggaran IJD ke wilayah itu merupakan keputusan yang sangat tepat dalam rangka menciptakan konektivitas antarwilayah, maupun lintas kabupaten yakni, Kabupaten Manggarai Timur menuju Riung, Kabupaten Ngada.

Ruas jalan ini kerap digunakan warga untuk mengangkut komoditas pertanian seperti cengkeh, kopi, vanili dan tempat pengangkutan padi bagi para petani sawah. Bahkan daerah ini juga dikenal dengan sumber penghasilan Porang.

“Kami sangat berterima kasih kepada pemerintah pusat bersama Pemkab Matim yang selalu mendukung roda perekonomian warga Matim melalui preservasi jalan. Tentu, kehadiran jalan ini untuk menekan kesenjangan ekonomi masyarakat” ujarnya.

Sementara, warga Mok-Matim, Doni Agis menyampaikan apresiasi kepada Bupati Matim yang selalu berkordinasi dengan pemerintah pusat sehingga anggaran IJD 2025 bisa dialokasi ke Manggarai Timur.

“Terima kasih juga kepada Presiden Prabowo atas terlaksananya Instruksi Presiden (Inpres) No. 11 Tahun 2025 tentang Percepatan Peningkatan Konektivitas Jalan Daerah,  percepatan pembangunan bagi jalan-jalan daerah yang menjadi prioritas pemerintah dalam rangka mendukung ketahanan pangan nasional” ungkapnya.

Ia menilai, Keberadaan jalan IJD ini sangat mendukung sektor pertanian warga di wilayah itu. Dan, fasilitas jalan sangat menunjang para petani untuk menggerakkan sektor pertanian. Karena ruas jalan ini akan menghubungkan ribuan hektar persawahan warga Matim.

“Sangat mendukung para petani di wilayah kami dalam menjalankan aktivitas mereka. Mempermudah mobilitas masyarakat sehingga berdampak pada pertumbuhan ekonomi” tukasnya.

Ruas jalan ini merupakan sentral penghubung jalan nasional Pantai Utara yang merupakan salah satu spot wisata di Kabupaten Manggarai Timur, dan juga akses menuju lokasi wisata lainnya, seperti Komodo di Tompong, Desa Nampar Sepang dan Danau Tonjong yang terletak di Pota Kecamatan Sambi Rampas dan Bukit Cinta di Kembo, Desa Golo Lijung.

Terpisah, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 3.4 BPJN Provinsi NTT, Franky Simamora menjelaskan, anggaran rehabilitasi jalan Kisol-Mok-Pang Leleng bersumber dari APBN 2025 dan dikerjakan oleh PT. Wijaya Graha Prima.

“Pagu anggarannya Rp. 15. 650.505.000,00 dengan nomor kontrak PB0201-BPJN 11.8.4/796-02 Desember 2025. Pekerjaan ini sesuai dengan petunjuk teknis atau on the track. Sesuai spesifikasi” kata Franky.

Selanjutnya, warga Pang Leleng, Ano Dasak menyampaikan apresiasi kepada kontraktor pelaksana yang dengan tulus mengambil bagian untuk membangun Kabupaten Manggarai Timur.

“PT Wijaya Graha Prima telah berdedikasi untuk kepentingan masyarakat Manggarai Timur melalui pembangunan jalan. Tentu juga mendukung terlaksananya program pemerintah pusat” tutupnya. (KH)

error: Konten dilindungi!
Exit mobile version