Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur, Johni Asadoma, di terima secara adat Manggarai di Kantor Bupati Manggarai, Jumat (05/12/2025). ( Foto: TJ )
RUTENG, RANAKANEWS.com – Ritus adat Manuk Kapu menyambut langkah Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur, Johni Asadoma, di Kantor Bupati Manggarai, Jumat (05/12/2025).
Topi dan selendang adat yang dikenakan kepadanya bukan sekadar simbol penghormatan, melainkan tanda ikatan batin yang kian erat antara seorang pemimpin provinsi dengan tanah kelahirannya di Manggarai.
“Sebagai anak rona Manggarai, saya merasa ikatan emosional ini semakin kuat,” ucap Johni, membuka arahannya dengan nada penuh kehangatan.
Pesan Pembangunan dari Desa
Dalam kunjungan kerja yang juga dihadiri Bupati Manggarai Heribertus Nabit, Wakil Bupati Fabianus Abu, serta jajaran Forkopimda, Johni menekankan pentingnya program strategis nasional seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa Merah Putih, hingga Sekolah Rakyat. Ia menegaskan bahwa pembangunan tidak boleh berhenti di kota, tetapi harus menembus desa-desa.
“Produk unggulan desa, baik pertanian, peternakan, perikanan, maupun seni budaya, harus bisa masuk ke pasar NTT Mart dan Dapur Flobamorata. Ekonomi rakyat harus bertumbuh,” tegasnya.
MBG dan Multiplier Effect
Johni menyoroti 14 dapur MBG yang sudah beroperasi di NTT, dengan 10 lainnya dalam proses. Menurutnya, program ini memberi multiplier effect bagi petani, peternak, dan nelayan. Hasil panen dan ternak masyarakat akan langsung terserap, memberi kepastian pasar yang selama ini sulit diraih.
Namun, ia juga mengingatkan tantangan ke depan: perebutan bahan baku antara dapur MBG, hotel, dan restoran. Karena itu, masyarakat didorong untuk memanfaatkan lahan tidur yang selama ini terbengkalai. “Tanah kosong harus diolah, agar semua potensi terserap oleh pasar,” ujarnya.
Kolaborasi dan Harapan
Bupati Manggarai, Heribertus Nabit, menyambut pesan tersebut dengan penuh optimisme. “Hari ini menegaskan lagi bahwa kita membangun Manggarai tidak sendirian. Pemerintah Provinsi tetap memberikan perhatian dan arah bagi pembangunan di daerah,” katanya.
Kunjungan ini bukan sekadar agenda kerja, melainkan momentum memperkuat kolaborasi antara pemerintah provinsi dan kabupaten.
Lebih dari itu, ia menjadi pengingat bahwa pembangunan sejati adalah ketika desa-desa ikut maju, masyarakat hidup sehat, sejahtera, dan berkeadilan. (WG)












