LARANTUKA,RANAKANEWS.com-Jelang puncak perayaan Semana Santa Larantuka tahun 2026, yang ditandai dengan prosesi Jumat Agung 3 April 2026, yang biasanya menyedot ribuan peziarah hingga ke mancanegara untuk datang berziarah rohani ke Kota Reinha Larantuka, juga ke Wureh dan beberapa tempat lainnya seperti Konga, Lewolaga yang juga punya ritual, sejak beberapa hari sebelum tiba prosesi Jumat Agung, saat ini telah dipersiapkan dengan baik oleh Panitia Semana Santa tahun 2026 bersama Pemda Flotim untuk menyambut para peziarah maupun tamu yang akan tiba.
“Selain akomodasi hotel, penginapan, fasilitas umum, rumah warga yang bisa digunakan telah difasilitasi dan siap.
Hotel dan penginapan sudah dibocking semua dan telah penuh siap menerima tamu.
Demikian pula, pengamanan situasi lapangan oleh aparat gabungan TNI-POLRI juga sudah berjalan, dengan adanya patroli bersama, dan ada pos jaga.
Juga sterilisasi lapangan terus dilakukan setiap saat. Selain itu, panitia yang akan melayani pendaftaran peziarah, dengan ketentuan umum yang wajib ditaati juga telah disiapkan semua,”terang Ketua Panitia Perayaan Semana Santa Larantuka tahun 2026 Romo Andi Liwun,Pr dalam Konferensi Pers Selasa, 31 Maret 2026, sore, yang turut dihadiri langsung Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Flotim, Heri Lamawuran,S.Sos, di Gereja Katedral Reinha Rosari Larantuka.
Romo Andi Liwun, Pr juga menjelaskan, pendaftaran peziarah secara online melalui link yang disiapkan panitia, maupun offline sudah dibuka Selasa 30 Maret 2026, di Posko Gereja Katedral Reinha Rosari Larantuka.
“Setiap peziarah dari luar Paroki Katedral Reinha Rosari Larantuka dan Keuskupan Larantuka wajib mendaftarkan diri secara online/link maupun offline/manual pada Sekretariat Panitia di Gereja Katedral Reinha Rosari Larantuka.
Peziarah wajib pakai tanda pengenal yang dikeluarkan Panitia. Tidak diperkenankan pakai tanda pengenal lainnya, yang dapat mengganggu kenyamanan dalam menjalankan ziarah selama pekan suci.
Secara khusus, pada saat prosesi Jumat Agung, semua peziarah tanpa kecuali wajib kenakan tanda pengenal peziarah dimaksud,”terang Romo Andi Liwun, Pr.
Media yang meliput seluruh rangkaian kegiatan liturgi dan devosi selama pekan suci, wajib mendaftarkan diri pada panitia Semana Santa melalui link pendaftaran yang disiapkan panitia, serta gunakan tanda pengenal panitia selama liputan,”katanya, lagi.
Panitia, sambung Romo Andi Liwun, Pr juga membagi waktu peliputan bagi Media di Kapela Tuan Ma dan Tuan Ana.
“Rabu Trewa pukul 19.00 WITA gelar Konferensi Pers di Istana Raja Larantuka.
Kamis Putih Pagi pukul 10.00 WITA-11.30 WITA di Kapela Tuan Ma. Pukul 12.00-13.30 WITA, di Kapela Tuan Ana.
Siang pukul 15.00 WITA-16.30 WITA, pukul 22.00-23.00 WITA.
Jumat Agung Pagi pukul 09.00 WITA-10.30 WITA, Siang pukul 12.00 WITA-13.00 WITA.
Media juga dilarang lakukan peliputan dalam Gereja saat perayaan Ekaristi dan Lamentasi berlangsung.
Tidak diperkenankan gunakan Drone pada hari Jumat Agung sampai dengan Sabtu Santo,”tegas Romo Andi Liwun, Pr menambahkan.
Selain itu, Panitia juga mengatur liputan di Armida pada saat prosesi hanya dilakukan dari lokasi yang telah disiapkan panitia.
“Panitia juga siapkan dokumentasi dalam bentuk video dan foto.
Bagi yang membutuhkan bisa diperoleh di Information Center,”ujarnya, lagi.
Panitia Siapkan Pita Merah Bagi Peziarah Khusus
Dalam Konferensi Pers juga Romo Andi Liwun, Pr selaku Ketua Panitia Perayaan Semana Santa Larantuka tahun 2026, menyampaikan Panitia juga menyiapkan tanda pengenal khusus berwarna pita merah bagi peziarah Lansia, Orang Sakit, Ibu Hamil, Menyusui, Balita, Orang Cacat/Difabel.
“Peziarah khusus juga mendapatkan pelayanan prioritas saat ziarah berlangsung ke Kapela Tuan Ma dan Tuan Ana, serta tempat devosi lainnya.
Kami juga membuka jalur khusus mobil Ambulans untuk pelayanan tanggap darurat bagi peziarah yang membutuhkan di sepanjang jalur prosesi dari Gereja Katedral sampai Kapela Tuan Ma, serta jalan-jalan penghubung lainnya di rute prosesi.
Dilarang keras kepada siapapun untuk melarang mobil Ambulans melintasi jalur tersebut.
Pada jalan penghubung rute prosesi ini akan dipasang tanda jalur evakuasi, sehingga siapapun dilarang keras untuk menutup atau memalang lorong tersebut,”tegas Romo Andi Liwun, Pr.
Ia juga meminta dukungan semua pihak untuk menyukseskan perayaan Semana Santa Larantuka tahun 2026.
Sementara itu, Kadi Kominfo Flotim Heri Lamawuran dalam keterangan Pers sampaikan hingga Selasa (30/3/2026) sore belum ada informasi yang masuk tentang tamu Kementerian maupun dari pihak tertentu, termasuk mancanegara.
“Yang baru masuk informasi yakni dari Pemprov NTT, dalam hal ini Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena, Kapolda NTT dan Kepala BNI NTT.
Pejabat dan Tamu lainnya biasanya hari Rabu 31 Maret 2026 sudah ada update informasi terbaru, akan disampaikan lagi,”ujarnya.
Heri Lamawuran juga memastikan kenyamanan dan kelancaran komunikasi jaringan internet telah disiapkan Panitia, untuk antisipasi keluhan tersendatnya jaringan seluler yang kerap terjadi.
“Terkait jaringan internet ini sudah dan sedang terus dipersiapkan.
Sementara dukungan keamanan TNI-POLRI, juga Satuan Polisi Pamongpraja dan stakeholder lainnya terus dikoordinasikan untuk mengamankan perayaan Semana Santa Larantuka tahun 2026.
Termasuk dukungan armada seperti Kapal untuk Ziarah Laut, seperti Kapal Basarnas, Angkatan Laut, Polair sejauh ini sudah dikoordinasikan,”tutupnya, sembari berharap kerjasama semua pihak guna menyukseskan perayaan besar keagamaan ini.
Pantauan Wartawan di Kota Larantuka, Selasa 31 Maret 2026 malam, khusus jalur Postoh-Amagarapati terlihat patroli aparat gabungan TNI-POLRI terus dilakukan.
Aparat gabungan TNI-POLRI terlihat berjaga di pos patroli, juga ada yang berjalan kaki memantau situasi.
Mobil patroli Polisi dan TNI juga tampak stand by memastikan kondisi Kamtibmas terkendali.
Sementara di rute prosesi dari Gereja Katedral, Kapela Tuan Ma hingga Tuan Ana juga sudah rapih berdiri pagar Tura lilin, juga dibersihkan lingkungan di sekitar Kapela, Taman Doa.
Kota Larantuka kini telah siap menyambut para peziarah Semana Santa 2026.
Demikian pula, di Pantai Besar ,hingga Lewolere, Lewolaga, Konga juga telah siap memasuki pekan suci. Juga tempat devosi lainnya seperti di Wureh, dari pantauan dan informasi yang diperoleh Wartawan telah siap semua menyambut perayaan pekan suci tahun 2026. (OLA)
