SOE, RANAKANEWS.com- Pengembangan Pariwisata yang berbasis kepada pemulihan ekonomi, itu didalam kaitannya dengan program Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laskodat kami menerimanya dengan begitu antusias baik itu di dalam Pemerintah Provinsi maupun di Pemerintah Kabupaten.
“Satu hal yang menarik bagi kami adalah pengembangan infrastruktur yang dilakukan menuju ke destinasi – destinasi wisata unggulan yang ada di Kabupaten Timor Tengah Selatan. Salah satunya Fatumnasi. Yang pada saat ini kita tahu bahwa dia sementara buming. Dulunya Fatumnasi tu sarana dan prasarana jalannya itu tidak mendukung, nah, sehingga bagi kami itu salah satu hal yang menonjol program Gubernur Viktor,” ungkap Kepala Dinas Pariwisata Timor Tengah Selatan, Roby Seran, S.Sos di ruang kerjanya, Selasa (7/12/2021).
Menurut Roby seran, yang menonjol kedua adalah keikutserta pertumbuhan ekonomi di masyarakat dimana masyarakat sudah mulai mengenal pentingnya bagaimana pemulihan ekonomi rumah tangga, bagaimana adanya kunjungan wisatawan yang berdampak kepada adanya transformasi informasi, adanya transformasi berbagai hal terkait dengan usaha- usaha.
Mantan Camat Amanatun Selatan periode 2006- 2013 ini mengatakan, “Sejauh ini memang ada beberapa kerjasama yang belum final antaralain: pengelolaan manajemen konteks Fatumnasi yang di dalam rencana itu akan dilakukan kerjasama, MoU antara pemerintah provinsi, pemerintah daerah dan pihak ketiga. Didalam manajemen pengelolaan kontek, diharapkan itu pada minggu depan mungkin sudah bisa terealisasikan. Itu salah satu bentuk perhatian dari Bapak Gubernur kepada pemerintah daerah terkhusus dibidang pariwisata,” ujarnya.
“Dibidang pariwisata ini memang sesuai program Beliau untuk prime mover atau merupakan program unggulan primer, maka sudah tentu kami di Dinas pariwisata Kabupaten TTS juga menyikapinya dengan baik. Dibuktikan dengan beberapa kegiatan yang sudah kami lakukan dimulai dari penguatan kelembagaan ditingkat Pokdarwis kelompok sadar wisata dan Pokdarwis ini pada tahun ini, karena memang ketidakada ketersedian anggararan kami baru lakukan pengukuhan reiorganisasinya kemudian ada 2 pelatihan bagi kelompok sadarwisata dalam kegiatan pelatihan pembuatan kuliner dan souvenir. Ini, diharapkan nanti kelompok- kelompok ini yang menjadi sentra informasi bagi kelompok- kelomok yang lain,” ungkap mantan Sekretaris Dinas Kehutanan Timor Tengah Selatan.
“Yang kedua bahwa kita juga berdasarkan RIPARDA, PERDA Nomor 3, Tahun 2018 yang menyatakan Rencana Induk Pembangunan Destinasi Wisata di Kab. TTS maka ada spot- spot khusus yang kami memberi perhatian besar, diantaranya: Oetune sebagai jalur selatan. Kemudian ada di Kota Bu’at, di destinasi air berubah menjadi anggur. Benteng Nune, Fatukopa itu jalur tengah. Jalur selatannya ada Oetune, Kolbano, dan ada juga pengembangan destinasi baru di Sei. Diharapkan ada 3 (tiga) kolaborasi yang mantap dari 3 suap raja ini yang kemudian akan memberikan dampak kepada pariwisata di Kab. TTS,
“Kami meyakini bahwa dukungan yang besar dari Pemerintah Provinsi untuk mengintervensi kegiatan- kegiatan di pariwisata di TTS cukup besar. Terbukti kemarin hasil diskusi kami dengan pimpinan di provinsi, dalam hal ini Pak Kadis Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi NTT, Dr. Z. Sony Libing, M.Si kami akan melakukan festival. Yang pertama festival musim dingin diakhir Juni nanti di Fatumnasi, kemudian kami akan melakukan festival Seribu Lesung di Oetune. Nah kita berharap dengan festival- festival ini akan mengundang perhatian besar dari wisatawan baik itu wisatawan lokal maupun manca negara yang akan berkunjung ke wilyah Kabupaten TTS,” harap Mantan Kepala UPT Dinas Kehutanan Kab. TTS.
Lebih jauh ia mengatakan “Kami punya potensi yang paling besar sebenarnya pada iklim. Saya meyakini bahwa iklim ini berpengaruh untuk minat wisatawan, ada daerah panas, kemudian pada bulan- bulan tertentu mereka mencari lokasi yang mungkin lebih nyaman, ya TTS lah kami siapkan untuk cuaca,” ungkapnya.
“Disadari benar memang untuk pembangunan sarplas di destinasi itu masih sangat terbatas, karena kemampuan keuangan daerah dan tentu ke depan kita berharap akan lebih baik,” ujarnya penuh optimis.
Terkait dengan kolaborasi program, menurut Roby, “Kami juga menyikapi apa yang disampaikan oleh Bapak Gubernur, untuk setiap destinasi yang menjadi prime mover pembangunan pertumbuhan ekonomi, harus ada kolaborasi antara sektor diantaranya; pertanian, kesehatan, perindagkop, kenapa? untuk menciptakan kondisi masyarakat yang siap menerima perubahan jika terjadi peningkatan kunjungan wisatawan. Nah ini sudah kami lakukan, koordinasi, dan kita bersyukur ada jawaban yang positif untuk sektor- sektor ini mengganggarkan di tahun- tahun anggaran berikutnya.
Diantaranya “Kami ingin mengembangkan angrowisata di daerah- daerah potensi seperti Fatumnasi, UMKM, di beberapa destinasi yang banyak wisatawan kemudian juga dari segi Safety; baik dari segi keamanan, kesehatan yang dapat dijangkau oleh masyarakat disekitar destinasi berharap ada perhatian lagi dari pihak- pihak ketiga, sementara ini kami lakukan koordinasi dengan warga masyarakat di Desa Sunu terkait dengan inisiatif mereka untuk mendirikan patung Jokowi disana, kita tau bahwa itu simbol negara tentu banyak hal akan menjadi perhatian dunia,
Disana kami sudah melakukan pendekatan kepada masyarakat untuk bagaimana mereka tetap mempertahankan adat istiadat budaya, dengan tidak mencoreng nilai- nilai sejarah yang ada disana. Dan ini kami sudah berkoordinasi dengan beberapa yayasan di Bali, yang kemudian mereka bergerak di bidang kepariwisataan yang nantinya mereka juga secara bertahap membantu kami melalui dinas pariwisata untuk pengembangan agrowisata, pengembangan UMKM dan juga membuat destinasi Sunu itu menjadi perhatian dunia lah, karena itu ada simbol negara yang ada di sana dan saya yakin bahwa kedepan akan lebih baik. Dan ini salah satu bukti bahwa kami mendukung dan menunggu sekali program Bapak Gubernur. Terima kasih kepada Bapak Gubernur yang memberi perhatian terutama sarplas dan juga bantuan- bantuan sosial lainnya kepada masyarakat yang akan menjadi penopang bagi kemajuan pariwista di Kab. TTS,” pungkas mantan Sekwan DPRD Kab. TTS periode 2019-2021. (MD)