Keluar Kandang, Warga Resah Jelang Musim Tanam, Mesti Pakai Drone Pantau Sapi di Wulokolo 

Sapi di Wulokolo Lamatutu yang keluar kandang dan masuk kebun warga untuk cari makan minum di wilayah Lewokoli, Desa Aransina, mulai bikin resah petani jelang musim tanam. Warga khawatir tanaman dirusak dan dimakan Sapi, jika tak lekas dibawa pulang le kandang. Karena itu, warga minta Pemda Flotim mulai pakai drone untuk pantau Sapi di sentra Wulokolo Lamatutu agar bisa diamankan dan memastikan Sapi tidak hilang.

Kondisi kebun-kebun milik warga Lewokoli-Aransina Tanjung Bunga yang siap tanam. Warga khawatir jangan sampai Sapi yang keluar kandang merusak kebun dan tanaman yang tumbuh saat hujan tiba. Warga minta Sapi segera diamankan kembali ke kandang: Foto (OLA/Ranakanews.com)
Kondisi kebun-kebun milik warga Lewokoli-Aransina Tanjung Bunga yang siap tanam. Warga khawatir jangan sampai Sapi yang keluar kandang merusak kebun dan tanaman yang tumbuh saat hujan tiba. Warga minta Sapi segera diamankan kembali ke kandang: Foto (OLA/Ranakanews.com)

LARANTUKA,RANAKANEWS.com-Kabar terkait kaburnya Sapi dari kandang di sentra Wulokolo Lamatutu, hingga masuk cari makan di kebun-kebun warga Lewokoli-Aransina jelang musim tanam, kian meresahkan.

Karena itu, warga mendesak Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunter) Pemerintah Kabupaten Flores Timur, segera datangkan Drone untuk memantau keberadaan Sapi di Sentra Wulokolo, dan amankan kembali ke kandang.

Pasalnya, dikhawatirkan Sapi-Sapi itu bisa jadi korban keresahan warga yang marah karena merusak tanaman, sekaligus menghindari banyaknya tali jerat milik warga setempat yang dipasang untuk tangkap binatang liar seperti Babi Hutan,”demikian informasi yang diperoleh Wartawan dari warga Desa Aransina Tanjung Bunga, akhir pekan lalu saat dihubungi terkait beredarnya berita terkait Sapi kena tali jerat warga maupun telah masuk kebun warga untuk cari rumput dan air minum.

“Benar, sebagaimana informasi lapangan bahwa Sapi tidak ada lagi di kandang, keluar cari makan sampai masuk kebun warga di Lewokoli.

Kami juga dengar beberapa ekor Sapi kena tali jerat karena langgar areal yang dipasang tali jerat.

Ini yang berbahaya jika tak segera diamankan petugas lapangan. Karena sebentar lagi memasuki musim tanam, jangan sampai tanaman yang baru tumbuh disikat habis Sapi.

Karena itu, ada baiknya Pemda Flotim mesti sudah wajib pakai Drone untuk memantau dan kontrol keberadaan Sapi di Wulokolo, agar tidak hilang jejak dan tetap terdata, baik yang mati, kena jerat atau masih berada di kebun warga sekitar,”ujar salah satu warga Aransina, Ignasius yang dihubungi Wartawan, belum lama ini.

Ignasius membenarkan terkait informasi Sapi kena jerat dan sebagian telah lari keluar kandang cari makan hingga di kebun warga Lewokoli-Aransina.

Pihaknya, sebut Ignasius, merasa resah dengan keberadaan Sapi-Sapi ini, jika tak lekas diamankan kembali ke kandang, karena bakal mengganggu kebun-kebun warga yang telah siap tanam.

“Kami minta Sapi-Sapi itu segera diamankan kembali ke kandangnya.

Sebab, masuk musim tanam nanti bisa merusak tanaman warga, akhirnya jadi masalah baru,”ungkapnya, mengingatkan.

Sementara terkait upaya memantau dan melacak jejak Sapi-Sapi itu agar tetap diketahui keberadaannya, Ignasius anjurkan sebaiknya Pemda Flotim membeli dan memakai Drone di Sentra Wulokolo untuk lacak dan pantau Sapi agar tetap aman dan bisa dibawa pulang ke kandangnya.

“Ini hewan besar dibeli dengan dana 5 Milyaran Rupiah lebih, tapi seperti main gila saja ini.

Sapi datang lalu keluar kandang cari makan sendiri sampai masuk kebun warga.

Padang itu sangat luas sehingga sulit untuk pantau dan lacak Sapi dalam jumlah banyak.

Sebagai warga di sekitarnya, Kami merasa prihatin dengan Sapi-Sapi itu. Sepertinya Beli datang banyak-banyak untuk sengsarakan binatang.

Padahal, ini program besar yang tujuannya untuk hasilkan uang banyak di Flotim dan mensejahterakan rakyat. Sehingga Kami sarankan sebaiknya Pemda Flotim beli Drone untuk pantau Sapi di Wulokolo,”tambahnya.

Pelaksana Tugas KadisBunter Flotim, Yosep Aryo Sucipto Pehan Keraf, SE.,M.Si yang dikonfirmasi Wartawan, Senin 2 November 2026 malam terkait keberadaan Sapi di Wulokolo dan ada anjuran terkait beli Drone untuk lacak dan pantau Sapi, namun belum memberikan jawaban hingga berita tayang.

Selain itu, hingga kini Pemda Flotim belum memberikan update terkini tentang kondisi Sapi-Sapi di sentra Wulokolo.

Padahal, publik Flotim juga perlu tahu dan ikuti perkembangan kondisi Sapi hingga kini, berapa jumlahnya, dalam kondisi baik atau tidak.

Termasuk bagaimana kondisi pakan di padang Wulokolo hingga kini.

Diketahui, hingga kini belum ada informasi yang jelas terkait kondisi Sapi di Wulokolo.

Berapa jumlah Sapi yang ada saat ini, maupun yang sudah mati. Apalagi, terbetik kabar bahwa Sapi tahap berikutnya telah didatangkan dari Kupang, dan kini sudah ada di sentra Sapi Wulokolo. (OLA)

error: Konten dilindungi!
Exit mobile version