KALABAHI, RANAKANEWS.com – Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Johni Asadoma, menyerap aspirasi dan mendengarkan langsung kebutuhan masyarakat saat bertatap muka dengan Jemaat Mail’Eheng Mali, GMIT Klasis Teluk Kabola, di halaman Gedung Kebaktian GMIT Klasis Teluk Kabola, Kabupaten Alor, Jumat (30/10/2026) pagi.
Pertemuan tersebut berlangsung pada hari terakhir kunjungan kerja Wagub Johni di Kabupaten Alor yang telah dimulai sejak Rabu (28/10/2026). Dalam kegiatan itu, Wagub didampingi Wakil Bupati Alor, Rocky Winaryo, dan Anggota DPRD Provinsi NTT, Soleman Bonefacius Gorang Mau.
Turut hadir pula Camat Kabola, Yonas Malimou; Lurah Kabola, Lukas Maata; serta Pendeta Febriani Balo. Kehadiran Wagub disambut antusias oleh para jemaat yang memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berdialog dan menyampaikan berbagai kebutuhan masyarakat.
Pendeta Febriani Balo menyampaikan apresiasi atas kunjungan Wagub NTT yang dinilainya menjadi kesempatan berharga bagi jemaat untuk bertemu langsung dengan pimpinan daerah serta menyampaikan kondisi dan persoalan yang dihadapi masyarakat.
Dalam dialog tersebut, perwakilan jemaat sekaligus masyarakat Kelurahan Kabola, Jemris, menyampaikan sejumlah persoalan mendasar yang masih dihadapi warga, terutama terkait akses listrik dan ketersediaan air untuk mendukung kegiatan pertanian.
Menurutnya, sebagian besar masyarakat setempat menggantungkan hidup pada sektor pertanian. Namun, keterbatasan air menyebabkan pengelolaan lahan tidak optimal dan berdampak pada produktivitas pertanian. Karena itu, ia berharap adanya bantuan pembangunan sumur bor agar masyarakat dapat mengembangkan usaha pertanian secara lebih maksimal.
Menanggapi aspirasi tersebut, Wagub Johni menegaskan bahwa kebutuhan masyarakat harus ditindaklanjuti melalui koordinasi dan pendataan yang baik agar penanganannya tepat sasaran.
Terkait persoalan listrik, ia menyatakan akan berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Alor untuk mendata secara terperinci wilayah dan titik-titik yang masih membutuhkan akses listrik.
Sementara itu, mengenai permintaan pembangunan sumur bor, Wagub meminta masyarakat menyiapkan proposal resmi untuk diajukan kepada Pemerintah Provinsi NTT.
Ia juga menyampaikan komitmennya untuk membantu secara pribadi sekaligus mengecek ketersediaan anggaran hibah di lingkungan Pemerintah Provinsi NTT.
“Silakan siapkan proposal dan masukkan ke Pemerintah Provinsi NTT. Saya juga akan mengecek apakah masih tersedia anggaran hibah yang bisa dimanfaatkan. Jika masih ada, tentu akan kita lihat dan akomodasi berdasarkan skala prioritas serta ketentuan yang berlaku,” ujar Johni.
Menurutnya, penyelesaian persoalan dasar seperti listrik dan air merupakan bagian penting dari upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Ketersediaan air yang memadai, khususnya bagi masyarakat petani, diharapkan dapat mendukung produktivitas lahan dan memperkuat perekonomian keluarga.
Wagub Ingatkan Bahaya Kebakaran Saat Musim Kemarau
Selain menyerap aspirasi pembangunan, Wagub Johni juga mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran seiring kondisi musim kemarau dan ancaman El Niño.
Ia meminta masyarakat tidak membakar lahan maupun sampah sembarangan serta tidak membuang puntung rokok yang masih menyala di tempat yang berpotensi memicu kebakaran.
Wagub menegaskan bahwa menjaga kelestarian alam merupakan tanggung jawab bersama. Lingkungan yang terpelihara tidak hanya penting bagi kehidupan masyarakat saat ini, tetapi juga menjadi warisan berharga bagi generasi mendatang.
“Alam Alor harus kita jaga bersama. Jangan sampai karena kelalaian kita, terjadi kebakaran yang merusak lingkungan. Kita ingin alam ini tetap lestari agar bisa dinikmati anak cucu kita, sekaligus menjadi daya tarik bagi wisatawan yang datang ke Alor,” pesan Wagub Johni.
Menurutnya, kelestarian lingkungan menjadi salah satu modal penting bagi pengembangan pariwisata daerah. Lingkungan yang bersih, indah, dan terjaga akan memberikan kesan positif bagi wisatawan sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat.
_*Orang Tua Diminta Dampingi Anak Belajar*_
Pada aspek pendidikan, Wagub Johni mengingatkan para orang tua agar memberikan perhatian serius terhadap pendidikan anak-anak. Ia meminta agar setiap anak memperoleh kesempatan untuk bersekolah dan mendapatkan pendampingan yang memadai dari keluarga.
Ia menekankan bahwa pendidikan merupakan fondasi penting bagi masa depan generasi muda. Karena itu, orang tua tidak boleh membiarkan anak-anak menjalani proses belajar tanpa arahan dan pengawasan.
“Anak-anak harus rajin belajar. Jangan sampai ada anak yang tidak bersekolah. Orang tua harus mendampingi dan memastikan anak-anak belajar dengan baik, karena pendidikan menentukan masa depan mereka,” tegasnya.
Wagub juga mengaitkan pesan tersebut dengan pemberlakuan Peraturan Gubernur NTT Nomor 24 Tahun 2026 tentang Gerakan Jam Belajar di Lingkungan Masyarakat.
Menurutnya, gerakan tersebut membutuhkan dukungan nyata dari keluarga, sekolah, pemerintah, dan masyarakat agar tercipta lingkungan yang kondusif bagi kegiatan belajar.
Ia berharap generasi muda Alor dan NTT tumbuh menjadi sumber daya manusia yang berkualitas, berkarakter, serta mampu mengambil bagian dalam pembangunan daerah dan bangsa.
Jaga Kebersihan Lingkungan dan Kesehatan Keluarga
Dalam pertemuan itu, Wagub Johni turut mengajak jemaat dan masyarakat untuk membangun kebiasaan hidup bersih dan sehat, termasuk dalam menjalankan tradisi mengunyah sirih pinang.
Ia menyampaikan bahwa sirih pinang merupakan bagian dari kearifan lokal yang perlu dihargai dan dilestarikan. Namun, pelestarian tradisi harus berjalan seiring dengan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan.
Karena itu, masyarakat diminta tidak meludah atau membuang sisa kunyahan sirih pinang sembarangan karena dapat mengotori lingkungan dan mengganggu kenyamanan bersama.
Wagub juga mengimbau para orang tua, khususnya kaum bapak, agar mengurangi kebiasaan merokok demi menjaga kesehatan diri sendiri dan anggota keluarga.
Menurutnya, kebiasaan hidup bersih dan sehat harus dimulai dari lingkungan rumah. Kepedulian terhadap kebersihan, pengendalian kebiasaan merokok, dan pemeliharaan kualitas udara di sekitar tempat tinggal merupakan bagian dari upaya melindungi kesehatan keluarga.
Pertemuan bersama Jemaat Mail’Eheng Mali tersebut menjadi ruang dialog antara pemerintah dan masyarakat untuk menyampaikan kebutuhan sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam membangun daerah.
Melalui dialog langsung seperti ini, Pemerintah Provinsi NTT berharap berbagai persoalan masyarakat dapat teridentifikasi dengan lebih baik, sehingga tindak lanjut pembangunan dapat dilakukan secara terarah sesuai kebutuhan dan kemampuan anggaran pemerintah.
Di sisi lain, Wagub Johni mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berperan aktif menjaga lingkungan, mendukung pendidikan anak, serta menerapkan pola hidup bersih dan sehat sebagai bagian dari upaya mewujudkan masyarakat Alor yang semakin sejahtera dan berkualitas. (ALR)