Kembang Baju Kuning By Lewouran, Sambut Padre Marco,SVD Pulang Rayakan HUT ke 58, Bersama Sahabatnya

Kampung Lewouran, rumah besar tanah kelahiran Padre Markus Solo Kewuta, SVD, Senin 3 Agustus 2026 pukul 17.00 WITA, yang teduh dan ramah, seketika berubah menjadi seperti kembang mawar kuning yang baru mekar, ketika ribuan umat mengenakan baju kuning bertuliskan PdM di dada kiri, By Lewouran di belakang, berdiri tenang menanti dan menjemput kedatangan Padre Marco, SVD dan para Sahabatnya pulang merayakan misa syukur hari ulang tahun ke 58 Padre Marco, SVD pada Selasa 4 Agustus 2026. Sukacita penuh kegembiraan pun menyatu padu dalam ceremonial penjemputan adat yang dipandu Blasius Boli Witin, teman seangkatan Padre Marco, SVD saat masih di sekolah dasar, saat suguhan tuak, sirih pinang dan pengalungan selendang kepada Padre Marco, SVD dan Sahabatnya, hingga malam perkenalan dan jamuan makan malam sederhana di halaman rumah Ama Deus.

Padre Markus Solo Kewuta, SVD, akrab disapa Padre Marco, SVD tiba bersama Sahabatnya Paul Sudarma (tengah antara Padre Marco, SVD dan Romo Moses Atasoge, Pr), Johan Rusli (Kanan Padre Marco, SVD) dan Arif Wardana (Kacamata) disambut Umat di Pintu Gerbang Kampung Lewouran dalam tradisi adat Lewouran Lamaholot, dipenuhi ribuan umat dengan kembang Baju Kuning By Lewouran, Senin 3 Agustus 2026 pukul 17.00 WITA: Foto (OLA/Ranakanews.com)
Padre Markus Solo Kewuta, SVD, akrab disapa Padre Marco, SVD tiba bersama Sahabatnya Paul Sudarma (tengah antara Padre Marco, SVD dan Romo Moses Atasoge, Pr), Johan Rusli (Kanan Padre Marco, SVD) dan Arif Wardana (Kacamata) disambut Umat di Pintu Gerbang Kampung Lewouran dalam tradisi adat Lewouran Lamaholot, dipenuhi ribuan umat dengan kembang Baju Kuning By Lewouran, Senin 3 Agustus 2026 pukul 17.00 WITA: Foto (OLA/Ranakanews.com)

LARANTUKA,RANAKANEWS.com-Kampung Lewouran Ile Bura, Senin, 3 Agustus 2026, pukul 17.00 WITA, nampak teduh dan cerah, mendadak berubah menjadi ramai memberi energi baru, seperti kembang mawar kuning yang baru mekar, ketika ribuan umat dengan baju kuning bertulisan By Lewouran di belakang dan PdM di dada kiri, berdiri di pintu gerbang masuk Kampung Lewouran, menanti tibanya Padre Markus Solo Kewuta,SVD pulang kampung merayakan hari ulang tahun ke 58, pada Selasa 4 Agustus 2026.

Pintu gerbang Selamat datang Kampung Lewouran, dipadati umat, menjadi saksi sejarah hidup, betapa gembiranya umat setia menjemput Padre Marco, SVD dan Para Sahabatnya dari Jakarta dan Yogyakarta, yakni Paul Sudarma, Christoforus Arif Wardana, Johan Rusli dan Wartawan Radio Sonora yang bekerjasama dengan Vatican.News, Stanislaus Sumar Sugiama , yang diawali dengan ceremonial penjemputan adat Lewouran Lamaholot.

Mulai dari sapaan adat, suguhan tuak, sirih pinang dan pengalungan selendang adat, terasa begitu luar biasa dan penuh semangat dari umat dan semua yang hadir.

Seluruh rangkaian acara yang dipandu Blasius Boli Witin, rekan seangkatan Padre Marco,SVD di Sekolah Dasar Katolik Lewouran, yang kini menjabat Kepala Sekolah SDK. Lewouran, berjalan lancar dan penuh hikmat.

Sebagaimana pantauan Wartawan, mobil Padre Marco, SVD dan Sahabatnya dari Jakarta dan Yogyakarta, yakni 4 (Empat) Sahabat Padre Marco, SVD antara lainnya: Paul Sudarma, Christoforus Arif Wardana, Johan Rusli dan Stanislaus Semar Sugiama, Wartawan Radio Sonora yang bekerjasama dengan Media Vatican.News, tiba tepat pukul 17.00 WITA, disambut meriah seluruh umat dan warga Desa Persiapan Lewouran, warga Desa Lewotobi dan Keluarga Padre Marco,SVD.

Hadir pula saat penjemputan, Pastor Paroki St.Yosef Lewotobi, Romo Moses Atasoge, Pr, Diakon Tubo Ola, Ketua DPP Santo Yosef Lewotobi, Camat Ile Bura Antonius Kowa Kleden, Kepala Desa Persiapan Lewouran Stenly Watokolah, Kepala Desa Lewotobi Tarsisius Buto Muda, Wakil Ketua BPD Desa Lewotobi Kanisius Laran Wutun Uran, Keluarga besar SMPK Ile Bura, juga para Aparat Keamanan dari Polsek Wulanggitang dan Koramil 1624-03 Boru Wulanggitang.

Seluruh rangkaian acara penjemputan adat hingga ramah tamah bersama, berjalan aman, lancar dan sukses, hingga moment perkenalan di tenda rumah Ama Deus Padre Marco, SVD, yang dipandu Agustinus Uran.

Semuanya larut dalam kegembiraan di tengah kembang Baju Kuning By Lewouran, yang membungkus badan sebagian besar umat yang hadir, baik dari warga Desa Persiapan Lewouran, maupun Siswa-Siswi dan Para Guru SMPK Ile Bura.

“Bersama seluruh masyarakat Desa Persiapan Lewouran, Kami semua sangat gembira menyambut kedatangan Padre Markus Solo Kewuta, SVD dan Sahabatnya.

Kami telah mempersiapkan semuanya dengan baik, agar seluruh rangkaian acara dalam rangka Hari Ulang Tahun Padre Marco,SVD ke 58, boleh berjalan dengan baik dan lancar.

Termasuk beberapa kegiatan yang akan dikunjungi dan dipantau langsung Padre Marco,SVD dan Sahabatnya, yakni Lampu Jalan, 3 Sumur Bor dan Persiapan Desa Lewouran, menjadi Desa Definif,”ujar Stenly Watokolah, Kepala Desa Persiapan Lewouran dalam sambutan singkatnya.

Ia mengajak semua warga Desa Persiapan Lewouran, dan juga Desa Lewotobi, serta semua pihak yang terlibat, mengikuti seluruh rangkaian acara dengan tertib, serta mendoakan Padre Marco,SVD dan para Sahabatnya, agar senantiasa diberikan kesehatan, keselamatan dan rejeki dalam seluruh perjalanan serta panggilannya.

Terima Kasih, Penjemputan Luar Biasa, Senang Sekali Berada di Kampung Lewouran-Padre Marco,SVD

Sementara, Sahabat Padre Marco, SVD saat moment ramah tamah dan perkenalan di Tenda utama Kegembiraan, mengaku sangat bergembira penuh suka cita bisa berada di Lewouran, Kampungnya Padre Marco, SVD.

“Suasananya sangat indah. Terima Kasih banyak atas penjemputan yang luar biasa, membuat Kami sangat senang dan ini hari yang sangat istimewa bagi Kami,”ujar Paul Sudarma, Sahabat Padre Marco, SVD yang diberikan kesempatan pertama memperkenalkan diri.

Paul Sudarma, Alumni SMA Kanisius Jakarta itu juga menceritakan bagaimana Dirinya berkenalan dengan Padre Marco, SVD sejak tahun 2023, melalui kegiatan-kegiatan doa bersama para Sahabat melalui zoom, dan Padre Marco, SVD menjadi salah satu pembimbing rohani Komunitas Alumni Serikat Jesuit.

Kemudian, pada bulan Maret 2023, atas bantuan Padre Marco, SVD, dirinya bersama istri, bisa beraudiensi dengan Paus di Tahta Suci Vatikan.

“Itu sebuah mujizat yang terjadi atas diri saya dan istri, karena iman dan selalu bersyukur, terus semangat dan tulus hati bekerja untuk sesama.

Dan, bukan karena bantuan Padre Marco, SVD yang menjadi satu-satunya Orang Indonesia yang menjabat sebagai Kuria, Staf Dewan Penasehat Kepausan di Tahta Suci Vatikan, semuanya tidak mungkin terjadi,”ujar Paul Sudarma, mengisahkan banyak suka duka bersama Padre Marco, SVD bekerja tulus, berjalan keliling untuk membantu sesama di berbagai belahan dunia, termasuk di Lewouran, Kampungnya Padre Marco, SVD.

Paul Sudarma dan Sahabatnya bersama Padre Marco, SVD kerap melakukan perjalanan keliling negara, dimana pada tahun 2025, mereka memulai perjalanan dari Negara Serbia, Kroasia, Austria lalu ke Vatikan menjemput Padre Marco, SVD ke Indonesia.

Lalu sebelumnya, bersama Padre Marco, SVD berjalan kaki sejauh 140 Km dari Lisbon Portugal ke Fatimah, kemudian ke Utara Porto, terus berjalan kaki ke perbatasan Spanyol di kawasan Samudera Atlantik untuk sampai di tempat wafat dan makam Santu Yakobus, lalu tak lama Padre Marco, SVD dipanggil Tahta Suci Vatikan untuk menjadi penerjemah Paus Fransiskus saat kunjungan ke Indonesia.

Perasaan gembira penuh suka cita juga diungkapkan Christoforus Arif Wardana, Johan Rusli dan Stanislaus Sumar, yang diberikan kesempatan memperkenalkan diri.

“Ini hari yang istimewa menjadikan Padre Marco, SVD sebagai teladan hidup bagi Kita Semua.

Bahwa kisah hidup Padre Marco, SVD telah menunjukkan bahwa butuh perjuangan keras untuk bisa hidup dan maju di tanah rantau, walau jatuh tapi harus bangun lagi.

Ini yang membuat Saya kagum dengan Padre Marco, SVD sejak berkenalan tahun 2022.

Beliau sangat peduli dengan Kampung halamannya, dimana hari ini kampung sudah terang benderang karena ada lampu jalan, lalu Beliau sudah bangun sekolah, gereja, sedang bangun asrama dan juga 3 sumur bor.

Ini hal yang istimewa dalam diri Padre Marco, SVD yang setiap hari ingat dan selalu ada di kampung halamannya.

Karena itu, Saya dan Kami semua Sahabatnya, sangat bersyukur kepada Tuhan karena bisa mempertemukan Kami dengan Padre Marco, SVD, dan menjadi Sahabat, dimana Kami bisa ke Vatikan bertemu dan mencium tangan Paus,”terang Arif Wardana, yang memuji Padre Marco, SVD sebagai Pastor asal Lewouran yang telah mendunia, dan sangat viral ketika menjadi penerjemah Paus Fransiskus saat berkunjung ke Indonesia.

Tetapi, juga sangat bersahaja bagi siapa saja, dan masih sangat kuat berjalan kaki, ketika bersama Padre Marco, SVD melakukan perjalanan 140 Km dengan jalan kaki yang dinamai Santiago Composela, dimana Padre Marco, SVD menjadi pembimbing rohani.

“Untungnya Padre Marco, SVD menjadi pembimbing rohani Kami, kalau tidak Kami pasti tidak diijinkan melewati perbatasan Portugal ke Spanyol, untuk sampai di Makam Santu Yakobus Rasul,”tukas Arif Wardana, yang juga menjadi Pro Diakon bersama Istrinya di Gereja Katolik Kelapa Gading, Jakarta.

Hal yang sama diungkapkan juga Johan Rusli, salah satu Sahabat Padre Marco, SVD yang lainnya.

Meski berbicara singkat, Johan Rusli menimpali dengan bangga dan penuh sukacita bisa berada di Kampung halaman, rumah Padre Marco, SVD, salah satu tokoh dunia yang berasal dari Kampung Lewouran, yang jauh di pelosok, dibawah Kaki Gunung Kembar Lewotobi, dengan alam pemandangan menghadap ke laut, yang begitu indah dan menakjubkan.

“Iyah, Saya merasa sangat terharu, karena bertemu dan berteman dengan Padre Marco, SVD, bisa ke Vatikan bertemu Paus dan membuat iman terus tumbuh dan kuat.

Terima kasih atas sambutannya yang sangat berkesan di pintu gerbang Kampung Lewouran, hingga malam ramah tamah ini,”ujarnya, singkat.

Padre Marco, SVD Tokoh Dunia Dari Kampung Kecil Lewouran 

Sementara, Stanislaus Sumar, Wartawan Radio Sonora, salah satu Anak Perusahaan Media Kompas Gramedia, yang bekerjasama sama langsung dengan Media vatican.news, yang sudah banyak melakukan liputan khusus dan kunjungan langsung ke Vatikan, bersama Paguyuban Wartawan Katolik Indonesia (PWKI), yang selalu menjadikan Padre Marco, SVD sebagai Narasumber tetap dalam liputan khusus terkait perdamaian dunia dan dialog antar umat beragama, dalam kisah singkatnya berkenalan dengan Padre Marco, SVD dimulai sejak tahun 2014, berlanjut hingga saat ini.

“Padre Marco, SVD adalah figur tokoh dunia yang luar biasa, dan banyak sekali membantu perdamaian di berbagai belahan dunia, walaupun dari Kampung kecil Lewouran.

Perannya sangat strategis, termasuk bagi Indonesia dalam membangun dialog perdamaian antar umat beragama lintas benua.

Karena itu, Kita patut berbangga memiliki seorang Padre Marco, SVD.

Berkat berkenalan dengan Beliau, Saya juga bisa beraudiensi dan mencium tangan Paus Leo dan Fransiskus, mengunjungi Makam St.Petrus di Bawah Basilika St.Petrus Vatikan, dan terlibat bersama Padre Marco, SVD dalam banyak agenda seperti berlakunya Bahasa Indonesia secara resmi sebagai bahasa internasional di Vatikan,”ceritra Mas Stanislaus Sumar, yang mengaku baru pulang dari Manila dalam lawatan kerja seminggu mendampingi Menteri Agama Republik Indonesia.

Senang Didampingi Sahabat Yang Sudah Lama Berkenalan

Suasana gembira malam ramah tamah sederhana itu kian semarak ketika Padre Marco, SVD berbagi ceritanya tentang perjalanan panggilan tugasnya sebagai pejabat di Kuria Roma dan Tahta Suci Vatikan, berkunjung ke berbagai belahan dunia, dimana lebih banyak waktu sepanjang satu dua tahun belakangan, banyak dihabiskan di atas udara, terbang mengelilingi berbagai negara untuk menghadiri berbagai agenda Konferensi dan pertemuan tingkat dunia, dengan banyak tokoh-tokoh dunia, dalam rangka dialog lintas agama dan mendorong perdamaian dunia dan masalah kemanusiaan.

Kemudian, Padre Marco, SVD juga mengisahkan tentang bagaimana perjalanannya bersama para Sahabatnya berkeliling dunia dalam rangka wisata rohani, mengunjungi situs-situs religi dunia, seperti makam Santu Yakobus di Utara Spanyol, dengan berjalan kaki sejauh 140 Km dari Lisbon Portugal untuk mencapai lokasi Makam Santu Yakobus tersebut.

“Memang, sahabat Saya banyak sekali di dalam dan luar negeri karena setiap hari selalu berhubungan dan berkomunikasi dengan orang, sehingga setiap hari sahabat Saya terus bertambah banyak.

Namun, hanya 4 orang ini yang setia dan tidak takut ada bahaya di jalan, hingga mereka tetap semangat datang sampai di sini,”ujar Padre Marco, SVD disambut tepuk tangan semua yang hadir.

Padre Marco, SVD dalam kesempatan itu juga mengucapkan limpah terima kasih kepada para Sahabatnya yang telah rela datang di kampung halamannya yang kecil dan jauh.

“Semoga mereka tetap betah, selama berada di Lewouran dan tidur di rumah Saya Ama Deus selama 3 hari,”ungkapnya polos, sedikit bercanda, sebelum makan malam bersama.

Sesuai rencana, kunjungan kali ini selain merayakan Misa Syukur ulang tahunnya ke 58 pada Selasa 4 Agustus 2026, juga mengunjungi beberapa kegiatan yakni lampu jalan, sumur bor, rehab Asrama Putri-Putra SMPK Ile Bura, Gedung SMPK Ile Bura, atas donasi pada Sahabatnya.

Ada yang istimewa dari acara pulang kampung Padre Marco, SVD kali ini yakni membawa dua benda peninggalan Kudus Santu Petrus dari Tahta Suci Vatikan, yakni Pecahan Batu dari Pintu Makam Santu Petrus sebagai bentuk keterikatan Vatikan dan Lewouran, yang belum pernah ada di seluruh Indonesia dan Segumpal tanah dari Kubur Santu Petrus di bawah Basilika Santo Petrus, untuk ditahtakan di dalam Gereja Santu Petrus Lewouran, pada tanggal 5 Agustus 2026, dalam misa khusus. (OLA)

error: Konten dilindungi!
Exit mobile version