LARANTUKA, RANAKANEWS.com – Niat menjadikan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr.Hendrikus Fernandez sebagai Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), serta soal serius terkait belum dibayarnya uang jasa pelayanan pasien Covid-19 bagi tenaga kesehatan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Larantuka sebesar Rp5,7 M, ditambah kondisi terakhir sejumlah fasilitas RSUD Larantuka yang cukup memprihatinkan, seperti ruang Farmasi dan Radiologi, akibat kelalaian Kontraktor Pelaksana yang lamban kerja, hingga menghambat layanan pasien, memicu perhatian beberapa pihak meminta Penjabat Gubernur NTT Ayodhia Kalake bisa turun langsung meninjau RSUD Larantuka dan berdialog.
“Iyah, kalau berkenan kami minta tolong agar saat berada kunjungan kerja di Flores Timur dalam beberapa hari ini, Bapak Penjabat Gubernur NTT Ayodhia Kalake, yang juga Putera Lewotanah Flotim bisa meninjau langsung dan berdialog dengan pihak RSUD Larantuka terkait beberapa agenda penting seperti rencana RSUD Larantuka jadi BLUD, kasus uang jasa pelayanan pasien Covid-19 bagi tenaga kesehatan RSUD Larantuka senilai Rp5,7 M yang belum dibayar Pemda Flotim, serta kondisi terakhir bangunan gedung Radiologi dan Farmasi yang belum rampung diatap, hingga melumpuhkan kegiatan rekam medik.

Ini hal yang sangat penting untuk bisa disampaikan secara langsung kepada Bapak Penjabat Gubernur NTT, saat Beliau berkunjung, agar mendapatkan perhatian serius,” ujar Blasius Muda, salah satu Tenaga Kesehatan RSUD Larantuka, kepada Wartawan, Kamis (16/11/2023) malam.
Pihaknya, juga mempertanyakan kenapa agenda Kunker (Kunjungan Kerja) Penjabat Gubernur NTT Ayodhia Kalake ke Flotim kali ini tak dijadwalkan ke RSUD Larantuka. Padahal, RSUD Larantuka merupakan satu-satunya Rumah Sakit milik Pemda Flotim yang sedang didorong menjadi BLUD, namun masih tersandera dengan beragam persoalan.
Seperti masih kurangnya tenaga dokter ahli, sarana prasarana penunjang vital, sering alami ketiadaan obat, lingkungan RSUD Larantuka yang belum tertata baik, instalasi Oksigen yang belum optimal, dan banyak kekurangan lainnya.
Serta salah satu soal yang belum dituntaskan sampai saat ini adalah pembayaran uang jasa pelayanan pasien Covid-19 senilai Rp5,7 M. Olehnya, sangat diharapkan agar Bapak Penjabat Gubernur NTT Ayodhia Kalake bisa kunjungi RSUD Larantuka untuk melihat dan mendengarkan langsung tentang berbagai persoalan yang terjadi selama ini,” timpal salah seorang karyawan lain yang enggan ditulis identitasnya.
Soal lain yang tak kalah pentingnya adalah proyek peningkatan sarana prasarana gedung Rekam medik (Radiologi) dan Farmasi senilai Rp848.848.000 oleh CV.Kasih Ibu, yang lamban bekerja dan berdampak serius pada lumpuhnya layanan rekam medik, karena atap gedung belum rampung. Padahal, sudah diingatkan Direktur RSUD Larantuka dr.Paul Lameng sejak awal pekerjaan, bahwa harus kerja profesional karena musim hujan telah tiba.
“Kami minta Bapak Penjabat Gubernur NTT Ayodhia Kalake bisa tinjau proyek ini, untuk lihat dari dekat cara kerja kontraktor yang lalai dan lebih andalkan modal nekad, tapi tetap diberikan pekerjaan serius seperti ini,”timpal sumber Ranakanews.Com, tersebut.
Ia juga berharap, dengan berkunjung ke RSUD Larantuka, Penjabat Gubernur NTT Ayodhia Kelake bisa membantu peningkatan kualitas fasilitas, sumber daya manusia di RSUD Larantuka agar lekas menjadi BLUD, dan makin maju dalam pelayanan kesehatan.
Sebagai satu-satunya Rumah Sakit milik Pemda Flotim, RSUD Larantuka selalu menjadi penyumbang Pendapatan Asli Daerah terbesar. Masih dari informasi yang diperoleh Media, per Kamis (16/11/2023) malam, dilaporkan hujan masih mengguyur Kota Larantuka dan sekitarnya.
Dan, meski telah dihentikan kegiatan rekam medik, akibat instalasi listrik dipadamkan, lalu sejumlah alat kesehatan pun telah ditutupi terpal, namun pelayanan belum maksimal, lantaran atap gedung belum diselesaikan Kontraktor Pelaksana. Hingga Kamis, (16/11/2023) malam, Kontraktor Pelaksana belum berada di lokasi proyek.
Info terkini, yang bersangkutan masih di Lembata. Diketahui, Kontraktor Pelaksana yang sama juga mengerjakan Puskesmas Oka, pada awal tahun ini, yang juga menyisahkan ragam pekerjaan yang tidak berkualitas.
Sayangnya, pihak Unit Lelang Pekerjaan (ULP) Flotim, yang kini dijabat Adi Lamabelawa, masih memberikan Kontraktor Pelaksana ini mengerjakan proyek peningkatan Rumah Sakit Umum Daerah Larantuka. (OLA/RN)