Daerah  

Lestarikan Lingkungan Yayasan Stimulant Institue,Save the Children Lakukan Penanaman Pohon di desa Malata

WAIKABUBAK,RANAKANEWS.com – Lestarikan lingkungan Yayasan Stimulant Institue,Save the Children lakukan penanaman pohon bersama pemerintah daerah dan Bank NTT di Kampung Bondoroe,dusun 1 desa Malata,Kecamatan Tanah Rhigu,Kabupaten Sumba Barat Rabu,(29/11/2023).

Sementara itu Kepala DP5A Kabupaten Sumba Barat Samuel Kali Kulla mengatakan bahwa penghijauan dalam rangka mengatasi kerusakan lingkungan dengan menanam pohonpenanaman pohon dilakukan dalam rangka menjaga kelestarian sumber mata air agar ketika kemarau masyarakat sekitar hutan tidak kesulitan air sebagaimana yang kerap terjadi.“Hal ini juga menjadi bentuk kepedulian semua pihak yang terlibat, dan diharapkan dapat menginspirasi generasi muda untuk lebih peduli terhadap kelestarian lingkungan.

Samuel Kali Kulla juga mengungkapkan bahwa LSM peduli lingkungan dan masyarakat sekitar hutan akan selalu mendukung program-program dari pemerintah. Salah satunya untuk menjaga dan melestarikan hutan/lingkungan terutama kelestarian sumber mata air. Karena hutan,air,mempunyai peranan penting untuk mewujudkan keseimbangan alam serta untuk mencegah timbulnya bencana alam seperti kekeringan,banjir, dan tanah longsor,”ungkap Samuel.

Sementara itu Program Manager Yayasan Stimulant Institue Margaretha R Yeni Djelalu mengatakan bahwa
kegiatan ini terlaksana atas kolaborasi antara Save the Children melalui Program BESTARI, Stimulant Institute, BPBD, Dinas P5A, DKIPS, Dina PMD, UPT Satuan Hutan Wilayah Kabupaten Sumba Barat, Dinas Lingkungan Hidup dan Bank NTT

Yeni juga mengajak kepada semua masyarakat desa Malata,Kecamatan Tanah Rhigu untuk mempraktekan hal – hal positif yang bisa kita lakukan untuk dapat diterapkan oleh anak cucu kita kedepannya.“Hal ini juga menjadi bentuk kepedulian semua pihak yang terlibat,dan diharapkan dapat menginspirasi kita semua untuk lebih peduli terhadap kelestarian lingkungan,”ajak Yeni.

 

Adapun jumlah pohon yang ditanam 135 pohon terdiri dari cendana,mahoni,dan lain – lain.

 

Perwakilan SMA Negeri 1 Tanah Rhigu menyampaikan bahwa saya sudah ikut kegiatan Bestari di desa maupun di sekolah kami diajarkan tentang cara pembuatan lubang biopori,pengolahan sampah dan penanaman pohon dari kegiatan tersebut sangat membantu sekali kami karena kegiatan itu bisa melestarikan ekosistem mengurangi pencemaran lingkungan dan mengurangi cuaca yang sangat ekstrem salah satunya penanaman pohon,ketika kita menanam pohon itu sangat membantu sekali mengurangi cuaca ekstrim karena kita tahu tujuan dan manfaatnya.

Tanam Pohon manfaatnya bisa menyimpan air dalam di dalam menyimpan cadangan air dan juga mengurangi kebanjiran dan cuaca yang sangat saya sudah ikut kegiatan Bestari tentang pembuatan lubang biopori penanam pohon pengolahan sampah.

Perwakilan SMA Negeri 1 Tanah Rhigu juga berharap setelah kita menanam pohon ini anak-anak muda di desa Malata bisa merawat tanaman itu dengan baik agar kedepannya bisa tumbuh lagi dan bisa bermanfaat buat kita kedepannya

Perwakilan SMA Negeri 1 Tanah Rhigu juga berpesan untuk teman-teman remaja selesai ketika kita sudah ikut kegiatan Bestari di situ kita tahu tentang pembuatan lubang biopori manfaat dari lubang biopori itu kita bisa mengurangi sampah dalam lubang biopori kita bisa membuat pupuk organik dari situ lewat proses pengolahannya bisa menghasilkan pupuk dan bagi teman-teman Mari kita buang sampah pada tempatnya, sampah bukan hanya kita buang atau berserakan tapi kita bisa mengolahnya menjadi pupuk yang bermanfaat,”ungkap Maria.(yb/rn)

 

 

error: Konten dilindungi!
Exit mobile version