Mahasiswa Petuntawa Ile Ape Gelar Diskusi Virtual Membangun Desa

KUPANG, RANAKA-NEWS.com- Mahasiswa Petuntawa yang tergabung dalam Forum Mahasiswa Peduli Petuntawa menggelar diskusi yang bertemakan ‘Strategi  Desa Mandiri’, Sabtu (6/3/2021).
Phlilipus Namang S.Pd. salah satu tokoh muda di desa dalam diskusi mengatakan bahwa ada banyak hal yang perlu Pemdes Petuntawa lakukan dalam membangun kesadaran, partisipasi masyarakat, partisipasi generasi sebagai sebuah landasan kuat desa.
“Banyak potensi yang kemudian di miliki oleh desa yang wajib dan harus di kembangkan oleh desa dalam membangun desa agar bisa mencapai harapan,” tegas Phlipus.
Dalam diskusi tersebut, begitu banyak pandangan dan strategi luar biasa yang kemudian di bicarakan secara tuntas oleh setiap pembicara untuk menuju desa maju.
Mardianus E.Ili S.pt, M.si. selaku praktisi owner AFRO FRAM juga berbagi tips dan pandangan strategi agar di ketahui oleh seluruh elemen masyarakat petuntawa.
“Kunci utama dalam membangun desa dan menujuh kemandirian desa ada di Badan Usaha Milik Desa (BumDes) sebagai sebuah representasi keberhasilan ekonomi, sosial dan Lingkungan dalam melihat dan mengembangkan potensi-potensi desa tersebut,” tutur Ama Ili.
Kata Ama ili, dalam upaya menujuh desa mandiri dan maju ataupun desa berkembang perlu adanya tata kelola pemerintahan yang baik dan benar untuk dapat bisa mencapai tujuan desa itu sendiri.
Sementara itu Ari Pusjoyo Kedang selaku perwakilan mahasiswa desa yang di mintai pandangannya juga mengatakan banyak pembangunan-pembangunan desa yang mubazir yang hanya menghabiskan anggaran tanpa ada tujuan dan asas manfaat bagi masyarakat.
“Ini yang perlu di perhatikan Pemdes sebab kelihatannya arah pembangunan desa Petuntawa hanya pada bidang-bidang fisik sedangkan untuk Pemberdayaan belum terlalau nampak ,sehingga perlu dan harus ada peningkatan dan kesadaran Pemdes dalam melihat potensi yang ada di desa,” jelasnya.
Diskusi tersebut di hadiri juga sebagai pembicara terakhir eks Camat Ile Ape Stanislaus Kebesa,S.sos.MAP.
Ia mengharapkan agar desa sebagai wadah untuk menggerakan perubahan pola pikir masyarakat.
“Perlu adanya sebuah gagasan luar biasa untuk kemudian membangun lewotanah dengan cara desa harus menjadi sebuah wadah untuk kemudian mampu dan paling tidak memfailistasi masyarakat untuk menumbuh kembangkan potensi-potensi desa agar ada asas manfaat hadirnya desa untuk masyarakat,” ujar eks camat tersebut.
Untuk diketahui bersama, dalam diskusi ini juga hadir pegiat-pegiat sosial dari luar Desa Petuntawa yang juga memberikan banyak kontribusi pikiran ide gagasan untuk membangun Petuntawa menujuh desa mandiri. (Hendra L/T)
error: Konten dilindungi!