LARANTUKA,RANAKANEWS.com – Modal berani tanpa sponsor, dengan jiwa patriotik dan ide cemerlang menjual baju kaos satu buah Rp100 ribu, Yayasan Nusa Lestari Hijau (Yasnurih) yang baru saja lahir dari rahim kandung erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki, dimotori Bung Sila Sakti, Januarius Jawa Bala dan Elio Lamanepa, membuat gebrakan besar menggelar Ivent Lewotobi Run For Humanity, Senin 13 Oktober 2025, dengan tujuan utama pengurangan resiko bencana, mengajak para penyintas Gunung Lewotobi Laki-Laki agar segera bangkit mandiri, menyongsong masa depan melalui satu mata rantai komando yang jelas.
“Seluruh persiapan dan koordinasi bersama Penyintas, pihak BNPB Republik Indonesia, Pemerintah Kabupaten Flores Timur, Kecamatan dan Desa terdampak telah disiapkan dengan matang.
Termasuk Pejabat BNPB Republik Indonesia yang siap melaunching ivent perdana Yasnurih Lewotobi Run For Humanity bersama para penyintas.
Kegiatan ini tepat dimulai pukul 06.00 WITA, dengan titik start depan Warung Sang Surya Konga hingga finish Huntara Konga.
Lebih dari 200 peserta dipastikan ikut berlari santai dalam live ivent Lewotobi Run For Humanity,”ujar Bung Sila Sakti, Pendiri Yasnurih yang juga Relawan Kemanusiaan Pancasila Sakti, saat ditemui Wartawan di kediamannya Sarotari, Minggu 12 Oktober 2025, pagi.
Dirinya sangat bangga bisa menggelar Ivent berskala nasional ini tanpa dukungan dana yang besar, tapi hanya dengan modal jual baju kaos seharga Rp100 ribu per buah, serta dukungan semangat para penyintas.
Sebelumnya, Yasnurih juga menginisiasi para penyintas berjualan sayur dan aneka hasil kebun di Gereja Katedral Reinha Rosari Larantuka, dan Gereja Masehi Injili Timor (GMIT) yang sukses membuat penyintas meraup uang tak kurang dari Rp40 juta jadi modal bertahan hidup di Huntara, serta membantu biayai hidup anak sekolah, beli seng atap rumah hunian sementara dan berbagai kebutuhan lainnya.
“Kami punya modal jual 200 buah baju kaos seharga Rp100 per baju, untuk bisa buat ivent ini.
Semua baju kaos telah terjual habis,”terang Bung Sila, optimis.
Ia menambahkan, undangan telah disebarkan ke berbagai pihak dan mendapat dukungan luar biasa.
Termasuk Anggota DPD RI 2024-2029 asal NTT, Angelius Wake Kako,S.Pd.,M.Si yang siap hadir langsung.
“Beliau memberi spirit dan apresiasi langsung, siap turun berlari santai bersama Penyintas Lewotobi,” timpal Bung Sila, sengit.
Dikatakannya, ivent Lewotobi Run For Humanity ini hanyalah salah satu trik pemicu Yasnurih untuk mendorong penyintas agar segera bangkit mandiri.
Selain itu, pihaknya juga ingin memastikan seperti apa manajemen mata rantai satu komando terbaik dalam penanganan para pengungsi, serta mengevaluasi pelaksanaan pengurangan resiko bencana selama ini di lapangan.
“Kelemahannya dimana dan seperti apa tugas berbagai instansi teknis Pemerintah di lapangan, terutama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Flotim, Dinas Sosial Flotim, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Perumahan, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan Kepemudaan Olahraga serta dinas lainnya, hingga NGO dan pihak terkait lainnya selama ini.
Hasil evaluasi di lapangan ini akan menjadi bahan masukan bagi BNPB Republik Indonesia guna perbaikan pelayanan kedepannya yang lebih baik,”tukasnya lebih jauh.
Masih menurutnya, setelah ivent ini, Yasnurih juga akan menggelar Ivent lainnya seperti festival Tenun dan Jagung Titi bagi para penyintas, guna mendorong para penyintas Lewotobi agar bisa mempunyai usaha dan pendapatan mandiri, guna memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari kedepannya.
“Selama ini para penyintas Lewotobi hanya disuapin dengan terus memberikan mereka bantuan, namun kali ini Yasnurih hadir mengajak penyintas Lewotobi menghasilkan produk dan menjual sendiri,”tutup Bung Sila.
Ia bahkan mengaku sangat bahagia bisa menghadirkan sebuah lembaga secara mandiri untuk membantu para penyintas.
“Memang, sebelumnya Saya terlibat urus penyintas Lewotobi sejak awal bersama lembaga lain, namun setelah melakukan evaluasi dan diskusi panjang dengan sejumlah kalangan, termasuk berjalan keliling Gunung Lewotobi beberapa waktu lalu, akhirnya disepakati mendirikan Yasnurih.
Olehnya, mohon dukungannya agar Yasnurih bisa berdiri kokoh dan kuat membantu para penyintas Lewotobi dan juga masyarakat Flotim lainnya,” pungkasnya. (OLA)