Kerukunan Keluarga Besar Manggarai (KKBM) Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah, kembali melakukan Musyawarah VIII di Aula SMKS Tunas Bangsa Mimika, Minggu, (14/6/2026). (Foto: Humas KKBM)
TIMIKA, RANAKANEWS.com – Kerukunan Keluarga Besar Manggarai (KKBM) Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah, sukses melaksanakan Musyawarah VIII pada Minggu (14/6/2026) di aula SMKS Tunas Bangsa Mimika. Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 09.00 WITA hingga 18.00 WITA tersebut berjalan lancar, penuh semangat persaudaraan, dan menghasilkan kepemimpinan baru bagi warga Manggarai di Kabupaten Mimika.
Musyawarah diawali dengan registrasi peserta, dilanjutkan penyambutan secara adat terhadap tiga calon Ketua KKBM periode 2026–2031 oleh Majelis Tinggi KKBM, pengurus, para sesepuh, dan panitia. Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan acara pembukaan, penyampaian Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) Pengurus KKBM periode 2021–2026, pembahasan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), hingga pemilihan Ketua Umum KKBM yang baru.
Sebanyak 87 peserta terlibat dalam musyawarah ini, terdiri atas 13 peserta peninjau dari unsur Majelis Tinggi dan para sesepuh, serta 74 peserta penuh yang merupakan utusan dari tiga subsektor, yakni Manggarai Tengah, Manggarai Barat, dan Manggarai Timur. Selain itu, peserta penuh juga mewakili 17 kelompok arisan yang dibentuk berdasarkan kampung dan kecamatan asal di Kabupaten Manggarai, Provinsi Nusa Tenggara Timur.
Ketua Panitia Musyawarah VIII KKBM, Siprianus Madur, menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas keberhasilan pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, suksesnya musyawarah merupakan buah dari kerja sama, semangat kebersamaan, dan rasa kekeluargaan seluruh warga Manggarai yang berdomisili di Timika.
“Sejak dipercaya menjadi Ketua Panitia Musyawarah KKBM VIII pada tanggal 5 April 2026 yang bertepatan dengan Hari Raya Paskah, kami bersama seluruh panitia bekerja keras membangun komunikasi dan pendekatan budaya dengan Ketua KKBM, Majelis Tinggi, para Ketua SubsRetbektor, dan Ketua Kelompok Arisan untuk melakukan penjaringan bakal calon ketua,” ujar Siprianus.
Ia menjelaskan bahwa melalui proses yang panjang dan penuh semangat persatuan, pada akhir Mei pero 2026 ketiga subsektor akhirnya menyerahkan berkas bakal calon ketua kepada panitia. Selanjutnya, para bakal calon tersebut ditetapkan melalui kegiatan pra-musyawarah yang dilaksanakan pada 31 Mei 2026.
“Puji syukur, seluruh tahapan dapat berjalan dengan baik hingga hari ini kita berhasil melaksanakan musyawarah dan memilih pemimpin baru KKBM. Ini merupakan kemenangan seluruh warga Manggarai di Timika,” tambahnya.
Melalui proses demokratis yang berlangsung tertib dan penuh kekeluargaan, peserta musyawarah akhirnya memilih Bapak Alfonsius Abu sebagai Ketua Umum KKBM Kabupaten Mimika periode 2026–2031.
Atas nama panitia, Siprianus Madur menyampaikan terima kasih kepada seluruh peserta yang telah hadir, mengikuti seluruh rangkaian kegiatan, dan menggunakan hak suaranya dalam pemilihan ketua umum. Ia juga menyampaikan penghargaan kepada berbagai pihak yang telah mendukung terselenggaranya musyawarah tersebut.
Ucapan terima kasih secara khusus disampaikan kepada Bapak Johanes Rettob, yang juga merupakan Pemimpin Daerah Kabupaten Mimika, atas dukungan dan bantuan yang diberikan kepada panitia demi menyukseskan Musyawarah VIII KKBM Tahun 2026.
Menutup sambutannya, Siprianus Madur menyampaikan ucapan selamat kepada Ketua Umum terpilih.
“Profisiat kepada Bapak Alfonsius Abu sebagai Ketua KKBM Timika periode 2026–2031. Semoga amanah yang diberikan oleh seluruh warga Manggarai dapat dijalankan dengan penuh tanggung jawab serta mampu membawa perubahan positif bagi KKBM yang semakin solid, bersatu, dan mampu bekerja sama dalam membangun kebersamaan serta kesejahteraan warga Manggarai di Kabupaten Mimika,” tutupnya.
Musyawarah VIII KKBM Tahun 2026 menjadi momentum penting dalam memperkuat persatuan, menjaga nilai-nilai budaya Manggarai, serta mempererat tali persaudaraan warga Manggarai yang merantau dan berkarya di tanah Papua, khususnya di Kabupaten Mimika. (*/RN)










