KUPANG, RANAKANEWS.com – Hari Pangan Sedunia (HPS) atau Word Food Day merupakan peringatan global yang diperingati setiap tanggal 16 Oktober dan peringatan yang merupakan moment untuk meningkatkan kesadaran global tentang masalah kelaparan dan kekurangan pangan diberbagai belahan dunia.
Hari Pangan Sedunia memiliki makna mendalam dalam mengingatkan semua pihak, baik pemerintah, gereja komunitas Internasional, organisasi, hingga individu, akan pentingnya akses yang adil dan merata terhadap pangan.
Peringatan ini menggarisbawahi urgensi dalam menangani kelaparan global yang masih menjadi masalah besar.
Sejalan dengan hal tersebut, Keuskupan Agung Kupang mempunyai kepedulian yang besar akan ketersediaan pangan sebagai bentuk keprihatinan gereja terhadap masyarakat yang membutuhkan pangan.
Ketua Panitia, Robert N.I.Tail, S.SIT.,M.M mengatakan bahwa Peringatan Hari Pangan Sedunia sebagai salah satu program rutin Keuskupan Agung Kupang setiap tahun untuk dirayakan.
Adapun tema dari Hari Pangan Sedunia Tahun 2025 Keuskupan Agung Kupang adalah “Hak Atas Pangan Untuk Kehidupan dan Masa Depan Yang Lebih Baik”.
“Dengan demikian maka pada tahun 2025 ini, telah disepakati bersama dewan gereja se- Keuskupan Agung Kupang untuk dirayakan di Paroki St.Simon Petrus Tarus sebagai lokus kegiatan HSP. Ada banyak kegiatan yang sudah dilaksanakan selama 3 hari yaitu tanggal 27 sampai dengan 29 Oktober 2025 yaitu Seminar, Kunjungan Lapangan , dan Pameran. Bertepatan juga dengan Hari Ulang Tahun Gereja St.Simon Petrus Tarus yang ke-11 kita gabung,” ujar Robert Tail usai Misa yang dipimpin oleh Mgr. RD. Hironimus Pakaenoni di Halaman Geraja St.Simon Petrus Tarus, Rabu (29/10/2025).
Dalam seminar membahas berbagai isu yang berkaitan dengan kegiatan PSE, pekerja migran, kebijakanaa pemerintah dibidang pertanian dan peternakan, pengolahan pangan lokal.
Lalu kegiatan Kunjungan Lapangan. Kegiatan tersebut bertujuan untuk mengunjungi para pelaku usaha bidang pertanian, guna meningkatkan semangat menumbuhkan minat peserta HPS dalam menjalankan usaha bidang pertanian atau peternakan.
Dan Pameran. Pameran melibatkan seluruh paroki dan stasi dalam wilayah Kabupaten Kupang dan Kota Kupang.
“Tujuannya itu pertama, untuk bisa membuat kesadaran pangan terhadap masyarakat; keluarga, KUB. Stasi, paroki dan wilayah. Membangun semangat solidaritas pangan diantara keluarga-keluarga Katolik. Mengerakkan semangat kaum muda untuk bertani dan menjadikan bertani sebagai sebuah pilihan hidup, bukan sebuah keterdesakan hidup. Menggerakakan kecintaan akan pangan lokal yang murah dan bergizi. Manfaat dari kegiatan HPS ini adalah: Agar terbangunnya rasa solidaritas umat dalam mengemban amanah sebagai makluk sosial. Agar terciptanya produk-produk pertanian secara mandiri dan modern guna terpenuhi kebutuhan pangan masyarakat.
Sebagai kegiatan yang mendukung program pemerintah dan program gereja dalam mencapai swasembada pangan berkelanjutan,” jelasnya.
Peserta yang hadir dalam pelaksanaan HPS Tahun 2025 Keuskupan Agung Kupang adalah utusan masing-masing paroki dan stasi.
“Jadi harapannya ke depan HPS jangan hanya pada saat ini saja kalau bisa mulai di tiap-tiap keluarga. Jadi pangan ini jangan tunggu eventnya baru kita buat. Salah satu membantu kebutuhan rumah tangga ya pangan ini karena dari bibit-bibit yang kita bagikan itu banyak yang sudah menikmati,” ujar Kepala BPTD Kelas II NTT. (TD)