KUPANG, RANAKANEWS.com – Vaksinasi Covid-19 di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) sampai hari ini, Kamis (2/9/2021) baru 12,26 persen atau baru 469.576 orang yang mendapatkan vaksin dosis kedua dari target 3.831.439 orang.
Karena itu Ketua Dekranasda NTT, Bunda Julie Sutrisno Laiskodat, mengajak seluruh elemen untuk bersama-sama mendorong percepatan vaksinasi di NTT.
Kamis (2/9/2021) melalui kerja sama dengan majelis jemaat Emaus Liliba, Bunda Julie melakukan launching ‘Ayo Vaksin’ bagi 300 jemaat.
Bunda Julie Laiskodat yang juga anggota DPR RI mengajak masyarakat NTT berpartisipasi dalam vaksinasi sebagai upaya mempercepat terbentuknya herd immunity sebagai salah satu upaya melawan pandemi Covid-19 disamping penerapan protokol kesehatan yang ketat.
Menurutnya, hal itu perlu dilakukan sebab hingga saat ini belum ada penelitian yang bisa membuktikan bahwa Covid-19 bisa diobati.
“Bukan untuk sembuhkan kita (dari Covid-19) tetapi membantu kita menaikan imun untuk menangkal Covid-19 diluar masker dan cuci tangan (protokol kesehatan) adalah vaksinasi,” ujar Bunda Julie.
Ia mengatakan,Vaksinasi tersebut, tidak bisa dilakukan pada kelompok tertentu saja, namun untuk bisa mencapai kekebalan komunal, vaksinasi harus bisa diberikan secara merata termasuk untuk lansia dan juga anak-anak. Karena itu, pihaknya pun mendorong vaksinasi untuk Ibu hamil melalui kerja sama antara perkumpulan obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) dan Ikatan Bidan Indonesia (IBI) serta vaksinasi bagi anak dan remaja bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT.
Menurutnya, kendala masyarakat saat ini adalah mendapatkan vaksinasi dosis kedua. Di Kota Kupang misalnya, masyarakat yang mendapatkan vaksin dosis pertama mendekati 80 persen, namun untuk vaksinasi dosis kedua baru sebagian dari jumlah tersebut.
Ia mengatakan, kesulitan masyarakat saat ini, dikarenakan tempat mereka melakukan vaksinasi pertama, banyak yang tidak menyediakan vaksinasi dosis kedua. Karena itu, sebagai wakil rakyat, dirinya berkewajiban membantu Pemerintah dalam percepatan vaksin.
Salah satu upayanya adalah mendatangi tempat-tempat ibadah maupun sekolah untuk menjemput bola serta memudahkan masyarakat dalam mendapatkan vaksin.
“Saya meminta izin kepada Pak Gubernur supaya kami yang datang ke gereja-gereja maupun masjid-masjid yang membutuhkan itu kami yang datang, supaya kami yang datang sehingga jemaat, masyarakat tidak bingung harus kemana,” jelas Bunda Julie. (JF/T)