
LARANTUKA,RANAKANEWS.com –
Buruknya kebutuhan vital ke Pantai Wisata Mekko Desa Pledo Kecamatan Witihama seperti Jalan sejauh 7 Kilometer, Jaringan air bersih dan Telekomunikasi, diminta segera diperbaiki oleh Penjahat Gubernur NTT Ayodhia Kalake dan Penjabat Bupati Flotim Sulastri Rasyid, jikalau serius mendorong dan mempromosikan wisata Pulau Pasir Mekko menjadi tujuan destinasi wisata bahari kedepannya.
“Ini adalah kunjungan Bapak Ayodhia G.Kalake untuk kedua kalinya ke Pantai dan Pulau Pasir Mekko Desa Pledo Kecamatan Witihama.
Pertama, saat Bapak Ayodhia Kalake sebagai Deputi Bidang investasi dan Maritim Kemenko Investasi, kemudian kali ini sebagai Penjabat Gubernur NTT.
Karena itu, besar harapan Kami jikalau ada keseriusan untuk memajukan Pantai dan Pulau Pasir di Mekko sebagai tujuan destinasi wisata bahari kedepan, maka sebaiknya dibenahi dulu kondisi jalan raya sejauh 7 Kilometer yang rusak berat, dan jaringan telekomunikasi yang buruk, agar bisa memperlancar mobilitas dan juga komunikasi informasi saat berada di lokasi wisata Mekko.
Pasalnya, jikalau kondisi jalan raya dan jaringan telekomunikasi sudah membaik, maka bisa semakin menarik arus minat wisatawan, maupun tumbuhnya iklim investasi di kawasan wisata bahari Mekko,”terang Ama Kia, warga Witihama, yang punya lahan perkebunan di kawasan wisata bahari Mekko, saat ngobrol bersama Wartawan, Jumat (2/7/2024) malam, sebelum pembukaan festival mini Mekko, Sabtu (3/7/2024).
Menurutnya, promosi wisata bahari Mekko itu, dengan hadirkan pejabat sudah banyak dilakukan, tetapi hasilnya tetap sama saja, dimana Pantai dan Pulau Pasir Mekko belum berhasil membuat banyak orang rajin datang setiap hari.
Pasalnya, kondisi jalan yang buruk, bisa membuat orang malas kesana, terutama bagi orang yang sudah pernah ke Mekko.
“Bagi Kami warga yang setiap hari berkebun di kawasan Mekko, merasakan bahwa tidak banyak orang yang datang tiap hari.
Sehingga Kami selalu sampaikan kepada Pemerintah agar perbaiki dulu jalan raya dan jaringan telekomunikasi, barulah atur promosi.
Mau buat festival Mekko lebih besar lagi juga tidak ada masalah, asalkan kondisi jalan raya dibenahi dulu.
Lalu, jaringan telekomunikasi, air bersih, dan hal-hal lainnya,”ujarnya.
Keluhan juga disampaikan warga lainnya yang juga berkebun di kawasan Mekko, bahwa Pantai dan Pulau Pasir Mekko itu memang indah dan menarik, namun kondisi jalan raya yang buruk dan jaringan Telekomunikasi parah, sehingga membuat orang malas ke Mekko.
Sementara itu, Penjabat Gubernur NTT Ayodhia Kalake dalam kunjungannya kali ini bersama Penjabat Bupati Flotim Sulastri Rasyid, sebagaimana informasi yang dihimpun Wartawan, baru bisa melintasi jalan yang buruk itu, saat pulang kembali dari Mekko ke Larantuka, Sabtu (3/7/2024) malam.
Penjabat Gubernur NTT Ayodhia Kalake tak berkesempatan melihat langsung kondisi jalan raya yang buruk pada siang hari.
Praktis, dalam sambutannya pun tidak menyatakan secara tegas akan segera membangun jalan raya ke Mekko menjadi lebih baik lagi.
Hal yang sama dengan Penjabat Bupati Flotim Sulastri Rasyid, tak menyentil dana pembangunan jalan raya ke Mekko dalam Rencana APBD Perubahan tahun 2024.
Padahal, Penjabat Bupati Flotim Sulastri Rasyid ini punya semangat juang mempromosikan wisata bahari Mekko.
Penjabat Gubernur NTT Ayodhia Kalake dan Penjabat Bupati Flotim Sulastri Rasyid, pun lebih dulu pulang usai membuka festival mini Mekko, Sabtu (3/7/2024) malam.
Kedua Penjabat ini pun tak berkesempatan menutup festival mini Mekko pada Minggu (4/7/2024), sekaligus bisa menyaksikan keindahan alam Pantai dan Pulau Pasir Mekko pada siang hari, plus kondisi infrastruktur dasar yang masih buruk. (OLA)