Proyek Ikon 100 Hari ADDIBU, Rabat Beton Rp11 M Gagal, CV.Valentine Bikin Pemda ‘Gigit Jari’

Sebagian progress fisik pengerjaan proyek rabat beton Rp11 M Basira-Latonliwo Tanjung Bunga yang diunggah Netizen beberapa waktu lalu, yang dikerjakan CV.Valentine, kini sudah gagal total karena ketidakmampuan rekanan, sesuai penjelasan Kadis PUPR Flotim, juga PPK Paulus Lagadoni Hekin, ST kepada Wartawan: Foto (Doc.FB/OLA/Ranakanews.com)

LARANTUKA,RANAKANEWS.com-Proyek 6 Kilometer Rabat Beton Basira-Latonliwo Tanjung Bunga Rp11 M, ikon program 100 hari kepemimpinan ADDIBU, yang terkesan tidak prosedural sejak pelelangan, karena pihak Unit Lelang dan Pengadaan Kabupaten Flores Timur, yang dipimpin Adrianus Bengaama Lamabelawa, SH bersikeras memenangkan CV.Valentine, kendatipun menempati peringkat 4 dengan nilai penawaran Rp10.921.163.307,97, kini gagal total pasca Rekanan tersebut hanya mampu mengerjakan 27,80 persen fisik rabat beton, dan sudah angkat tangan nyatakan tidak mampu kerja lagi.

Demikian pernyataan yang dibeberkan Kadis Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Flotim Paulus Lagadoni Hekin, ST kepada Wartawan, belum lama ini.

Padahal, Rekanan CV.Valentine yang diketahui berdomisili di Larantuka, sejak awal mendapat dukungan luar biasa dari Pemda Flotim.

Bahkan, diperlakukan sangat istimewa ba’h anak emas, hingga punya nilai penawaran tertinggi, dan hanya selisih sekitar Rp72 juta dari nilai pagu anggaran Rp11 M, pun tetap dipaksakan untuk dimenangkan dan digadang-gadang menyukseskan proyek yang menjadi ikon program 100 hari kepemimpinan ADDIBU.

Tapi, kini seperti pepatah ‘nasi sudah jadi bubur’, proyek yang bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU) mendahului perubahan APBD Flotim tahun anggaran 2025 itu ternyata gagal total, bikin Pemda Flotim ‘gigit jari’ lantaran Kontraktor CV.Valentine menyerah dan tak mampu menyelesaikan pekerjaan.

“Secara regulasi rekanan sudah tidak mampu lagi.

Awalnya, mau diperpanjang sampai bulan April 2026, tapi karena berbagai pertimbangan dari Dinas PUPR Flotim, ternyata CV.Valentine sudah tidak mampu lagi.

Sesuai hasil keputusan, Rekanan CV.Valentine diminta harus mengembalikan kelebihan uang yang telah dibayarkan dari 30 persen uang muka sesuai progress pengerjaan proyek yang baru mencapai 27 Persen.

Uang itu harus dikembalikan setelah pemeriksaan dari pihak Inspektorat Daerah.

Kami akan layangkan dokumen Rekanan ke Inspektorat Daerah agar lekas diaudit, supaya uang yang lebih harus segera dikembalikan,”terang Kadis PUPR Flotim Saul Hekin, ST, yang juga merangkap Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) paket proyek rabat beton Rp11 M tersebut.

Pihaknya, sebut Saul Hekin, telah membahas hal ini dan memutuskan CV.Valentine mengembalikan uang kelebihan dari 30 persen yang telah dibayarkan tersebut.

Nilainya kurang lebih Rp500 juta. Itu dikembalikan setelah audit oleh Inspektorat Daerah,”sambung Saul Hekin, sekaligus mengklarifikasi dirinya merangkap jabatan sebagai PPK, lantaran pejabat yang ditunjuk enggan menerima.

Saul Hekin juga menjelaskan, setelah semua proses pengembalian sisa uang lebih dari 30 persen dari rekanan, proyek ini harus didudukan ulang dan proses tender akan terjadi di bulan Juni-Juli 2026, dengan jenis pekerjaan hotmix menggunakan sisa anggaran yang belum digunakan.

Jadi, untuk jenis pekerjaan rabat beton tidak digunakan lagi,”tandasnya.

Sesuai kontrak, proyek senilai Rp10.921.163.000, dengan masa kerja 170 hari, yang menjadi ikon program 100 hari kepemimpinan ADDIBU, yang menghubungkan ruas jalan Lamanabi-Latonliwo 1 ke Desa Patisirawalang Kecamatan Tanjung Bunga, mestinya berakhir pada 24 Desember 2025, sejak kontrak ditandatangani 3 Juli 2025, antara pemilik proyek Dinas PUPR Flotim dan penyedia jasa CV.Valentine.

Namun, pekerjaan fisik hanya mencapai 27,80 persen saat masa kontrak habis.

Sementara uang muka 30 persen sudah dibayarkan ke penyedia jasa.

Pemda Flotim Sempat Pending Pekerjaan Karena Cuaca Ekstrim 

Sebelumnya, Bupati-Wakil Bupati Flotim Anton Doni Dihen-Ignas Boli Uran dalam Konferensi Pers bersama Wartawan beberapa waktu lalu, tanpa dihadiri Kadis PUPR Flotim Saul Hekin, ST, menjelaskan bahwa akibat terkendala cuaca ekstrim, paket proyek rabat beton Rp11 M Basira-Latonliwo Tanjung Bunga dipending sampai dengan cuaca ekstrim yang melanda Flores Timur berakhir yakni bulan April 2026, baru dilanjutkan kembali.

Namun, dalam keterangan Pers per Kamis 19 Februari 2026 di ruang kerjanya, Kadis PUPR Saul Hekin, ST sekaligus menjabat PPK menjelaskan, paket proyek rabat beton Rp11 M Basira-Latonliwo Tanjung Bunga tersebut tak bisa dilanjutkan lagi karena sudah berat dan pihak CV.Valentine sudah tidak mampu lagi.

Bahkan, Saul Hekin juga sampaikan, rekanan CV.Valentine akan mengembalikan kelebihan uang yang telah dibayarkan sebesar 30 persen yakni kurang lebih Rp500 juta, karena progress pengerjaan baru mencapai 27, 80 persen, setelah audit dari Inspektorat Daerah Kabupaten Flores Timur.

Indikasi Proyek Rp11M Bermasalah Sejak Lelang

Suka atau tidak suka, fakta gagalnya pekerjaan proyek rabat beton Rp11 M oleh CV.Valentine, lantaran progress fisiknya baru sentuh 27,80 persen hari ini, padahal masa kerjanya sudah berjalan lebih dari 170 hari, sejak tandatangan kontrak 3 Juli 2025, dan telah dihentikan pekerjaannya sesuai penjelasan Kadis PUPR Flotim Saul Hekin, sekaligus menjabat PPK, makin menguatkan adanya indikasi kuat proyek ini penuh aroma rekayasa kolusi, korupsi dan nepotisme sejak lelang, yang sebelumnya disoroti Media jelang penetapan pemenang lelang.

Pasalnya, penunjukkan CV.Valentine yang menempati peringkat 4, dengan angka penawaran tertinggi yakni: Rp10.921.163.307,97 sebagai pemenang lelang, terkesan terlalu dipaksakan.

Alih-alih menyakinkan publik bahwa CV.Valentine paling mampu dan siap dengan dukungan peralatan, sumber daya pekerja dan modal yang lebih besar, ternyata itu hanya isapan jempol belaka.

Bupati Anton Doni Dihen yang selalu jumawa dalam setiap sambutannya, termasuk dalam upacara 17 Agustus 2025, yang begitu optimis dan heroik menyampaikan ke publik tentang lompatan jauh proyek rabat beton Rp11 M Basira-Latonliwo Tanjung Bunga, yang menjadi ikon program 100 hari, karena baru kali ini ada proyek jalan meskipun spesifikasi rabat beton di wilayah terisolasi sejak Indonesia merdeka belum menikmati jalan, ternyata hari ini hanya bisa ‘gigit jari’.

Sebab, CV.Valentine hanya bisa mampu kerja 27,80 persen dan sudah ‘buang handuk’ alias menyerah karena takut merugi lebih banyak.

Pihak CV.Valentine belum dikonfirmasi Wartawan hingga kini untuk mengetahui apa alasan utamanya sehingga tidak mau melanjutkan pekerjaannya.

Diketahui, lelang paket proyek ini diikuti empat rekanan antara lainnya: CV.Keynward dengan penawaran Rp9.753.400.000, CV.Cahaya Melati Rp9.878.000.000, CV.Rokatenda Rp10.423.212.499,06 dan CV.Valentine Rp10.921.163.307,97.

Meskipun, dengan nilai penawaran tertinggi, dengan selisih Rp72 juta lebih dengan pagu Rp11 M, CV.Valentine ditetapkan jadi pemenang.

Sempat disorot Media, karena penetapan pemenang lelang terindikasi tidak prosedural, juga lantaran material pasir yang digunakan CV.Valentine berasal dari pasir Nobo, Gunung Lewotobi, yang kadar belerang tinggi, ditambah jarak angkut jauh, namun tak digubris Ketua Pokja ULP Adi Bengaama Lamabelawa dan jajarannya.

Mereka tetap bersikukuh memenangkan CV.Valentine, yang hari ini sudah angkat tangan dan ‘buang handuk’ alias menyerah, membikin ikon program 100 hari kepemimpinan ADDIBU ini ambruk total.

Warga Basira-Latonliwo Tanjung Bunga yang sudah menanti dengan riang gembira dan merdeka dari belenggu keterisolasian fisik karena tidak ada jalan raya menuju kampung halaman, hari ini terpaksa menunda untuk sekian waktu lagi, karena gagalnya proyek ini.

Padahal, proyek ini lahir ditangan Kadis PUPR Saul Hekin, ST, juga Sekda Flotim Drs.Petrus Pedo Maran,M.Si, Anggota DPRD Flotim Adrianus Ida Liwun, yang notabenenya orang Tanjung Bunga. (OLA)

error: Konten dilindungi!
Exit mobile version