Raja Sonbai Kunjungi Kantor Komando Garuda Sakti NTT

KUPANG, RANAKA-NEWS.com- Kunjungan  Raja-Raja Pulau Timor Bapak Sonbai  bersama rombongan ke Kantor Garuda Sakti pada Kamis (18/12/2020).
Kunjungan tersebut tujuannnya untuk secara resmi melaporkan  kasus kepemilikan tanah-tanah yang ada di pulau Timor kepada Aliansi Indonesia serta menyerahkan pula sonaf yang notabene sudah diperjual belikan oleh oknum-oknum.
Kepala LAI Garuda Sakti  Provinsi  NTT Meliantus Tefa, S. Pd menjelaskan, LAI akan siap mengawal  para raja untuk proses pengusutan kepemilikan tanah di pulau Timor.
“Kami Aliansi Indonesia siap  mengawal para raja dalam proses pengusutan kepemilikan  tanah namun terlebih dahulu kami melakukan pendekatan dengan lembaga Pertanahan, untuk menyelesaikan persoalan tanah yang ada harus dilakukan terlebih dahulu mediasi semua Sonbai karena ada banyak Sonbai yang ada di Pulau timor untuk membangun kesepakatan bersama dalam menyelesaikan persoalan ini kita akan melakukan cek terlebih dahulu sisi mana yang akan diambil hukum pidana atau perdata, harapan  kedepan  semoga mediasi yang bisa menentukan karena  untuk kita tabrak keadaan itu  bukan hukum yang sebenarnya, sehingga perlu dilakukan mediasi terlebih dahulu seluruh keluarga Raja untuk bersatu yakni dari ujung Lospalos sampai Pulau  Semau, kasus kepemilikan tanah ini harus di selesaikan agar tidak terjadi persoalan yang mana anak-anak timor yang datang bekerja di Kupang  Kontrak dan tinggal di  kos-kosan akan tetapi mereka bisa mendapatkan sedikit tanah untuk tempat tinggal,” ujar Meliantus.
Dalam kunjungan ke kantor Garuda Sakti Para Raja pulau Timor yang dihadiri  para usif  ada  Baunsene, Neolaka, Oematan, bahkan Liurai dari Lospalos. Dalam kunjungan ini mereka  mengharapakan agar  kasus kepemilikan tanah dapat  diselesaikan.
“Kami sangat mengharapkan gerenasi mengetahui sejarah kepemilikan tanah di pulau Timor, karena sudah  terjadi permasalah yang menyerahkan tanah  kepada pendatang bukan Raja Sonbai melainkan oknum-oknum dan kami tidak sebutkan itu onum siapa yang intinya hal seperti ini  bisa  menyebabkan permasalahan yang  mana pendatang jadi pribumi  dan pribumi jadi pendatang,” ujar usif Baunsele. (Ila K)

 

error: Konten dilindungi!
Exit mobile version