Oleh: Rosalia Delima
Belum berakhir juga ketakutan yang mencekam
Kecantikan sinar violet dari matahari pagi
Dan redup lembayung senja hari
Serupa seruling penggembala yang bergema
Nun jauh dari ketinggian bukit
Terbawa angin sampai ke telinga pembuluh rindu
Lalu jatuh di pangkuan sang dara yang tengah merenda
Dan air mata membentuk pantulan cahaya nila
Pada permukaan cermin petang.
Ketakutan ini seperti rantai yang mengikat
Menyisahkan peluh bercucuran meski kaki teriikat
Helaan nafas seolah tercekik
Kegelisah kian mencekam
Entah kapan dandi titik mana segala letih berlabuh
Langit benderang
Paru-paru terisi udara bersih
Lalu nyanyian sukacita bergema
Sepanjang Lorong-lorong kota.
Bandara Rabu ,07 Juli 2021.
Penulis: Guru pada salah satu Sekolah Dasar di Ruteng-Manggarai.
