RUTENG, RANAKANEWS.com – Ruas jalan nasional Ruteng- Borong yang merupakan penghubung Kabupaten Manggarai dan ruas jalan menuju Borong, Kabupaten Manggarai Timur masih dihiasi oleh sejumlah lubang di badan jalan.
Pantauan Ranakanews.com, Kamis, 25 Juni 2026, terlihat sepanjang ruas jalan nasional ini masih banyak lubang yang belum diperbaiki dan sangat membahayakan pengendara roda dua maupun roda empat. Panjang dan ukuran kedalaman lubang di bahu jalan itu bervariasi. Namun, terpantau juga sejumlah para pekerja sedang membersihkan bagian kiri dan dan kanan jalan nasional tersebut.
Oskar Nemo, salah satu pengendara speda motor yang melintasi ruas jalan ini mengimbau agar selalu waspada bagi pengguna jalan untuk melintasi lokasi jalan itu.
“Kurangi kecepatan kendaraan agar tidak terjebak dalam kecelakaan. Apalagi kalau memasuki daerah Ranamese, Kabupaten Manggarai Timur,” pintanya.
Terpisah, PPK jalan nasional Ruteng- Reo hingga Borong, Nur Indah Indriani, menjelaskan bahwa ruas jalan nasional itu sedang dilakukan proses pengerjaan. Dan dipastikan setiap lubang yang ada akan ditutupi dengan aspal
“Sedang dikerjakan oleh penyedia jasa yakni PT. Flores Konstruksindo dengan pagu anggaran Rp.33 Milliar lebih yang bersumber dari APBN tahun 2026,” kata Indriani kepada wartawan Kamis, 25 Juni 2026, melalui telephone selulernya.
Salah satu warga Manggarai, Rudiartono mengatakan bahwa ruas jalan nasional Ruteng-Reo merupakan urat nadi perekonomian masyarakat di tiga kabupaten, yakni Kabupaten Manggarai, Manggarai Barat dan Kabupaten Manggarai Timur.
Ruas jalan ini menjadi jalur pendistribusian sembako dan bahan bakar minyak untuk masyarakat di wilayah Manggarai Raya bahkan untuk beberapa kabupaten di daratan Flores.
Oleh sebab itu, Hartono meminta Presiden Prabowo Subianto melalui Kementerian PUPR untuk selalu mengalokasikan anggaran baik untuk perawatan jalan maupun pembangunan sarana pendukung jalan.
Mengingat, kata dia, ruas jalan ini sangat strategis dan memiliki peran penting untuk pertumbuhan dan kebutuhan ekonomi masyarakat di Flores, Nusa Tenggara Timur
“Apabila ruas jalan ini lumpuh maka perekonomian dan kebutuhan masyarakat akan lumpuh. Sehingga akan terjadi kesenjangan ekonomi masyarakat di daratan Flores. Sangat dibutuhkan peran pemerintah pusat agar selalu dianggarkan pada APBN. Semoga anggaran kedepannya tidak direfocusing, ” ungkapnya.
Kepada Ranakanews.com, Rabu 24 Maret 2026, Rudihartono menyampaikan apresiasi kepada kementerian PUPR Republik Indonesia yang telah mengucurkan anggaran untuk rehabilitasi ruas jalan nasional itu.
“Terima kasih juga kepada kontraktor pelaksana dan PPK serta para pekerja yang selalu tulus dalam mengerjakan ruas jalan nasional itu. Mereka semua adalah para pihak yang berpartisipatoris dalam membangun kabupaten tercinta ini,” tutupnya. (KH)
