BORONG, RANAKANEWS.com- Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Manggarai Timur, Mendesak Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk memasukkan ke dalam daftar hitam para pelaksana proyek atau kontraktor nakal.
Hal ini disampaikan Salesius Medi Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) kepada RANAKANEWS.com melalui WhattsApp pribadinya Jumat, (12/2/2022) pagi.
Salesius Medi mengatakan, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Manggarai timur harus berani bertindak tegas menyikapi permasalahan infrastruktur jalan yang mengalami kerusakan parah saat baru berusia seumur jagung.
“Kepala dinas harus berani mengambil tindakan tegas kepada kontraktor terkait kondisi jalan tersebut karena kontraktor dinilai melaksanakan pengerjaan dengan buruk. Blacklist saja kontraktornya,” kata Medi.
Menurut dia tindakan tegas itu diperlukan untuk mencegah buruknya kualitas pembangunan fisik sehingga kejadian serupa tidak terulang kembali di kemudian hari.
“Harus berani mem-blacklist karena aturannya jelas. Kalau tidak baik hasil kerjanya, harus dilaporkan ke LKPP agar didaftarhitamkan sampai satu tahun. Kontraktor yang bermasalah, kinerjanya buruk, tidak boleh ikut lelang lagi di Kabupaten Manggarai timur” ungkap Medi.
Terkait ruas jalan lapisan penetrasi (Lapen) Sp. Ncenag-Lopa-Mojak tersebut, kata Medi, Kontraktor CV. Langke Rana dan PUPR Kabupaten Manggarai Timur Segera memperbaiki
Proyek lapisan penetrasi (Lapen) tersebut masih dalam tahap pemeliharaan, karena itu kata Dia kontraktor dan dinas PUPR Kabupaten Manggarai Timur bertanggung jawab.
“ Itukan baru selesai di PHO, paling tidak masa pemeliharaannya 6-7 bulan, kontraktor segera memperbaiki jalan rusak terebut ” pinta Medi.
Untuk diketahui Lapen Jl. Ruas Sp. Nceang-Lopa-Majok kec. Borong dikerjakan oleh CV. LANGKE RANA, bersumber dari dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dengan pagi Rp. 750,000,000,00-,
Hingga berita ini diturunkan Dinas pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Manggarai Timur belum berhasil dikonfirmasi. (Yustinus Darmoyuwono/RN).