Sebulan Pascagempa Flores, Peluk Sehat Dekatkan Layanan Kesehatan hingga ke Tingkat RT

Pelayanan digelar di wilayah Mongkol, Kelurahan Karot, Kecamatan Langke Rembong.(Foto: Willy G.)

RUTENG, RANAKANEWS.COM.com – Tepat sebulan setelah gempa bumi Flores berkekuatan magnitudo 7,7 pada 15 Agustus 2026, pelayanan kesehatan bergerak melalui program “Peluk Sehat” kembali mendekatkan layanan kepada masyarakat terdampak di Kabupaten Manggarai.

Salah satu pelayanan digelar di wilayah Mongkol, Kelurahan Karot, Kecamatan Langke Rembong, Kabupaten Manggarai, Selasa (15/9/2026). Pelayanan berlangsung di halaman rumah Hery Jelamu dan menyasar langsung warga di lingkungan setempat.

Program Peluk Sehat merupakan bagian dari upaya Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai untuk mendekatkan akses pelayanan kesehatan kepada masyarakat, khususnya warga yang terdampak gempa Flores.

Pelayanan dilakukan secara gratis dengan melibatkan tim dokter dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, jajaran Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai, serta petugas Puskesmas Kota.

Sejumlah pemeriksaan kesehatan dasar diberikan kepada warga. Selain pemeriksaan kondisi kesehatan secara umum, warga juga mendapatkan pemeriksaan gula darah, asam urat, kolesterol, serta pemeriksaan kesehatan lainnya sesuai kebutuhan.

Pola pelayanan bergerak ini memungkinkan petugas kesehatan menjangkau warga secara langsung di lingkungan tempat tinggal mereka. Bahkan, pelayanan Peluk Sehat dilaksanakan pada empat titik yang tersebar di beberapa wilayah kerja Puskesmas dan langsung menyentuh lingkungan RT.

Pendekatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas jangkauan pelayanan kesehatan pascabencana. Warga tidak selalu harus datang ke fasilitas kesehatan, karena tenaga medis dihadirkan lebih dekat dengan masyarakat.

Dalam kegiatan di Mongkol, tim pelayanan terdiri atas tiga dokter dari Kementerian Kesehatan serta tenaga penugasan khusus yang bekerja bersama jajaran Dinas Kesehatan dan petugas Puskesmas Kota.

Tiga dokter Kementerian Kesehatan yang tercatat dalam kegiatan tersebut yakni dr. Rinang Regly Mahendra, dr. Dhiyan Handi Asyhari Lubis, dan dr. Samantha Rouli Rebecca Hutabarat.

Sementara dari unsur Dinas Kesehatan terdapat Staninislaut Jelatu, Marieta Nggame, dan Theresia Gandi. Pelayanan juga melibatkan petugas Puskesmas Kota, yakni Elsa Jeharut dan Ni Made Jayanti.

Warga Apresiasi Pelayanan Jemput Bola
Kehadiran Peluk Sehat mendapat apresiasi dari warga. Yosef Ardis, warga RT 19/RW 4 Kelurahan Karot, menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Manggarai, khususnya Dinas Kesehatan, yang menghadirkan pelayanan kesehatan langsung di tengah masyarakat.

Menurut Yosef, pelayanan dengan pola mendatangi warga terdampak sangat membantu karena masyarakat dapat memperoleh pemeriksaan kesehatan tanpa harus pergi jauh ke fasilitas pelayanan kesehatan.

“Terima kasih kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Manggarai, dalam hal ini Dinas Kesehatan, yang datang langsung mendatangi warga terdampak,” ujar Yosef.

Ia berharap pelayanan serupa terus dilakukan sehingga warga terdampak gempa tetap mendapatkan perhatian, terutama dalam menjaga dan memantau kondisi kesehatan setelah bencana.

Pemulihan Pascagempa Tak Hanya Infrastruktur
Sebulan setelah gempa Flores, pemulihan masyarakat tidak hanya menyangkut perbaikan rumah, fasilitas umum, dan infrastruktur yang terdampak.

Kondisi kesehatan masyarakat juga menjadi bagian penting yang perlu mendapat perhatian. Situasi pascabencana dapat membuat sebagian warga menghadapi berbagai persoalan kesehatan yang membutuhkan pemeriksaan dan pemantauan secara berkala.

Karena itu, kehadiran pelayanan kesehatan bergerak menjadi salah satu bentuk pendekatan pelayanan pascabencana. Tenaga kesehatan tidak hanya menunggu masyarakat datang ke fasilitas kesehatan, tetapi hadir langsung di lingkungan warga.

Program Peluk Sehat di Mongkol dan titik-titik lainnya memperlihatkan upaya Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai untuk memastikan pelayanan kesehatan tetap menjangkau masyarakat hingga tingkat lingkungan dan RT.

Dengan pelayanan yang dekat, gratis, dan bergerak, pemulihan pascagempa diharapkan tidak hanya memulihkan kondisi fisik wilayah, tetapi juga memastikan kesehatan masyarakat terdampak tetap terjaga.(WG)

error: Konten dilindungi!