RUTENG, RANAKANEWS.com-Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Mbaumuku-Ruteng tetap menjalankan pelayanan prima kepada masyarakat pengguna bahan bakar minyak untuk kendaraan.
Sejak gempa Flores berlangsung hingga saat ini, segenap personalia SPBU ini mengelar aksi karitatif kepada masyarakat di wilayah itu.
Aksi berbagi kasih pihak Pertamina sebagai wujud kepedulian kepada warga terdampak gempa di Manggarai dan disalurkan kepada masyarakat oleh seluruh karyawan di SPBU itu.
Pantauan wartawan, ratusan warga terdampak bencana gempa Flores ini sudah terlayani dengan baik untuk kebutuhan dasar mereka.
Bingkisan sembako sudah dibagikan kepada masyarakat Manggarai, khususnya warga di wilayah Kecamatan Langke Rembong dan pusat Ibukota Kabupaten Manggarai.
Sebagai Pengawas SPBU Mbaumuku Ruteng, Aven Jalut, memastikan seluruh karyawannya tetap menjalankan aktivitas utama untuk pengisian BBM dalam rangka mendukung mobilitas masyarakat dan Satgas bencana gempa.
Dalam kondisi pemulihan gempa, kata Aven, bukan saja melayani pengisian bahan bakar tetapi seluruh jajarannya menggelar kegiatan kemanusiaan atau sosial kemasyarakatan yakni dengan membagikan sembako kepada masyarakat di daerah itu.
“Kegiatan sudah berlangsung sejak gempa Flores berlangsung. Ini adalah misi kemanusian dari Pertamina melalui SPBU Mbaumuku Ruteng,” ujar Aven kepada wartawan.
Menurutnya, Sembako milik Pertamina itu sudah dibagikan kepada masayarakat untuk pemenuhan kebutuhan dasar mereka.
“Puji Tuhan sudah disalurkan dengan baik,” kata Aven.
Melayani di Tengah Badai Gempa
Walaupun badai gempa tetap berlangsung, SPBU Mbau Muku- Ruteng tetap beroperasi dalam melayani Satgas gempa dan masyarakat.
Langkah ini dilakukan , kata Aven, dalam mendukung misi kemanusiaan untuk masa pemulihan gempa. Sehingga, pelayanan pengisian BBM diprioritaskan kepada Satgas gempa.
“Pelayanan khusus untuk Satgas gempa. Tanpa antrian,” tukasnya.
Hingga saat ini pun getaran gempa masih dirasakan. Namun kondisi ini tidak melemahkan etos kerja mereka.
Selain memastikan kondisi keamanan keluarga pasca gempa, Aven Jalut mengeluarkan ultimatum penting kepada seluruh karyawannya. Ia meminta agar pelayanan di SPBU itu tetap berjalan namun diutamakan kepada petugas penanganan bencana dan para penyalur sembako kepada warga musibah bencana.
Oleh sebab itu, ia menegaskan kepada karyawan untuk mengaktifkan handphone selama 24 jam agar memudahkan komunikasi kepada semua pihak terkait pelayanan tanggap darurat bencana.
“Semua karyawan harus aktifkan handphone selama 24 jam,” tegasnya.
Di tengah badai gempa, pihaknya selalu memastikan kondisi stok BBM tetap terpenuhi dengan baik dan tidak boleh terjadi penimbunan BBM oleh masyarakat.
“Tugas lainnya adalah memastikan kondisi karyawan selama pelayanan pengisian BBM berlangsung,”ucapnya.
Dan, dipastikan semua karyawan berpartisipatories dalam menyalurkan sembako kepada masayarakat terdampak. (Kons Hona)
