
LARANTUKA,RANAKANEWS.com –
Alih-alih mendukung program 100 hari ‘Lompatan Jauh’ Bupati-Wakil Bupati Flotim, Anton Doni-Ignas Uran, terkait Semana Santa, Pemda Flotim yang tetap nekad membeli Videotron dan Sound System sebesar Rp1,250 M mendahului perubahan APBD tahun anggaran 2025, diminta untuk mengkaji kembali keputusannya dan memperhitungkan kemampuan keuangan daerah yang minim serta lebih banyak mengandalkan dana pusat.
Apalagi, masih banyak kebutuhan prioritas masyarakat yang harus ditangani seperti konflik Ilepati Vs Bugalima yang belum selesai, Bencana letusan Gunung Lewotobi dan dampaknya terhadap kerusakan sejumlah infrastruktur jalan, jembatan dan juga sungai-sungai berhulu dari Gunung Lewotobi yang harus dinormalisasi dalam musim panas ini, guna mengantisipasi musim hujan mendatang.
“Karena itu, sebaiknya usulan ini ditunda dulu. Apalagi, prosesi Semana Santa juga sudah selesai, dan Videotron pun dilarang untuk dihidupkan saat Prosesi Jumat Agung berlangsung, karena mengganggu ketenangan orang berdoa.
Jangan beli barang mahal datang tidak berfungsi.
Videotron itu nanti siapa yang mau pasang iklan produk di Kota Larantuka.
Nah, ini Pemda Flotim terutama Dinas Infokom harus buat kajian bisnis yang jelas supaya jangan rugi beli barang mahal dan bisa sumbang PAD Flotim,”terang Tomy, seorang Pengusaha di Kota Larantuka, kepada Wartawan, Rabu (30/4/2025) malam.
Menurutnya, berharap pada Alfamart untuk memasang iklan Swalayannya pun agak sulit, karena Alfamart sudah terkenal dan telah disukai pelanggan, tanpa harus pasang iklan produknya.
“Mau harap produk Ikan Tuna, Kelapa, Pisang Flotim tapi tidak ada industri produk setengah jadi dan sudah jadi di Flotim.
Sehingga boleh beli Videotron tapi manfaatnya apa dan berapa pemasukannya per bulan ke Kas Daerah harus dikaji dan disampaikan ke publik sebelum dibeli, supaya tidak menimbulkan pro kontra ditengah masyarakat,”sambung Tomy, lagi.
Pasalnya, Videotron ini juga membutuhkan biaya pulsa listrik dan perawatan yang lumayan besar uangnya.
Lalu, hadapi musim angin kencang pun perlu dipertimbangkan.
Sementara itu, seorang pejabat Pemda Flotim yang enggan ditulis identitasnya menyatakan, Videotron ini memang direncanakan juga oleh Badan Pendapatan Daerah, lalu ditindaklanjuti oleh Bappelitbangda Flotim untuk dibelanjakan, namun kok tiba-tiba muncul dari Dinas Infokom Flotim.
“Nah, nanti dalam pengelolaannya bagaimana, apakah tetap dibawah Dinas Infokom atau Bapenda?
Sebab, Videotron itu bukan hanya untuk Semana Santa tapi lebih dari itu untuk iklan produk yang berdampak pada peningkatan PAD Flotim, yang menjadi domainnya Bapenda Flotim.
Sehingga pembelanjaannya diusulkan Dinas Infokom Flotim ini yang membingungkan,”ujar sumber terpercaya ini.
Kadis Infokom Flotim Heri Lamawuran yang dikonfirmasi Media terkait keberadaan Videotron saat Semana Santa, apakah itu milik Pemda Flotim atau bukan, enggan menjawab pertanyaan Wartawan.
Pasalnya, keberadaan Videotron ‘misterius’ itu sebelum Rapat BANMUS pembahasan anggaran mendahului perubahan APBD tahun anggaran 2025.
Dibagian lainnya, dari sumber informasi yang diperoleh Wartawan, Videotron Semana Santa itu disewa dari Maumere, dan bukan milik Pemda Flotim.
Karena itu, sejumlah pihak meminta agar sebaiknya usulan belanja Videotron dan Sound System sebesar Rp1,250 M ini dikaji kembali sebelum ditetapkan dengan Peraturan Kepala Daerah.
Pemda Flotim pun diminta transparan soal paket pengadaan Videotron dan Sound System ini, karena menelan dana yang tak sedikit.
Wakil Bupati Ignas Boli Uran dalam penjelasannya dihadapan Wartawan Rabu (30/4/2025) di ruang kerjanya menegaskan, Pemda Flotim telah mempertimbangkan dengan matang untuk membeli Videotron dan Sound System ini untuk mendukung Semana Santa dan juga dalam rangka meningkatkan Pendapatan Asli Daerah.
“Dananya cukup tersedia. Sehingga tetap diputuskan mendahului perubahan APBD tahun anggaran 2025, yakni dari PAD senilai Rp8.910.374.797 dan Silpa Tahun Anggaran 2024 sebesar Rp60.673.872.236.
Soal penanganan dampak letusan Gunung Api Lewotobi Laki-laki Pemda Flotim telah mengalokir dana dari Pos BTT senilai Rp5 M, yang diperhitungkan cukup, sembari melihat pada perubahan APBD tahun anggaran 2025 untuk dialokasikan lagi,”ujarnya. (OLA)












