Tenaga Ahli BNPB RI Kolonel Laut Samuel: YASNURIH Membangun Spirit Solidaritas Penyintas Lewotobi

Tenaga Ahli BNPB RI Kolonel Laut Samuel (Tengah Rompi BNPB) didampingi Pimpinan YASNURIH Bung Sila Sakti, saat hadiri kegiatan Lewotobi Run For Humanity, Senin 13 Oktober 2025, di Huntara Konga yang diinisiasi YASNURIH. Hadir pula Senator DPD RI Angelo Wake Kako, dan Asisten II Setda Flotim Petrus Pehan Tukan: Foto (BS/OLA/Ranakanews.com)

LARANTUKA,RANAKANEWS.com-
Sukses menggelar Ivent Lewotobi Run For Humanity, Senin 13 Oktober 2025, Yayasan Nusa Lestari Hijau (Yasnurih) telah bekerja nyata dan sungguh luar biasa menginspirasi, memotivasi dan membawa spirit solidaritas bagi warga penyintas dalam menghadapi berbagai situasi di lapangan.

“Salam hormat buat Tim YASNURIH dan juga rekan Media, masyarakat serta semua pihak yang telah bekerja keras di lapangan untuk menyukseskan ivent Lewotobi Run For Humanity tersebut,”demikian pesan penting yang disampaikan Tenaga Ahli BNPB Republik Indonesia, Kolonel Laut Samuel, saat dikonfirmasi Wartawan secara terpisah atas apresiasinya kepada Tim YASNURIH, Rabu (15/10/2025) siang.

Kolonel Laut Samuel yang turut hadir langsung dan membuka kegiatan tersebut, mengaku bangga dengan ivent yang diinisiasi YASNURIH tersebut.

“Ini menunjukkan semangat gotong royong, bersama-sama bekerja mengatasi berbagai keadaan atau situasi yang menimpa masyarakat korban erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki dan wilayah Kabupaten Flores Timur Larantuka secara umum.

Puji Tuhan, Kami turut hadir dan datang membawa kabar baik untuk perubahan, perbaikan, pembangunan dan berkat bagi Flores Timur, terutama masyarakat terdampak di lokasi bencana, yang saat ini berada di Huntara Konga,”ujarnya senang.

Ia juga meminta pemerintah daerah, tokoh masyarakat dan tokoh agama untuk terus memberi pendampingan, himbauan kepada para penyintas di Huntara agar mengikuti dengan baik anjuran pemerintah.

“Tidak boleh saling menyalahkan satu dengan yang lain.

Terus bangun solidaritas hadapi situasi di lapangan, karena bencana ini belum diketahui kapan berakhir.

Warga yang masih berada di kampung atau desa yang belum evakuasi agar terus ikuti himbauan dari Pos Pengamatan Gunung Api Lewotobi Laki-Laki dan Kantor Pusat Vulkanologi dan Badan Geologi Nasional.

Apalagi erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki masih terus berlangsung hingga Rabu 15 Oktober 2025, dan meningkat status ke level IV Awas, yang berpotensi mengeluarkan lahar panas dan api pijar yang sangat membahayakan serta mengancam keselamatan jiwa,”pungkasnya saat berkomunikasi langsung kepada Wartawan via sambungan telepon.

Dirinya mengingatkan pentingnya menjaga keselamatan warga dari ancaman lahar panas Gunung Lewotobi yang sangat mematikan.

“Jangan sampai Kita dituding pihak lain, termasuk dunia internasional membiarkan warga yang tidak mau dievakuasi, jika ada korban jiwa terkena lahar panas.

Karena itu, penting sekali peran tokoh agama, tokoh masyarakat harus terus dampingi warga agar segera evakuasi menjauh dari ancaman lahar panas,”katanya, lagi.

Tenaga Ahli BNPB Republik Indonesia ini juga secara khusus menyampaikan bahwa apa yang dilakukan YASNURIH patut didukung penuh, karena sangat membantu warga penyintas dan pemerintah dalam menghadapi situasi sulit seperti ini.

“Butuh kolaborasi, kerjasama yang baik semua pihak. Selalu berpikir positif dan jangan saling menyalahkan. Saya juga sudah bertemu Bupati Flotim dan Sekda Pak Petrus Pedo untuk sampaikan hal ini,”tambahnya.

Para peserta ivent Lewotobi Run For Humanity Senin 13 Oktober 2025, yang diinisiasi YASNURIH, bertepatan dengan hari Pengurangan Resiko Bencana (PRB) Internasional: Foto (BS/OLA/Ranakanews.com)

Lewotobi Run For Humanity, Simbol Gerakan Solidaritas Bantu Penyintas

Sementara itu, Pimpinan YASNURIH Bung Sila Sakti memberi apresiasi khusus kepada BNPB Republik Indonesia, yang diwakili Tenaga Ahli Kolonel Laut Samuel, yang telah hadir langsung dan membuka kegiatan Lewotobi Run For Humanity.

“Kehadiran Tenaga Ahli BNPB Republik Indonesia Kolonel Laut Samuel dan membuka kegiatan Lewotobi Run For Humanity itu sesuatu yang sangat luar biasa dan memberi energi positif bagi YASNURIH yang baru hadir 4 bulan, tapi mampu menggelar Ivent berskala nasional.

Tentunya, dengan sukses Lewotobi Run For Humanity membuka ruang kerjasama yang makin terbuka kedepan bagi upaya mempercepat pemulihan ekonomi warga penyintas untuk bangkit dan mandiri,”ujar Bung Sila, saat diwawancarai terpisah, Rabu (15/10/2025) siang.

Menurutnya, ivent Lewotobi Run For Humanity yang bertepatan dengan Hari Pengurangan Resiko Bencana (PRB) Internasional, Senin 13 Oktober 2025, yang diikuti 187 peserta dari berbagai unsur Pentahelix, merupakan simbol gerakan solidaritas kemanusiaan sebagai upaya sadar dan berkat bagi pemulihan ekonomi warga penyintas erupsi Gunung Lewotobi.

“Selain berlari bersama, ivent ini juga membuka donasi bagi pengisian token listrik bagi warga penyintas.

Panitia juga buka ruang edukasi publik sosialisasi hak-hak pemilih bagi penyintas dari Bawaslu Flotim dan Bazar produk olahan pangan,”beber Bung Sila.

Sebelumnya, YASNURIH bersama komunitas penyintas dan LSM lokal, juga menggelar Bazar produk penyintas di Gereja Katedral Reinha Rosari Larantuka, di Paroki San Juan Lebao, GMIT Ebenhaezer Sarotari dan Lokea, serta Pasar Senja Balela.

Kegiatan ini, sebut Bung Sila Sakti, yang juga Relawan Kemanusiaan Pancasila Sakti yang pernah berjalan keliling Indonesia seorang diri, Kegiatan Bazar produk penyintas berhasil meningkatkan pendapatan, memperluas jaringan pasar dan menumbuhkan rantai ekonomi baru di kalangan penyintas, yang sebelumnya hanya berjualan di Huntara.

“Dulu mereka hanya duduk-duduk di tenda pengungsian.

Kini, produk olahan Penyintas mulai dikenal luas masyarakat kota dan bahkan dilirik pembeli dari luar daerah,”puji Bung Sila.

Dirinya bersama Tim YASNURIH bahkan bangga ivent Lewotobi Run For Humanity sukses terlaksana tanpa utang dan sampah.

“Semuanya berkat kerjasama dan dukungan dari berbagai pihak, termasuk BNPB Republik Indonesia,”timpalnya.

Ivent berskala nasional ini turut dihadiri Senator DPD RI Angelo Wake Kako, Asisten III Setda Flotim Petrus Pehan Tukan, Urusan CIS Timor, Save the Children, Komunitas Mawar Merona, Nara Teater, Grup Musik Tradisional Go Internasional Leis Plang Maumere, Bawaslu Flotim, LSM lokal, Komunikasi SILC Mokantarak, BRI Larantuka, Pemerintah Kecamatan Ile Bura, Wulanggitang dan Titehena, Kepala Desa, Staf Puskesmas dan warga penyintas.

Kegiatan lari berkat yang berlangsung sejak pukul 06.00 WITA, dengan titik start depan Warung Sang Surya Kanada, sampai finish di Huntara Konga.

Peserta berlari membawa Tumbler masing-masing, memberi efek positif ivent tanpa sampah dan utang.

Usai lari berkat, digelar dialog interaktif bersama Senator DPD RI Angelo Wake Kako, Orasi Bung Sila, baca puisi Nara Teater oleh Jhon Da Silva, hingga ramah tamah yang dipandu Moderator Selvi Belang.

Seluruh rangkaian kegiatan berakhir pukul 16.00 WITA. (OLA)

error: Konten dilindungi!
Exit mobile version