Daerah  

Wabup Daniel: Data Harus Disusun Berdasarkan Kebutuhan Prioritas

WAIBAKUL, RANAKANEWS.com – Wakil Bupati Sumba Tengah, Ir. Daniel Landa menghadiri Musyawarah Perencanaan Pembangunan Tingkat Kecamatan Umbu Ratu Nggay Tengah bertempat di Aula Kantor Camat Umbu Ratu Nggay Tengah, Kamis (24/02/2022).

Musrenbang Kecamatan Umbu Ratu Nggay Tengah turut dihadiri oleh Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Sumba Tengah Drs. Umbu Neka Jarawoli, Sekretaris Daerah Drs. Umbu Eda Pajangu, M.Si, para Anggota DPRD Kabupaten Sumba Tengah Dapil II, para Asisten, Pimpinan Perangkat Daerah serta peserta lainnya.

Wakil Bupati Sumba Tengah Ir. Daniel Landa dalam sambutannya mengatakan perencanaan yang baik dan benar ditunjang dari data yang akurat dan tepat akan menentukan keberhasilan program dan kegiatan yang dilaksanakan.

“Oleh karena itu, data harus disusun berdasarkan kebutuhan yang menjadi prioritas,” kata Wabup.

Wakil Bupati mengatakan jangan hanya terpaku pada dana alokasi umum dari APBD saja, sementara banyak sumber dana alokasi khusus (DAK), dana tugas pembantuan dan penugasan atau program yang dibiayai pemerintah pusat melalui APBN yang bisa ditarik ke daerah untuk menambah dana APBD.

“Banyak pos-pos anggaran pusat yang sebenarnya bisa diarahkan ke daerah-daerah untuk meningkatkan infrastruktur, pendidikan, kesehatan dan lain sebagainya tinggal bagaimana kita melakukan pendekatan melalui lobi-lobi dengan pemerintah pusat via kementerian, jangan hanya menerima APBD saja,” ujar Wabup Daniel.

Wakil Bupati Daniel meminta Pimpinan Perangkat Daerah, Camat hingga Kepala Desa, agar lebih inovatif dalam melaksanakan tugasnya, diantaranya adalah kepiawaian dalam melobi anggaran yang ada di kementerian- kementerian pusat.

“Manfaatkan kesempatan, berkunjunglah ke kementerian untuk menanyakan apakah ada anggaran APBN yang bisa diarahkan ke daerah, harus kreatif memanfaatkan waktu yang ada, sebab banyak peluang untuk itu,” imbuhnya.

Berkaitan dengan permasalahan sosial seperti kemiskinan ekstrem, stunting, gizi buruk dan ibu hamil KEK menjadi perhatian serius juga yang harus menjadi agenda pembahasan dalam musrenbang.

“Saya tegaskan seluruh Kepala Desa harus mengetahui kondisi warganya dan punya data yang lengkap kaitan permasalahan stunting, gizi buruk, ibu hamil KEK dan miskin ekstrem, untuk bisa ditangani secara serius pada kesempatan pertama ini, sehingga kedepan tidak ada lagi kasus-kasus serupa di seluruh desa pada Kecamatan Umbu Ratu Nggay Tengah,” tegasnya.

Menurut Wakil Bupati strategi yang bisa dilakukan untuk menanggulangi permasalahan diatas yaitu melalui sektor pertanian hortikultura.

“Saya perintahkan setiap Kepala Desa wajib menyediakan lahan seluas 1 Ha ditiap desa untuk pengembangan hortikultura,” pintanya.

Hortikultura lanjut Wabup merupakan andalan dibidang pertanian dan perkebunan untuk mempercepat dan mempermudah dalam meningkatkan pendapatan masyarakat.

“Karena itu Kepala Desa siapkan lahan dan anggarannya, kami akan siapkan alsintan, benih, pupuk dan penyuluh/pendamping serta yang paling penting kelompok tani yang dibentuk anggotanya berasal dari kalangan kaum milenial karena ini merupakan arahan dari Menteri Pertanian RI kaitan untuk pengembangan sumber daya manusia,” katanya.

Ia mengimbau agar percepatan vaksinasi dan penegakan protokol kesehatan terus dilaksanakan dan dipercepat.

“Saat ini ada varian baru yaitu omicron yang penularannya 5 kali lebih cepat dari varian sebelumnya. Oleh sebab itu percepat vaksinasi terlebih kepada lansia dan anak-anak serta penegakkan protokol kesehatan yaitu menggunakan masker dalam setiap aktifitas.” tutup Wakil Bupati Daniel.

(Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Kabupaten Sumba Tengah) 

error: Konten dilindungi!
Exit mobile version