KUPANG, RANAKANEWS.com- Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 5 Kupang menyatakan siap menyukseskan program SMK Membangun Desa. Antara Desa dan SMK membuat sinergitas, kerjasama dan kolaborasi sehingga kompetensi yang ada di SMK berupa keterampilan, pengetahuan dan skill yang dimiliki oleh anak-anak dapat bermanfaat bagi desa sekitar berupa produktifitas, sehingga mereka bisa menghasilkan produk yang nantinya dapat menambah kesejahteraan masyarakat sekitar.
Pernyataan itu dikemukakan Kepala SMKN 5 Kupang, Dra. Safirah Cornelia Abineno usai diskusi dan dialog dengan Staf Khusus Gubernur NTT Bidang Pendidikan, Prof. Dr.Willi Toisuta, Ph.D dengan sejumlah Kepala SMK dan SMA se- Kota Kupang di Aula SMKN 4 Kupang, Senin (28/3/2022).
“Saya sangat mendukung tentang program SMK Masuk Desa. Karena itu, berawal dari belajar mengajar untuk belajar, Jadi terus belajar mengajar dan belajar untuk mengajar itu tidak harus di dalam kelas tetapi langsung di desa mengikuti kemauan siswa dalam mendukung merdeka belajar jadi langsung action dari pada teori-teori, kapan siswanya tau, actionnya seperti apa, juga mengajarkan tentang bagaimana siswa berkolaborasi siap untuk nanti terjun hidup bersama dengan masyarakat sebagai wujud melaksanakan literasi tenaga kerja,” ujar Safira.
Menurut Safira, Program SMK Bangun Desa yang diiniasi oleh SMKN 4 Kupang di Kecamatan Semau, Kabupaten Kupang itu sangat luar biasa.
“Saya sangat mendukung. Yang dapat saya laksanakan disana nanti adalah memasang Charger berbasis tenaga surya di tempat destinasi wisata. Karena misalnya orang mau pergi ke tempat rekreasi listriknya sering padam, jadi energi alternative itu saya siapkan yaitu charger,” janji Safira.
Hal senada disampaikan Kepala SMAN 5 Kupang, Veronika Wawo,S.Pd., M.Pd menyambut baik Program SMK Bangun Desa.
Dengan begitu, Verionika berharap SMK berkolaborasi dengan SMA dapat turut mendorong perpaduan potensi dan sumber daya manusia yang ada di pedesaan.
“Program SMK Bangun Desa jangan hanya di SMK saja tetapi bagaimana juga berkolaborasi dengan SMA,” ujar Veronika.
“Lanjut Veronika, untuk membangun dapat saja dilakukan melalui berbagai macam keterampilan, dimana salah satu aspek yang disentuh adalah Bahasa Inggris. Secara implementasi, banyak dilakukan inovasi agar masyarakat desa di Kecamatan Semau mampu menguasai teknologi minimal Bahasa Inggris dasar,” pungkas Veronika.
Sementara itu, Staf Khusus (stafsus) Gubernur Bidang Pendidikan, Prof. Dr. Willi Toisuta. Ph.D mengaku optimis Program SMK Membangun Desa akan diikuti oleh semua SMK seluruh Nusa Tenggara Timur (NTT).
Prof. Willi mengungkapkan, saat ini SMKN 4 Kupang sudah menjalin kerja sama atau menggandeng 8 Desa di Kecamatan Semau.
Mantan Rektor dua periode Universitas Kristen Satya Wacana itu sangat berharap, Program SMK Membangun Desa memungkinkan para siswa SMK untuk mengambil peran dalam memajukan desa.

Digitalisasi Pelayanan Desa.
Salah satu wujud Kolaborasi SMK dengan desa adalah digitalisasi pelayanan desa, jadi SMK akan mengajarkan keahlian yang telah dipelajari di sekolah kepada masyarakat di desa.
Prof Willi berharap, program pengajaran kompetensi keahlian siswa SMK kepada masyarakat dapat menjadi dorongan bagi potensi SDM di desa.
Tujuan dari dialog dan diskusi tersebut kata Prof. Willi disela-sela kegiatan mengatakan, “Kita ingin membawa atau menggeser paradigma belajar yang selalu terfokus di dalam kelas kepada pembelajaran kelas yang kita bawa kedalam masyarakat. Itu berarti integrasi teori dan praktek dan memberi kesempatan kepada siswa untuk meneliti, menemukan sendiri dengan bantuan guru itu hanya terjadi pada masyarakat.
Dengan demikian kualitas pembelajaran itu meningkat. Tapi yang lebih penting dari ini kita memberdayakan masyarakat sehingga masyarakat juga mempunyai harga diri karena dia berbuat hal-hal yang berguna mudah mudahan ini akan meningkatkan income per kapita di masyarakat dengan demikian percaya bahwa dia bisa percaya pada sekolah.
“Guru- guru memang harus berubah mindsetnya. Dia bukan lagi raja di kelas, dia adalah fasilitator, jadi rekan sekerjanya siswanya, ini indah kalau bisa terjadi. Dan itu harus terjadi kalau memang kelapangan. Jadi bersama-sama sehingga mereka belajar. Misalnya mau lihat anak Penyu, guru kan gak tau apa-apa tentang Penyu. Tapi dia bertemu bersama-sama dengan siswa mereka temukan sendiri mereka akan merumuskan dan menemukan dan mengkostruksi pengetahuan bersama itu konsep yang sangat bagus untuk merubah paradigma pendidikan yang terlalu hafal menghafal. Jadi peran utama ya pada guru,” ujar Prof Willi.
Pada kesempatan yang sama juga disampaikan Kepala SMKN 2 Kupang, Wellem Agustinus Kana, S.Pd., MT siap dukung Program SMK Bangun Desa.
“Kita dukung program yang di jalankan oleh SMKN 4 Kupang siap berkolaborasi. Program pengajaran kompetensi keahlian siswa SMK kepada masyarakat dapat menjadi dorongan bagi potensi sumber daya manusia (SDM) di desa contoh adalah mengasah keahlian dibidang otomotif.
Dengan begitu, ada upaya untuk mendorong pemulihan ekonomi, atau siswa SMK yang paham dengan teknik las misalnya,” ujar Wellem.

Sementara itu, Kepala SMKN 4 Kupang, Semi Ndolu, S.Pd menjelaskan program SMK Membangun Desa merupakan upaya nyata dalam merealisasikan peran SMK dalam pembangunan nasional, khusunya pembangunan di pedesaan, dalam rangka meningkatkan daya saing sumber daya manusia Indonesia.
“Pedoman pelaksanaan ini merupakan wujud tanggung jawab pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Direktorat SMK, guna memberikan acuan kepada SMK dan pihak terkait lain dalam perencanaan, pelaksanaan, monitoring, dan evaluasi SMK Membangun Desa, sehingga tujuan yang telah ditetapkan akan tercapai dengan cepat dan baik,” kata Semi Ndolu.
Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMK Kota Kupang ini menuturkan, Program SMK Bangun Desa yang dilakukan SMKN 4 Kupang diapresiasi dan didukung oleh 8 (delapan) desa wisata di Kecamatan Semau, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Kegiatan yang bertajuk “SMK Bangun Desa Kolaborasi Wujudkan Pariwisata sebagai Prime Mover Ekonomi Desa Wisata”.
“Kegiatan ini mengusung semangat kolaborasi dan sinergi antara SMK dan desa wisata, sebagai wujud implementasi program Gubernur NTT terkait sektor pariwisata sebagai prime mover ekonomi masyarakat,” tambahnya.
Selain itu kata dia, Program SMK Bangun Desa ini juga merupakan wujud implementasi link and match antara SMK dan BumDes yang ada di desa wisata sehingga produk-produk hasil karya siswa juga dapat diterima di pasar.
Ia juga menjelaskan, Kecamatan Semau dipilih untuk mengimplementasikan konsep program ini sebagai wujud respon atas rencana penerbangan Kupang- Darwin- Dilli pada April 202 mendatang, sehingga menurutnya masyarakat harus mendapatkan manfaat ekonomi dari kunjungan para tamu wisatawan. Oleh karena itu produk ekonomi kreatif (ekraf) maupun agrowisata di desa wisata harus disiapkan dengan sinergi kolaboratif bersama pemerintah kecamatan, desa serta masyarakat setempat.
“Dalam sosialisasi yang kami lakukan pada jumat, 11 Maret 2022 di Kantor Camat Semau semua kepala desa rebutan untuk kolaborasi. Karena konsep yang diusung adalah mensinergikan potensi desa dan kompetensi SMK untuk menghasilkan aneka produk ekraf berupa handycraft, pengembangan sentra tenun ikat helong, foto grafi, dan agrowisata,” tutur Semi Ndolu.
Dalam hal pengembangan destinasi wisata tambah Semi, pihaknya mendapat dukungan dari Pengurus Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) Wilayah NTT yang didalamya terdapat berbagai organisasi berbagai asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia atau Associaton of the Indonesian Touts and Travel Agencies (ASITA) NTT, Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin), Lembaga Sosial Masyarakat (LSM) Yayasan Ume Daya Nusantara, dan sejumlah stakeholders lainnya.
“Kurikulum merdeka belajar lokusnya di desa. Sasarannya Kecamatan Semau di 8 (delapan) desa. Intinya Prof mengajak kita SMK- SMK dan SMA untuk berkolaborasi Membangun Desa. Harapannya setelah dialog dan diskusi ini bisa membuat action plannya. Saya mengapresiasi atas ide-ide dari Kepala SMKN 5 Kupang tentang Listrik, begitu juga ide Kepala SMAN 5 Kupang tentang Bahasa inggris, juga ide-ide cemerlang dari kepala sekolah lainya,” pungkas Semi Ndolu.
Program SMK Membangun Desa merupakan sebuah program yang bertujuan untuk melahirkan satuan pendidikan yang bersinergi dengan pemerintah desa agar desa menjadi pusat industri sehingga meningkatkan pendapatan bruto ekonomi desa dan penggerak ekonomi pendidikan serta kesehatan.
Hal senada disampaikan Kepala SMAN I Kupang, Dra. Marselina Tua, M.Si siap mendukung dalam bidang kesehatan. “Kami dari SMAN I Kupang siap berkolaborasi. Dan tentu saya mengapresiasi kerja sama ini,” ungkap Marselina.
Dialog dan diskusi tersebut dihadiri dan dibuka oleh Stafsus Gubernur Bidang Pendidikan, Prof. Dr.Willi Toisuta, Ph.D diikuti sejumlah guru SMK dan SMA se Kota Kupang, juga turut hadir Staf Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, Bidang Dikmen. (RN)










